Konten dari Pengguna

Mengapa Al-Maqdis Penting Bagi Umat Islam? Ini Alasannya

R

Ruang Kajian

Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto masjid al Aqsa by Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Foto masjid al Aqsa by Pexels

Baitul Maqdis atau yang lebih dikenal dengan sebutan Al-Aqsa memiliki tempat istimewa dalam sejarah dan keyakinan umat Islam. Tanah Palestina ini bukan sekadar lokasi geografis, melainkan saksi perjalanan spiritual yang menghubungkan umat Muslim dengan para nabi terdahulu.

Memahami kedudukan Baitul Maqdis dapat membantu umat Islam mengenal lebih dalam nilai historis dan religius yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, penting untuk menelusuri mengapa tempat ini begitu mulia dalam pandangan Islam.

Kedudukan Al-Maqdis dalam Ajaran Islam

Baitul Maqdis menjadi kiblat pertama umat Islam sebelum Allah memerintahkan perpindahan arah kiblat ke Kakbah. Selama kurang lebih 16 hingga 17 bulan, Nabi Muhammad SAW dan para sahabat menghadap ke Baitul Maqdis saat melaksanakan shalat. Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya tempat tersebut dalam fase awal Islam.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 1 yang berbunyi: Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Ayat ini mengisahkan peristiwa Isra Miraj, perjalanan malam Rasulullah SAW dari Makkah menuju Baitul Maqdis, kemudian naik ke langit. Dari Masjidil Aqsa inilah perjalanan spiritual tersebut dimulai, menjadikannya tempat bersejarah bagi seluruh umat Islam.

Menurut jurnal Kedudukan Penting Baitul Maqdis Bagi Umat Islam (Jurnal Penelitian Medan Agama, Vol. 12 No. 1 (2021) karya Amir Sahidin, Masjidil Aqsa termasuk dalam tiga masjid yang dianjurkan untuk diziarahi. Rasulullah SAW bersabda: Tidak boleh bepergian kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsa. Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, menandakan keutamaan tempat ini dalam ibadah.

Selain itu, nilai pahala shalat di Masjidil Aqsa setara dengan 500 kali lipat dibanding shalat di masjid biasa. Angka ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan spiritual tempat tersebut di mata Allah SWT.

Baitul Maqdis juga memiliki hubungan erat dengan para nabi sebelum Muhammad SAW, seperti Nabi Ibrahim, Daud, Sulaiman, dan Isa AS. Tempat ini dikenal sebagai ardun mubarakah atau tanah yang diberkahi, sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran.

Dimensi Historis Kepentingan Baitul Maqdis Bagi Umat Islam

Sejarah Baitul Maqdis tidak lepas dari peran Nabi Sulaiman AS yang membangun Masjidil Aqsa sebagai tempat ibadah kepada Allah. Pembangunan ini menjadi tonggak penting yang menandai kesucian tanah tersebut sejak zaman dahulu.

Pada tahun 638 Masehi, Khalifah Umar bin Khattab menaklukkan Baitul Maqdis secara damai melalui perjanjian dengan Patriark Sophronius. Perjanjian ini menjamin keamanan penduduk lokal, termasuk melindungi tempat ibadah mereka. Umar bahkan menolak untuk shalat di dalam Gereja Holy Sepulchre agar tidak menimbulkan klaim Muslim atas gereja tersebut di masa depan. Sikap ini mencerminkan toleransi tinggi yang diajarkan Islam.

Setelah penaklukan tersebut, Baitul Maqdis mengalami masa kejayaan di bawah pemerintahan Islam selama berabad-abad. Tempat ini menjadi pusat peradaban, pendidikan, dan kebudayaan yang maju. Namun, periode damai ini sempat terganggu saat terjadinya Perang Salib yang melibatkan konflik panjang antara umat Islam dan pasukan Kristen Eropa.

Pembebasan Baitul Maqdis kembali terjadi pada tahun 1187 Masehi oleh Sultan Salahuddin Al-Ayyubi. Menariknya, setelah merebut kembali kota tersebut, Salahuddin tidak membalas dendam kepada penduduk Kristen. Ia justru menunjukkan sikap mulia dengan membiarkan mereka pergi dengan aman.

Warisan peradaban Islam di Baitul Maqdis masih terlihat hingga kini melalui bangunan bersejarah, arsitektur masjid, dan sistem pendidikan yang pernah berkembang pesat. Semua ini menjadi bukti nyata bahwa Baitul Maqdis bukan hanya simbol religius, tetapi juga representasi persatuan umat Islam lintas generasi.

Revewed by Doel Rohim S.Hum.