Kisah Laut Merah dalam Islam: Pandangan, Sejarah, dan Mukjizat Nabi Musa
Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kisah Laut Merah menjadi salah satu cerita paling dikenal dalam sejarah Islam. Peristiwa ini berkaitan erat dengan mukjizat Nabi Musa dan menjadi simbol kekuasaan Allah yang nyata. Pembahasan mengenai Laut Merah memuat berbagai pelajaran penting, mulai dari sisi tafsir, sejarah, hingga pesan spiritual yang relevan hingga kini.
Pandangan Islam tentang Laut Merah
Laut Merah memiliki tempat khusus dalam tradisi Islam. Banyak tafsir Al-Qur’an menyoroti peristiwa terbelahnya laut ini sebagai salah satu mukjizat terbesar yang pernah terjadi di masa Nabi Musa. Menurut penelitian skripsi Fifie Resfi Dian Purnama Sari yang berjudul Kisah Terbelahnya Laut Merah dalam Al Quran (2021), Laut Merah memiliki makna simbolik dan historis penting dalam Islam, terutama dalam memperlihatkan hubungan antara kekuasaan Allah dengan perjuangan umat terdahulu.
Dalam Al-Qur’an, Laut Merah disebutkan dalam beberapa ayat yang membahas perjalanan Bani Israil bersama Nabi Musa. Para mufasir menjelaskan bahwa laut tersebut menjadi saksi nyata mukjizat, sekaligus pengingat tentang pertolongan Allah kepada hamba-Nya yang beriman dan teguh.
Makna dan Hikmah Laut Merah dalam Ajaran Islam
Peristiwa Laut Merah mengajarkan tentang pentingnya kepercayaan kepada Allah dalam menghadapi kesulitan. Umat Islam diajak untuk selalu yakin bahwa pertolongan Allah akan datang meski dalam situasi terjepit, seperti yang dialami Nabi Musa saat dikejar Firaun.
Menurut penelitian Fifie, Laut Merah tidak hanya bermakna secara fisik, tetapi juga sarat simbolisme yang menegaskan keajaiban wahyu serta keunikan kisah Nabi Musa dibandingkan mukjizat nabi lain.
Al-Qur’an memaparkan kisah Nabi Musa dan Bani Israil yang terdesak di tepi Laut Merah dengan sangat jelas. Peristiwa ini menjadi bukti nyata bagaimana Allah menolong umat-Nya dan menghancurkan kezaliman Firaun serta pasukannya.
Kisah Nabi Musa dan Bani Israil di Tepi Laut Merah
Ketika dikejar oleh Firaun, Nabi Musa dan kaumnya berada dalam posisi tersudut di tepi Laut Merah. Dalam kondisi genting tersebut, Nabi Musa tetap menunjukkan keyakinan penuh kepada Allah, walau sebagian pengikutnya sempat ragu.
Pada saat kritis itu, Allah memerintahkan Nabi Musa untuk memukulkan tongkatnya ke laut. Laut pun terbelah, memberikan jalan aman bagi Bani Israil untuk menyeberang. Momen ini menjadi inti mukjizat yang sangat monumental dalam sejarah Islam.
Berdasarkan analisis Fifie, perintah Allah kepada Nabi Musa untuk memukulkan tongkatnya ke laut merupakan bagian dari mukjizat yang menunjukkan kekuasaan dan i’jaz Al-Qur’an. Peristiwa tersebut membuktikan keajaiban yang mampu melampaui batas akal manusia.
Mukjizat Terbelahnya Laut Merah: Analisis I’jaz Al-Qur’an
Konsep i’jaz Al-Qur’an menjadi sangat menonjol dalam kisah Laut Merah. Mukjizat ini sering dijadikan contoh utama tentang bagaimana wahyu membawa pesan yang tak tertandingi oleh manusia.
I’jaz Al-Qur’an adalah keistimewaan wahyu yang tidak bisa ditiru atau dikalahkan manusia. Setiap kisah dalam Al-Qur’an, termasuk terbelahnya Laut Merah, memperlihatkan keunikan dan kedalaman pesan ilahi.
Mukjizat terbelahnya Laut Merah memperlihatkan bahwa Allah mampu menolong hamba-Nya dengan cara luar biasa. Hal ini menegaskan keesaan dan kekuasaan Allah atas segala sesuatu, tanpa batas ruang dan waktu.
Pesan Moral dan Spiritual bagi Umat Islam
Kisah ini mengajarkan pentingnya tawakal, keberanian, dan keyakinan. Selain itu, umat Islam diingatkan untuk tidak putus asa dalam menghadapi ujian, sebab pertolongan Allah selalu dekat bagi yang berserah diri.
Menurut Fifie dalam penelitiannya, mukjizat terbelahnya Laut Merah menjadi bukti nyata i’jaz Al-Qur’an yang tidak dapat ditandingi manusia dan menjadi pelajaran sepanjang zaman.
Kesimpulan dan Relevansi Kisah Laut Merah bagi Muslim Saat Ini
Kisah Laut Merah dalam Islam bukan sekadar catatan sejarah. Di dalamnya terkandung pesan tentang kekuatan iman, pentingnya kepercayaan kepada Allah, serta makna mukjizat sebagai bukti nyata kekuasaan-Nya. Melalui peristiwa ini, umat Islam diajak untuk mengambil pelajaran berharga, baik dalam kehidupan spiritual maupun sosial.
Nilai-nilai dari kisah Laut Merah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap optimis, tawakal, serta semangat untuk terus berjuang meski menghadapi tantangan berat adalah beberapa pesan yang dapat diaktualisasikan. Kisah ini tetap relevan, mengingat setiap orang pasti pernah menghadapi “Laut Merah” dalam kehidupannya masing-masing.
Reviwed by Doel Rohim S.Hum.