Konten dari Pengguna

Keutamaan Rendah Hati dalam Islam dan Penerapannya

R

Ruang Kajian

Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Harmoni Kebersamaan. Foto by Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Harmoni Kebersamaan. Foto by Pexels.

Rendah hati atau tawadhu merupakan salah satu sifat mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sikap ini tidak hanya membawa keberkahan di dunia, tetapi juga menjadi jalan untuk meraih derajat tinggi di sisi Allah SWT.

Memahami makna tawadhu secara mendalam dapat membantu umat Islam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengenal dalil-dalil Al-Qur'an dan hadits tentang rendah hati, setiap Muslim dapat mengambil pelajaran penting untuk memperbaiki akhlak.

Pengertian Rendah Hati dalam Al-Qur'an dan Hadits

Tawadhu secara bahasa berarti merendahkan diri atau bersikap sederhana. Dalam istilah syariat, tawadhu adalah sikap menempatkan diri pada posisi yang sewajarnya tanpa merasa lebih tinggi dari orang lain. Sikap ini mencerminkan penghambaan yang tulus kepada Allah SWT.

Allah SWT menyebutkan sifat rendah hati sebagai ciri khas hamba-hamba-Nya yang beriman. Dalam QS. Al-Furqan ayat 63, Allah berfirman:

وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا

Artinya: Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu ialah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang mengandung keselamatan.

Menurut Farid Basya Rahil dkk., dalam Jurnal Elwasathy (vol 21. tH. 2024), yang berjudul "Etika Rendah Hati Dalam Al-Qur'an (Studi Penafsiran Ayat-Ayat Tawadhu’ Dalam Tafsir Al-Qur’anul Majid An-Nur)" , ayat ini menunjukkan bahwa rendah hati bukan hanya sikap lahiriah dalam berjalan, tetapi juga tercermin dalam cara bertutur kata yang santun dan penuh kedamaian.

Selain itu, Allah juga melarang sikap sombong dalam QS. Al-Isra ayat 37:

وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًا ۖاِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْاَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُوْلًا

Artinya: Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.

Dalam QS. Luqman ayat 18-19, Luqman Al-Hakim juga menasihati anaknya untuk tidak memalingkan muka dari manusia karena sombong dan tidak berjalan dengan angkuh. Ayat ini menegaskan bahwa kesombongan adalah sifat yang dibenci Allah.

Rasulullah SAW juga menegaskan keutamaan tawadhu dalam hadits yang diriwayatkan Muslim: Tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya. Hadits ini menunjukkan bahwa rendah hati justru menjadi jalan untuk mendapat kemuliaan dari Allah SWT.

Perlu dipahami bahwa tawadhu berbeda dengan rendah diri yang negatif. Tawadhu adalah sikap sadar akan posisi diri di hadapan Allah, sementara rendah diri yang negatif cenderung melemahkan semangat dan kepercayaan diri.

Keutamaan dan Manfaat Sikap Rendah Hati dalam Kehidupan

Sikap rendah hati membawa banyak keutamaan, baik secara spiritual maupun sosial. Di sisi spiritual, orang yang tawadhu akan mendapat kecintaan Allah SWT dan diangkat derajatnya. Orang-orang yang rendah hati juga dicintai oleh sesama manusia karena sikap mereka yang tidak menyombongkan diri.

Menariknya, tawadhu juga menjadi ciri khas hamba-hamba Allah yang bertakwa. Mereka yang merendahkan diri di hadapan Allah akan mendapat ganjaran pahala yang berlipat ganda di akhirat kelak.

Dalam kehidupan sosial, sikap rendah hati memudahkan interaksi dan komunikasi dengan orang lain. Orang yang tawadhu cenderung lebih mudah diterima dalam pergaulan karena tidak menunjukkan sikap superioritas. Sikap ini juga menghilangkan rasa takabur yang menjadi penghalang dalam menerima ilmu dan hikmah.

Ada beberapa cara menerapkan sikap rendah hati dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, tidak membanggakan diri atas prestasi atau harta yang dimiliki. Kedua, menghormati semua orang tanpa memandang status sosial mereka. Ketiga, mau mendengarkan nasihat dan kritik dengan lapang dada.

Keempat, berbicara dengan lemah lembut dan penuh kesantunan. Kelima, berjalan dengan tenang tanpa menunjukkan sikap angkuh atau sombong. Semua cara ini dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Sebaliknya, takabur atau kesombongan adalah sifat yang sangat dibenci Allah SWT. Dalam sebuah hadits, Rasulullah menyebutkan bahwa tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan meskipun hanya seberat biji sawi. Kisah Iblis yang terlaknat karena sombong menolak perintah Allah juga menjadi pelajaran penting tentang bahaya takabur.

Oleh karena itu, menumbuhkan sikap rendah hati menjadi sangat penting bagi setiap Muslim. Dengan meneladani ajaran Al-Qur'an dan hadits, umat Islam dapat membangun karakter yang mulia dan dicintai Allah SWT.

Revewed: Doel Rohim, S.Hum.