Konten dari Pengguna

Memahami Sorban: Penggunaan Sorban dalam Bingkai Kesalehan

R

Ruang Kajian

Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.

·waktu baca 4 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seorang perempuan menggunakan sorban. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Seorang perempuan menggunakan sorban. Foto: Pixabay

Sorban sering terlihat dalam berbagai aktivitas keagamaan. Aksesori kepala ini memiliki nilai lebih dari sekadar kain penutup, sebab sarat makna dalam kehidupan umat Islam. Banyak orang bertanya tentang apa yang dimaksud dengan sorban, bagaimana hukumnya, serta nama-nama sorban dalam tradisi Arab.

Apa yang Dimaksud dengan Sorban?

Sorban dikenal luas sebagai kain yang dililitkan di kepala, terutama oleh pria muslim. Fungsinya beragam, mulai dari pelindung panas hingga simbol keagamaan. Namun, sorban juga menyimpan sejarah panjang dan makna mendalam di balik penggunaannya.

Baca juga: Ramadhan: Ensiklopedia Lengkap Bulan Suci dalam Tradisi Islam dan Budaya Dunia

Definisi dan Sejarah Singkat Sorban

Sorban merupakan kain panjang yang dililitkan di kepala. Pada masa lalu, sorban berfungsi utama sebagai pelindung dari panas matahari dan debu gurun. Seiring waktu, sorban menjadi bagian penting dalam identitas masyarakat Timur Tengah dan Asia Selatan. Penggunaan sorban telah berkembang dari kebutuhan praktis menjadi simbol budaya dan agama.

Sorban dalam Tradisi Islam dan Budaya Arab

Dalam tradisi Islam, sorban kerap dikaitkan dengan kesalehan dan penghormatan terhadap ajaran Nabi Muhammad. Menurut Reza Bakhtiar Ramadhan dalam Jurnal Studi Islam: Penggunaan Sorban dalam Bingkai Kesalehan, sorban memiliki makna simbolis dalam kesalehan umat Islam. Selain itu, sorban juga dipakai dalam berbagai upacara keagamaan dan momen penting, terutama selama bulan Ramadhan. Di beberapa budaya Arab, sorban menjadi penanda status sosial maupun identitas kelompok.

Hukum Memakai Sorban dalam Islam

Banyak pertanyaan muncul seputar hukum memakai sorban dalam Islam. Sorban dianggap sebagai salah satu sunah yang pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad, namun bagaimana pandangan para ulama terkait hal ini?

Pandangan Ulama tentang Penggunaan Sorban

Sebagian besar ulama sepakat bahwa memakai sorban tidak diwajibkan dalam Islam. Meski sorban bukanlah kewajiban, namun dianjurkan sebagai bentuk mengikuti sunah Nabi. Artinya, sorban menjadi salah satu amalan yang mendatangkan pahala jika dilakukan, namun tidak berdosa bila ditinggalkan.

Sementara itu, Alquran sendiri tidak secara spesifik mengatur penggunaan sorban, melainkan menekankan pentingnya menutup aurat dan berpakaian sopan. Seperti hal dalam QS. Al-A'raf Ayat 26:

yâ banî âdama qad anzalnâ ‘alaikum libâsay yuwârî sau'âtikum warîsyâ, wa libâsut-taqwâ dzâlika khaîr, dzâlika min âyâtillâhi la‘allahum yadzdzakkarûn

Artinya: Wahai anak cucu Adam, sungguh Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan bulu (sebagai bahan pakaian untuk menghias diri). (Akan tetapi,) pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu merupakan sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Allah agar mereka selalu ingat (QS. Al-A'raf Ayat 26)

Sorban sebagai Identitas dan Simbol Kesalehan

Selain dipandang sebagai sunah, sorban kerap diidentikkan dengan tanda kesalehan seseorang. Banyak pemuka agama atau pengajar menggunakannya sebagai identitas keislaman. Sorban juga menjadi simbol penghormatan, terutama saat mengikuti shalat Jumat, khutbah, atau perayaan hari besar Islam. Meski begitu, makna sorban bisa bervariasi di antara komunitas muslim di berbagai negara.

Nama dan Jenis Sorban yang Digunakan Orang Arab

Sorban ternyata memiliki beragam nama dan bentuk di seluruh dunia Islam. Di Timur Tengah, setiap jenis sorban memiliki istilah dan ciri khas tersendiri.

Istilah Sorban di Dunia Arab

Dalam masyarakat Arab, sorban dikenal dengan sebutan ‘imamah’ atau ‘keffiyeh’. Istilah-istilah ini sering digunakan untuk membedakan tipe dan cara pemakaian sorban. Imamah biasanya merujuk pada sorban yang dililitkan dengan gaya formal, sedangkan keffiyeh lebih sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari.

Variasi Bentuk dan Cara Memakai Sorban

Ada berbagai variasi sorban yang digunakan oleh masyarakat Arab. Beberapa di antaranya berbentuk persegi dan dilipat membentuk segitiga sebelum dikenakan. Selain itu, motif dan warna sorban juga mencerminkan identitas daerah, suku, atau status sosial pemakainya. Cara melilit sorban pun berbeda-beda, tergantung pada tradisi lokal dan tujuan pemakaian.

Kesimpulan: Sorban dalam Kehidupan Muslim Kontemporer

Sorban tidak hanya sekadar kain penutup kepala, melainkan memiliki arti penting dalam budaya dan agama Islam. Penggunaan sorban sebagai sunah menjadi pilihan pribadi, sekaligus simbol identitas yang dihormati. Meskipun hukum memakai sorban tidak diwajibkan, kehadirannya tetap bermakna bagi banyak muslim, terutama pada momen-momen keagamaan seperti Ramadhan.

Di era modern, sorban terus digunakan dengan berbagai variasi dan maknanya tetap hidup di tengah masyarakat muslim. Baik sebagai simbol kesalehan, tradisi, maupun penanda identitas, sorban akan selalu menjadi bagian penting dalam kehidupan muslim.

Reviewed by Ajid Fuad Muzaki S.Th.I