Konten dari Pengguna

Keutamaan Sedekah dalam Perspektif Hadis

R

Ruang Kajian

Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Potret Membiasakan Sedekah Sejak Dini Foto by Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Potret Membiasakan Sedekah Sejak Dini Foto by Pexels

Sedekah menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Tidak hanya bermanfaat bagi penerima, sedekah juga membawa keberkahan luar biasa bagi yang memberi. Rasulullah SAW menyampaikan banyak hadis yang menjelaskan keutamaan sedekah, mulai dari pahala berlipat ganda hingga perlindungan di hari kiamat.

Dalam perspektif hadis, sedekah memiliki kedudukan istimewa karena mampu menghapus dosa, menolak bala, dan menjadi peneduh di hari akhir. Memahami hadis-hadis tentang sedekah dapat mendorong umat Islam untuk lebih rajin berbagi kepada sesama.

Pengertian dan Landasan Hadis tentang Sedekah

Secara bahasa, sedekah berasal dari kata shadaqa yang berarti benar atau jujur. Dalam istilah Islam, sedekah adalah pemberian harta atau kebaikan kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan duniawi. Berbeda dengan zakat yang bersifat wajib dan memiliki ketentuan tertentu, sedekah bersifat sukarela dan tidak terikat nisab.

Rasulullah SAW menyampaikan banyak hadis tentang keutamaan sedekah. Salah satunya diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah bersabda: "Sedekah tidak akan mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba yang pemaaf melainkan kemuliaan, dan tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah melainkan Allah akan mengangkat derajatnya." (HR. Muslim No. 2588).

Hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi menyebutkan: "Sesungguhnya sedekah dapat memadamkan murka Rabb dan menolak kematian yang buruk." (HR. Tirmidzi No. 664). Hadis ini menunjukkan bahwa sedekah memiliki kekuatan spiritual yang mampu melindungi dari berbagai keburukan.

Menurut Maftuhi Mamduh, dkk. dalam Tabsyir: Jurnal Dakwah Sosial Humaniora, Volume 6, No. 1, Tahun 2025, para ulama hadis sepakat bahwa hadis-hadis tentang keutamaan sedekah memiliki derajat sahih dan hasan. Hadis-hadis tersebut diriwayatkan melalui jalur yang kuat dan dapat dijadikan landasan dalam beramal.

Selain itu, Rasulullah juga menjelaskan bahwa sedekah bisa menjadi peneduh di hari kiamat. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, disebutkan: "Setiap orang berada di bawah naungan sedekahnya hingga diputuskan perkara di antara manusia." (HR. Ahmad No. 17333).

Keutamaan dan Manfaat Sedekah Berdasarkan Dalil Hadis

Salah satu keutamaan utama sedekah adalah pahala yang berlipat ganda. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang bersedekah dengan sesuatu yang senilai kurma dari harta yang baik, maka Allah akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya, kemudian Dia mengembangkannya untuk orang yang bersedekah itu sebagaimana salah seorang dari kalian mengembangkan anak kudanya, sehingga menjadi seperti gunung." (HR. Bukhari No. 1410 dan Muslim No. 1014).

Hadis ini menunjukkan bahwa sedekah yang diberikan dari harta halal dan terbaik akan mendapat balasan luar biasa dari Allah. Bahkan pahala sedekah bisa meningkat hingga 700 kali lipat atau lebih, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 261.

Di sisi lain, sedekah juga berfungsi sebagai obat dan penyembuh penyakit. Rasulullah bersabda: "Obatilah orang-orang sakit kalian dengan sedekah." (HR. Al-Baihaqi). Hadis ini mengisyaratkan bahwa sedekah memiliki dampak positif terhadap kesehatan, baik secara fisik maupun spiritual.

Menariknya, sedekah tidak harus selalu berupa harta. Rasulullah menjelaskan bahwa senyuman kepada saudara muslim juga termasuk sedekah. Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan: "Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah." (HR. Tirmidzi No. 1956). Bahkan menyingkirkan duri dari jalan, amar makruf nahi munkar, dan berbuat baik kepada sesama juga bernilai sedekah.

Mengenai sedekah yang dirahasiakan, Rasulullah menyebutkan dalam hadis: "Tujuh golongan yang mendapat naungan Allah di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, salah satunya adalah orang yang bersedekah dengan tangan kanannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan." (HR. Bukhari No. 1423 dan Muslim No. 1031).

Namun, sedekah terang-terangan juga memiliki keutamaan jika niatnya untuk memberi contoh kepada orang lain. Yang terpenting adalah adab dalam bersedekah, yakni tidak menyakiti perasaan penerima dan ikhlas semata-mata karena Allah.

Selain itu, sedekah juga dapat menambah rezeki dan umur yang berkah. Rasulullah bersabda: "Tidaklah sedekah itu mengurangi harta, dan barangsiapa yang berbuat baik kepada orang lain, maka Allah akan menambah kebaikan baginya." (HR. Muslim No. 2588).

Revewed: Doel Rohim, S. Hum.