Konten dari Pengguna

Keutamaan Membaca Al-Quran: Pahala dan Hikmah yang Mendalam

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seseorang sedang membaca Al Quran foto by Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Seseorang sedang membaca Al Quran foto by Pexels

Membaca Al-Quran bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan aktivitas yang membawa berkah luar biasa bagi setiap Muslim. Kitab suci ini memiliki kedudukan istimewa sebagai pedoman hidup yang sempurna.

Setiap huruf yang dibaca dari Al-Quran mengandung pahala berlipat ganda dari Allah SWT. Bahkan, orang yang rutin membacanya akan mendapat syafaat di hari kiamat. Memahami keutamaan ini tentu dapat memotivasi umat Islam untuk lebih dekat dengan Al-Quran.

Kedudukan Al-Quran sebagai Kitab Suci Umat Islam

Al-Quran adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Kitab suci ini menjadi pedoman utama bagi seluruh umat Islam dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat.

Menurut jurnal Menggali Keutamaan Al-Quran karya Chodijah Aliya, Al-Quran menjadi pondasi ajaran yang menyatukan umat Islam dari berbagai latar belakang. Kehadirannya memberikan petunjuk jelas tentang cara beribadah, berinteraksi sesama manusia, hingga memahami tujuan penciptaan.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra ayat 9:

إِنَّ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ يَهْدِى لِلَّتِى هِىَ أَقْوَمُ

Artinya: Sesungguhnya Al-Quran ini memberi petunjuk ke jalan yang paling lurus.

Ayat ini menegaskan bahwa Al-Quran hadir sebagai panduan lengkap menuju kehidupan yang benar dan berkah. Setiap Muslim yang membacanya akan menemukan solusi atas berbagai permasalahan hidup.

Perintah membaca Al-Quran telah disebutkan sejak wahyu pertama turun. Dalam QS. Al-Alaq ayat 1-5, Allah berfirman:

ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ

Artinya: Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan.

Kata iqra dalam ayat ini tidak hanya berarti membaca secara harfiah, tetapi juga memahami, merenungkan, dan mengamalkan isi kandungan Al-Quran. Perintah ini menjadi bukti bahwa membaca Al-Quran merupakan ibadah fundamental dalam Islam.

Keutamaan dan Pahala Membaca Al-Quran

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا

Artinya: Barang siapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan semisalnya (HR. At-Tirmidzi).

Hadis ini menunjukkan betapa besar pahala yang diberikan Allah untuk setiap huruf Al-Quran yang dibaca. Sebagai contoh, ketika membaca Alif Lam Mim, bukan dihitung satu huruf melainkan tiga huruf terpisah. Artinya, pembaca mendapat 30 kebaikan hanya dari tiga huruf tersebut.

Perhitungan pahala ini berlaku untuk seluruh bacaan Al-Quran. Bayangkan berapa banyak kebaikan yang terkumpul ketika seseorang menyelesaikan satu juz atau bahkan satu khatam Al-Quran.

Selain pahala berlipat, Al-Quran juga akan menjadi pemberi syafaat di hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda:

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

Artinya: Bacalah Al-Quran, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya (HR. Muslim).

Keutamaan ini tidak hanya dirasakan oleh pembacanya, tetapi juga kedua orang tua. Hadis menyebutkan bahwa orang tua dari pembaca Al-Quran akan dikenakan mahkota cahaya yang lebih terang dari matahari. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam mendidik anak mencintai Al-Quran.

Bagi yang menghafal Al-Quran, keistimewaan lain menanti di surga. Derajat seseorang di surga akan terus meningkat sesuai dengan jumlah ayat yang dihafalnya. Semakin banyak hafalan, semakin tinggi kedudukannya di sisi Allah.

Namun, membaca Al-Quran tidak cukup hanya mengejar kuantitas. Ada adab yang harus dijaga, seperti membaca dengan tartil atau perlahan dan jelas sesuai kaidah tajwid. Rasulullah SAW mengajarkan agar umatnya memperindah suara saat membaca Al-Quran.

Kondisi suci juga menjadi syarat utama. Seseorang sebaiknya berwudhu terlebih dahulu sebelum menyentuh dan membaca mushaf. Tempat yang bersih dan tenang akan membantu meningkatkan konsentrasi saat membaca.

Yang tak kalah penting adalah membaca dengan tadabbur, yakni merenungkan makna setiap ayat yang dibaca. Al-Quran bukan sekadar bacaan, melainkan panduan yang harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Revewed by Doel Rohim S.Hum.