Keutamaan Makan Sahur dengan Kurma
Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sahur merupakan salah satu amalan penting dalam bulan Ramadhan. Banyak keutamaan yang bisa diperoleh dari makan sahur, terutama jika dilakukan dengan tamar atau kurma. Artikel ini akan membahas apa saja keutamaan sahur, pentingnya niat, serta anjuran makan kurma berdasarkan hadist Abu Dawud.
Apa yang Dimaksud Sahur?
Sahur memiliki makna khusus dalam ajaran Islam sebagai bentuk persiapan sebelum menunaikan ibadah puasa. Selain sebagai sumber energi, sahur juga menjadi penanda awal waktu puasa. Menurut jurnal Keutamaan Makan Sahur dengan Kurma (Kajian Kontekstual Hadist Abu Dawud) karya Nurul Hidayah, sahur adalah makan atau minum yang dilakukan pada akhir malam sebelum terbit fajar sebagai bentuk persiapan puasa.
Definisi Sahur dalam Islam
Sahur diartikan sebagai makan atau minum yang dilakukan di waktu akhir malam hingga sebelum fajar. Amalan ini menjadi salah satu sunnah yang sangat dianjurkan selama Ramadhan. Tujuannya adalah untuk membantu tubuh tetap kuat selama berpuasa.
Waktu Pelaksanaan Sahur
Waktu sahur dimulai sejak tengah malam dan berakhir sebelum fajar. Makan sahur di waktu yang mendekati subuh termasuk salah satu sunnah yang sangat dianjurkan. Dengan demikian, seseorang lebih siap menjalani puasa hingga Maghrib.
Menurut penjelasan dalam jurnal Keutamaan Makan Sahur dengan Kurma (Kajian Kontekstual Hadist Abu Dawud) karya Nurul Hidayah, sahur menjadi bentuk persiapan fisik menjalankan puasa, sekaligus membedakan puasa umat Islam dengan puasa umat terdahulu.
Niat Sahur dan Pentingnya dalam Puasa
Niat adalah unsur penting dalam setiap ibadah, termasuk sahur. Meski sederhana, niat memiliki peran besar dalam menentukan sahnya puasa seseorang. Dengan niat, ibadah puasa menjadi lebih bermakna dan penuh kesadaran.
Apa itu Niat Sahur?
Niat sahur adalah tekad atau keinginan dalam hati untuk menjalankan ibadah puasa keesokan harinya. Niat ini tidak harus diucapkan secara lisan, cukup dengan menghadirkan niat di hati.
Niat sahur puasa Ramadhan yang utama adalah:
"Nawaitu shauma ghadin 'an adā'i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta'ālā,"
Artinya: Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta'ala.
Cara Melafalkan Niat Sahur
Tidak ada bacaan khusus yang wajib diucapkan ketika sahur. Seseorang boleh melafalkan niat secara lisan, namun yang terpenting adalah tekad dalam hati untuk berpuasa. Hal ini juga memudahkan bagi siapa saja yang kesulitan dengan bacaan tertentu.
Manfaat Membaca Niat Sahur
Membaca niat sahur memberikan ketenangan batin dan memastikan ibadah puasa dilakukan dengan penuh kesadaran. Selain itu, niat membantu seseorang lebih fokus dalam menjalankan puasa sepanjang hari.
Dalam penjelasan jurnal Keutamaan Makan Sahur dengan Kurma (Kajian Kontekstual Hadist Abu Dawud) karya Nurul Hidayah, niat sahur tidak harus dilafalkan secara lisan, cukup dengan menghadirkan niat dalam hati sudah sah menurut jumhur ulama.
Hukum Makan Sahur dan Anjuran Mengkonsumsi Kurma
Makan sahur adalah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain memberikan manfaat fisik, sahur juga memiliki nilai spiritual yang tinggi. Di antara makanan yang dianjurkan saat sahur adalah tamar atau kurma.
Hukum Makan Sahur Menurut Hadist
Makan sahur hukumnya sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Nabi Muhammad SAW menekankan pentingnya sahur sebagai pembeda puasa umat Islam dengan umat lain. Sahur juga menjadi sumber keberkahan sepanjang hari.
Dalil Anjuran Sahur dengan Tamar
Hadist riwayat Abu Dawud menyebutkan tentang keutamaan makan sahur dengan tamar. Rasulullah SAW menganjurkan sahur dengan kurma karena makanan ini memiliki nilai gizi tinggi dan keberkahan. Anjuran ini menjadi bagian dari sunnah yang bisa diamalkan selama Ramadhan.
"Sebaik-baik sahurnya seorang mukmin adalah tamar (kurma kering)." (HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah).
Keistimewaan dan Manfaat Kurma Saat Sahur
Kurma dikenal sebagai makanan yang mudah dicerna, kaya energi, serta mengandung gula alami yang dibutuhkan tubuh selama puasa. Sahur dengan kurma juga dipercaya membawa keberkahan dan menjaga stamina sepanjang hari. Dengan begitu, sahur menjadi lebih bermakna dan bermanfaat.
Berdasarkan kajian dalam jurnal Keutamaan Makan Sahur dengan Kurma (Kajian Kontekstual Hadist Abu Dawud) karya Nurul Hidayah, makan sahur dengan tamar sangat dianjurkan, sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan Abu Dawud, karena di dalamnya terdapat keberkahan.
Penutup dan Kesimpulan Keutamaan Sahur dengan Kurma
Rangkuman Keutamaan Sahur dengan Tamar
Makan sahur membawa banyak keutamaan, baik secara fisik maupun spiritual. Sahur dengan tamar atau kurma memberikan energi, menjaga kesehatan, dan membawa keberkahan dalam menjalankan puasa. Selain itu, amalan ini merupakan sunnah yang dianjurkan dalam Islam.
Motivasi untuk Mengamalkan Sunnah Sahur dengan Kurma
Dengan memahami keutamaan sahur dan anjuran makan kurma, setiap orang bisa lebih termotivasi untuk menghidupkan sunnah ini selama Ramadhan. Sahur bukan hanya rutinitas, melainkan bentuk ibadah yang membawa kebaikan dunia dan akhirat.
Reviewed by Ajid Fuad Muzaki S.Th.I