Madrasah Diniyah: Pengertian, dan Perbedaannya dengan Madrasah Ibtidaiyah
Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Madrasah diniyah menjadi bagian penting dari sistem pendidikan Islam di Indonesia. Lembaga ini berfokus pada pendalaman ilmu agama dan pembinaan karakter Islami, sehingga sering menjadi pilihan masyarakat yang ingin memperkuat pemahaman keislaman anak-anak. Namun, masih banyak yang bertanya tentang definisi, kesetaraan, dan perbedaan madrasah diniyah dengan madrasah ibtidaiyah.
Apa yang Dimaksud dengan Madrasah Diniyah?
Madrasah diniyah merupakan lembaga pendidikan nonformal yang menitikberatkan pada pengajaran ilmu-ilmu agama Islam. Dalam pelaksanaannya, madrasah diniyah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muslim yang memahami ajaran agama secara mendalam.
Madrasah diniyah adalah satuan pendidikan Islam yang memberikan pelajaran agama secara khusus di luar jam sekolah formal. Fokus pendidikannya meliputi Al Quran, fikih, akidah, akhlak, hingga sejarah Islam. Menurut buku Pedoman Penyelenggaraan Madrasah yang diterbitkan Kementrian Agama Indonesia tahun 2022 oleh Diniyah Takmiliyah oleh Aini Saadah, dkk, lembaga ini bertujuan memperkuat pengetahuan agama bagi peserta didik di lingkungan masyarakat.
Tujuan dan Fungsi Madrasah Diniyah
Selain sebagai tempat belajar agama, madrasah diniyah juga berfungsi membentuk perilaku dan karakter Islami. Lembaga ini membekali peserta didik dengan keterampilan membaca Al Quran, memahami tata cara ibadah, serta membiasakan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, madrasah diniyah berperan sebagai pelengkap pendidikan formal, khususnya dalam bidang keagamaan.
Penyelenggaraan madrasah diniyah diatur oleh pemerintah melalui regulasi Kementerian Agama. Dasar hukum tersebut mengacu pada Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional serta peraturan turunan yang mengatur pendidikan keagamaan. Keberadaan madrasah diniyah semakin diakui secara resmi sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional.
Madrasah Diniyah Setara dengan Apa?
Pembelajaran di madrasah diniyah memiliki jenjang dan tingkatan yang jelas, meskipun tidak sepenuhnya disamakan dengan sekolah formal. Kesetaraan madrasah diniyah perlu dipahami agar masyarakat dapat menentukan kebutuhan pendidikan anak secara tepat.
Madrasah diniyah terdiri dari beberapa jenjang, yaitu tingkat awal (ula), menengah (wustha), dan lanjutan (ulyah). Setiap jenjang memiliki kurikulum yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan peserta didik, mulai dari pengenalan dasar agama hingga pendalaman materi Islam yang lebih mendalam.
Kesetaraan Madrasah Diniyah dengan Pendidikan Formal
Berdasarkan pedoman dari Kementerian Agama (2022), jenjang madrasah diniyah tidak sepenuhnya setara dengan sekolah formal seperti madrasah ibtidaiyah atau sekolah dasar. Namun, beberapa daerah menerapkan kebijakan pengakuan setara pada jenjang tertentu sebagai pelengkap pendidikan agama. Hal ini memungkinkan lulusan madrasah diniyah mendapatkan pengakuan kompetensi keagamaan di masyarakat.
Madrasah diniyah dan madrasah ibtidaiyah memiliki perbedaan mendasar baik dari segi kurikulum, tujuan, maupun status kelembagaan. Pemahaman terhadap perbedaan ini membantu masyarakat menentukan pilihan pendidikan yang sesuai.
Madrasah diniyah menitikberatkan pengajaran agama seperti tafsir, hadis, dan bahasa Arab. Sementara itu, madrasah ibtidaiyah menggabungkan pelajaran umum seperti matematika, sains, dan bahasa Indonesia dengan materi agama. Kurikulum madrasah ibtidaiyah juga mengikuti standar nasional pendidikan dasar.
Perbedaan Fungsi dan Tujuan Pendidikan
Fungsi utama madrasah diniyah adalah memperdalam pemahaman agama dan membentuk karakter Islami. Sedangkan madrasah ibtidaiyah berfungsi sebagai lembaga pendidikan dasar yang menyiapkan peserta didik melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. Lain halnya dengan madrasah diniyah, yang lebih fokus pada penguatan nilai-nilai keislaman.
Seperti dijelaskan dalam Pedoman Penyelenggaraan oleh Aini Saadah, dkk, madrasah diniyah berstatus sebagai lembaga pendidikan nonformal dan umumnya diakui oleh masyarakat serta pemerintah daerah. Madrasah ibtidaiyah diakui sebagai lembaga pendidikan formal yang mengikuti sistem nasional dan memiliki ijazah resmi.
Kesimpulan
Madrasah diniyah memainkan peran penting dalam sistem pendidikan Islam di Indonesia. Lembaga ini memperkuat pembelajaran agama dan membina karakter Islami anak-anak, sehingga menjadi pelengkap yang efektif bagi pendidikan formal.
Meski tidak sepenuhnya setara dengan madrasah ibtidaiyah, madrasah diniyah tetap mendapat pengakuan di masyarakat. Memahami perbedaan antara keduanya membantu orang tua menentukan strategi pendidikan terbaik untuk anak.
Reviwed by Doel Rohim. S.Hum.