Konten dari Pengguna

Keutamaan Silaturahmi dalam Islam dan Pahalanya

R

Ruang Kajian

Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Potret Silaturahmi di Hari Raya
zoom-in-whitePerbesar
Potret Silaturahmi di Hari Raya

Silaturahmi merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Menyambung tali kekeluargaan bukan sekadar tradisi sosial, melainkan ibadah yang memiliki nilai pahala besar di sisi Allah SWT.

Banyak hadis yang menjelaskan keutamaan silaturahmi, mulai dari melapangkan rezeki hingga memperpanjang umur. Memahami dalil dan hikmah di balik amalan ini dapat memotivasi umat Islam untuk lebih rajin menjalin hubungan baik dengan keluarga dan kerabat.

Pengertian Silaturahmi dalam Perspektif Islam

Secara bahasa, silaturahmi berasal dari kata shilah yang berarti menyambung dan rahim yang berarti kerabat atau hubungan kekeluargaan. Jadi, silaturahmi dapat diartikan sebagai upaya menyambung tali kekerabatan dengan keluarga dan orang-orang terdekat.

Dalam perspektif Islam, silaturahmi tidak hanya terbatas pada keluarga dekat saja. Ruang lingkupnya mencakup kerabat jauh, tetangga, teman, bahkan sesama muslim yang memiliki hubungan persaudaraan karena iman.

Silaturahmi berbeda dengan sekadar berkunjung biasa. Amalan ini dilakukan dengan niat ibadah, disertai keikhlasan untuk mempererat hubungan dan mendapat ridha Allah SWT.

Menurut Jurnal Keutamaan Menyambung Tali Silaturahmi Menurut Hadis karya Reni Marwiyanti, tahun 2023, silaturahmi adalah manifestasi akhlak mulia yang mencerminkan kepedulian sosial seorang muslim dalam kehidupan sehari-hari.

Dalil dan Pahala Silaturahmi Berdasarkan Hadis Nabi

Rasulullah SAW telah menjelaskan keutamaan silaturahmi dalam banyak hadis shahih. Salah satu hadis paling terkenal diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim:

Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.

Hadis tersebut menunjukkan bahwa silaturahmi membawa dua keberkahan utama, yaitu kelancaran rezeki dan keberkahan umur. Para ulama menjelaskan bahwa dipanjangkan umur bukan hanya berarti usia yang panjang secara fisik, tetapi juga keberkahan dalam waktu sehingga hidup lebih produktif dan penuh manfaat.

Selain itu, ada hadis lain yang menjelaskan balasan langsung dari Allah bagi orang yang menyambung atau memutuskan silaturahmi. Rasulullah SAW bersabda:

Siapa yang menyambung silaturahmi, maka Allah akan menyambungnya, dan siapa yang memutuskan silaturahmi, maka Allah akan memutuskannya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa hubungan manusia dengan Allah sangat dipengaruhi oleh cara ia memperlakukan keluarga dan kerabatnya. Jika seseorang rajin bersilaturahmi, Allah akan memberikan rahmat dan pertolongan-Nya. Sebaliknya, jika memutuskan hubungan, ia akan terputus dari rahmat Allah.

Berikut beberapa pahala besar yang bisa didapat dari rutin bersilaturahmi:

1. Mendapat keberkahan rezeki yang melimpah dari Allah SWT

2. Diperpanjang umur dengan keberkahan waktu dan produktivitas

3. Dikasihi oleh keluarga dan dicintai oleh Allah SWT

4. Mendapat pertolongan Allah di dunia dan akhirat

5. Dihapuskan dosa-dosa kecil yang pernah dilakukan

6. Dimasukkan ke dalam surga dengan mudah karena amalan yang mulia

Di sisi lain, Islam juga memberi peringatan keras bagi orang yang memutuskan silaturahmi. Mereka akan terputus dari rahmat Allah dan bahkan terhalang masuk surga. Ancaman ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga hubungan baik dengan keluarga.

Menariknya, silaturahmi juga membawa hikmah sosial yang luas. Amalan ini dapat memperkuat ukhuwah islamiyah, menciptakan masyarakat yang harmonis, serta menghilangkan permusuhan dan dendam di antara sesama muslim. Dengan rutin bersilaturahmi, hubungan sosial menjadi lebih hangat dan penuh kasih sayang.

Oleh karena itu, silaturahmi bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga investasi spiritual yang memberikan manfaat dunia dan akhirat.

Revewed: Doel Rohim, S.Hum.