Konten dari Pengguna

Makna Ketuhanan: Konsep, Perbedaan Tuhan serta Nilai-Nilainya dalam Islam

R

Ruang Kajian

Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tangan Muslim berdoa dengan manik-manik doa di luar ruangan fotoby Istok
zoom-in-whitePerbesar
Tangan Muslim berdoa dengan manik-manik doa di luar ruangan fotoby Istok

Konsep ketuhanan dalam Islam menjadi pondasi utama bagi seluruh aspek kehidupan umat Muslim. Keyakinan terhadap Tuhan yang satu, atau tauhid, bukan sekadar aspek ritual, tetapi juga menjadi pedoman moral dan sosial.

Menurut kajian yang berjudul Konsep Ketuhanan Menurut Islam dalam Perspektif Tauhid dan Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari (Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam (JPAI) Vol. 5, No. 1Th. 2019) oleh Imam Ghozali, pemahaman mengenai ketuhanan sangat penting untuk membentuk karakter dan perilaku setiap individu.

Definisi Ketuhanan dalam Islam

Ketuhanan dalam Islam diartikan sebagai pengakuan pada keberadaan Tuhan yang Maha Esa, sebagaimana ditegaskan dalam Al Quran. Kepercayaan ini menjadi inti dari syahadat, yaitu pengakuan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Konsep ini menegaskan bahwa segala sesuatu di muka bumi terjadi atas kehendak dan kekuasaan-Nya.

Menurut Imam Ghozali ketuhanan diartikan sebagai keyakinan terhadap keberadaan Tuhan yang bersifat Esa. Keyakinan ini tidak hanya diyakini secara lisan, namun juga harus tercermin dalam tindakan sehari-hari. Imam Ghozali juga menekankan bahwa pemahaman ini menjadi pondasi dalam membangun hubungan yang benar antara manusia dengan Sang Pencipta.

Ketuhanan Sebagai Dasar Tauhid

Tauhid menjadi landasan utama dalam ketuhanan menurut Islam. Semua ibadah dan perilaku sehari-hari berakar pada keyakinan ini. Tauhid mengajarkan bahwa setiap tindakan harus diniatkan hanya untuk Allah, dan tidak boleh ada sekutu dalam penyembahan. Nilai ini memberikan arah jelas dalam menjalani kehidupan, baik secara pribadi maupun bermasyarakat.

Tuhan dalam Islam merujuk pada Allah, Sang Pencipta yang memiliki semua sifat kesempurnaan. Allah dianggap sebagai sumber segala kebaikan, kekuasaan, dan keadilan. Nama dan sifat Allah juga disebutkan secara jelas dalam Al Quran, sehingga umat Muslim dapat mengenali karakteristik Tuhan yang mereka sembah.

Ketuhanan sebagai Konsep Universal

Ketuhanan adalah konsep yang lebih luas daripada sekadar pengakuan terhadap Tuhan sebagai dzat. Konsep ini mencakup seluruh hubungan manusia dengan Tuhan, serta bagaimana keyakinan tersebut diwujudkan dalam perilaku, etika, dan tata nilai yang dijalani setiap hari. Ketuhanan meliputi pemahaman, pengakuan, dan pengamalan nilai-nilai yang bersumber dari ajaran Ilahi.

Imam Ghozali menegaskan bahwa Tuhan adalah dzat yang disembah, sedangkan ketuhanan adalah sifat, konsep, dan hubungan manusia dengan Tuhan. Pandangan ini membantu membedakan antara objek penyembahan dan cara manusia berinteraksi dengan ajaran-Nya. Pemahaman ini penting agar pengamalan agama tidak hanya terbatas pada ritual, tetapi juga menyentuh aspek moral dan sosial.

Nilai-Nilai Ketuhanan dalam Kehidupan Sehari-hari

Nilai ketuhanan menjadi sumber utama pembentukan moral dan spiritual seseorang. Keyakinan terhadap Tuhan menumbuhkan sikap rendah hati, ikhlas, dan bertanggung jawab. Selain itu, nilai-nilai ini juga mendorong seseorang untuk selalu berbuat baik dan menjauhkan diri dari perbuatan tercela.

Ketuhanan tidak hanya berdampak pada urusan pribadi, tetapi juga pada perilaku sosial. Nilai ini mendorong terbentuknya masyarakat yang adil, jujur, dan saling menghormati. Ketika seseorang menyadari bahwa setiap perbuatannya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan, maka muncul dorongan kuat untuk berlaku adil dan jujur dalam setiap aspek kehidupan.

Dalam jurnal tersebut, dijelaskan bahwa penerapan konsep ketuhanan meliputi kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab sebagai wujud nyata tauhid dalam kehidupan. Nilai-nilai itu harus tercermin dalam sikap sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Dengan begitu, konsep ketuhanan tidak hanya menjadi keyakinan, tapi juga pedoman hidup yang nyata.

Kesimpulan

Ketuhanan menjadi inti ajaran Islam yang membentuk keyakinan, perilaku, serta arah hidup seseorang. Pemahaman yang benar tentang konsep ini mendorong terbentuknya karakter mulia dan perilaku sesuai nilai-nilai agama. Melalui ketuhanan, seseorang memperoleh kekuatan spiritual dan pedoman moral yang kuat.

Di tengah perubahan zaman, konsep ketuhanan tetap relevan sebagai panduan hidup. Nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab sangat dibutuhkan dalam membangun masyarakat yang harmonis. Dengan mengamalkan konsep ketuhanan, kehidupan modern tetap dapat dijalani tanpa kehilangan arah spiritual dan moral.

Reviwed by Doel Rohim S.Hum.