Konten dari Pengguna

Khawarij: Sejarah, Ciri-ciri, dan Pemikiran Utama

R

Ruang Kajian

Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemandangan bentuk Piramida Djoser (Piramida Langkah) Saqqara, Kairo(Mesir). Foto by Istock
zoom-in-whitePerbesar
Pemandangan bentuk Piramida Djoser (Piramida Langkah) Saqqara, Kairo(Mesir). Foto by Istock

Khawarij adalah salah satu kelompok penting dalam sejarah Islam yang dikenal karena pandangan keagamaannya yang tegas dan sikap politik yang berbeda dari kelompok utama. Fenomena kemunculan Khawarij seringkali menjadi bahan diskusi para ahli sejarah dan agama. Untuk memahami peran dan pengaruh Khawarij, penting untuk menelusuri sejarah, ciri-ciri utama, serta pemikiran yang mereka anut.

Apa yang Dimaksud dengan Khawarij?

Khawarij memiliki sejarah yang panjang dalam dunia Islam. Kelompok ini muncul pada masa-masa awal setelah wafatnya Nabi Muhammad, khususnya pada periode perselisihan politik di antara umat Islam. Menurut penjelasan dalam buku Khawarij: Sekte yang Memecah Belah Umat Islam atau Aliran-Aliran Teologi Islam: Analisis Perbandingan (2000). karya Drs. Asmuni M. Yasir, Khawarij dikenal sebagai kelompok yang lahir dari perpecahan di tengah umat Islam pasca peristiwa arbitrase antara Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah.

Definisi dan Asal Usul Khawarij

Khawarij berasal dari kata “kharaja” yang berarti keluar. Nama ini diberikan karena kelompok ini memisahkan diri dari barisan Ali bin Abi Thalib setelah tidak menerima hasil arbitrase. Mereka menolak kompromi politik dan memilih jalur yang dianggap lebih sesuai dengan prinsip agama menurut pemahaman mereka.

Latar Belakang Kemunculan Khawarij dalam Sejarah Islam

Munculnya Khawarij erat kaitannya dengan konflik politik dan perebutan kekuasaan pada masa awal Islam. Ketegangan semakin memuncak ketika terjadi peristiwa pertempuran Siffin, di mana kelompok Khawarij menuntut keadilan dan berpegang teguh pada prinsip bahwa hanya Allah yang berhak menetapkan hukum. Mereka mengambil sikap tegas terhadap siapa saja yang dianggap keluar dari ajaran Islam.

Ciri-ciri Kaum Khawarij

Sebagai kelompok yang menonjol dalam sejarah, Khawarij memiliki karakteristik yang sangat khas. Ciri-ciri ini tidak hanya terlihat dalam keyakinan, tetapi juga perilaku sosial dan politik mereka. Seperti dijelaskan dalam Khawarij; Sejarah dan Perkembangannya, Khawarij dikenal sebagai kelompok yang sangat konsisten dengan prinsip dan sikap hidupnya.

Karakteristik Utama Khawarij

Salah satu ciri utama Khawarij adalah pola pikir yang hitam-putih dalam menilai keimanan seseorang. Mereka mudah menganggap seorang Muslim telah keluar dari Islam jika melakukan dosa besar. Selain itu, Khawarij dikenal sangat tekun dalam beribadah dan menjalankan ajaran agama secara literal.

Sikap Politik dan Keagamaan Khawarij

Dalam hal politik, Khawarij menolak kepemimpinan yang dianggap tidak adil atau menyimpang dari ajaran Islam versi mereka. Sikap ini membuat mereka seringkali bertentangan dengan penguasa yang sah pada masanya. Dalam keagamaan, mereka sangat ketat dalam menegakkan hukum dan tidak segan menganggap kafir pihak yang berbeda pendapat.

Contoh Perilaku Khawarij dalam Sejarah

Khawarij tercatat pernah melakukan tindakan ekstrem, seperti penyerangan terhadap individu yang dianggap menyimpang. Salah satu peristiwa yang paling dikenal adalah pembunuhan Ali bin Abi Thalib yang dilakukan oleh anggota Khawarij, sebagai bentuk protes atas kebijakan politiknya.

Pemikiran Utama Aliran Khawarij

Aliran Khawarij membawa sejumlah pemikiran yang berpengaruh dalam sejarah pemikiran Islam. Prinsip-prinsip mereka menjadi pembeda utama dari kelompok Islam lainnya. Berdasarkan karya Saleh, pemikiran Khawarij sangat menekankan pada kemurnian tauhid dan penolakan terhadap kompromi politik.

Prinsip-prinsip Aqidah Khawarij

Khawarij memegang teguh prinsip bahwa iman harus dibuktikan melalui amal perbuatan nyata. Bagi mereka, orang yang berbuat dosa besar dianggap keluar dari Islam. Pemahaman ini menjadi dasar bagi seluruh sikap dan tindakan mereka.

Sikap terhadap Kepemimpinan dan Pemerintahan

Sikap Khawarij terhadap pemerintahan sangat tegas. Mereka menolak kepemimpinan yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai Alquran. Menurut mereka, setiap Muslim berhak menjadi pemimpin selama mampu menegakkan keadilan dan kebenaran.

Pengaruh Pemikiran Khawarij dalam Sejarah Islam

Pemikiran Khawarij memberikan warna tersendiri dalam sejarah Islam, terutama dalam hal pengawasan terhadap penguasa. Gagasan mereka tentang keadilan dan kepemimpinan masih menjadi bahan perdebatan hingga kini, meski tidak lagi dalam bentuk yang ekstrem.

Perkembangan dan Pengaruh Khawarij di Dunia Islam

Seiring perjalanan sejarah, Khawarij mengalami banyak perubahan. Dinamika kelompok ini tercermin dalam berbagai faksi yang muncul di kemudian hari. Meski tidak lagi sekuat dulu, pengaruh mereka tetap terasa dalam wacana keislaman.

Perkembangan Aliran Khawarij dari Masa ke Masa

Khawarij sempat berkembang menjadi beberapa cabang, seperti Azariqah dan Ibadhiyah. Setiap cabang memiliki penafsiran dan praktik keagamaan yang berbeda-beda, meskipun tetap membawa semangat aslinya. Beberapa kelompok bahkan masih bertahan hingga era modern.

Warisan dan Pengaruh Khawarij dalam Pemikiran Islam Kontemporer

Warisan Khawarij terlihat dalam diskusi mengenai hubungan agama dan politik di dunia Islam. Beberapa prinsip mereka menjadi rujukan dalam pembahasan tentang keadilan sosial, meski pendekatan ekstrem mereka mendapat banyak kritik dari ulama lain.

Kesimpulan

Khawarij merupakan kelompok yang meninggalkan jejak penting dalam sejarah Islam, baik dari segi ciri-ciri, pemikiran, maupun pengaruhnya. Sikap tegas mereka dalam menegakkan prinsip agama menjadi pembeda utama dari kelompok lain, namun seringkali menimbulkan kontroversi.

Pemikiran Khawarij tentang kepemimpinan, keimanan, dan keadilan telah membentuk dinamika tersendiri dalam perjalanan sejarah umat Islam. Meskipun peran mereka kini tidak sebesar dulu, warisan pemikiran mereka tetap menjadi bahan diskusi hingga masa kini.

Reviwed by Doel Rohim S.Hum