Mengenal Kitab Bustanussalatin: Karya Nuruddin ar-Raniri dari Kesultanan Aceh
Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kitab Bustanussalatin merupakan salah satu karya sastra dan keilmuan penting dari Kesultanan Aceh. Kitab ini tidak hanya menjadi rujukan bidang sejarah, tetapi juga memuat ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kehidupan. Melalui tulisan ini, kita akan mengenal lebih dekat isi dan pengaruh Bustanussalatin, serta peran pentingnya dalam peradaban Melayu.
Apa Itu Kitab Bustanussalatin?
Menurut buku Bustanussalatin (1980) suntingan Prof Teuku Iskandar Bustanussalatin ini adalah karya besar Nuruddin ar-Raniri yang ditulis pada masa kejayaan Kesultanan Aceh. Kitab ini memadukan unsur sejarah, agama, dan ilmu pengetahuan dalam satu naskah. Karya ini sangat berpengaruh bagi masyarakat Aceh dan kawasan Melayu pada abad ke-17.
Bustanussalatin terdiri atas beberapa bab dan fasal yang membahas beragam tema. Selain sejarah raja-raja Melayu dan Aceh, kitab ini juga menggambarkan pemikiran keagamaan serta pengetahuan praktis yang berkembang pada zamannya.
Latar Belakang Penulisan Bustanussalatin
Kitab Bustanussalatin ditulis pada masa Kesultanan Aceh, saat ilmu pengetahuan dan agama berkembang pesat. Tujuan penulisan kitab ini adalah menjadi pedoman dan sumber pengetahuan bagi masyarakat, sekaligus memperkuat tradisi keilmuan di istana.
Bustanussalatin ditulis oleh Nuruddin ar-Raniri, seorang ulama besar yang berasal dari Gujarat dan menetap di Aceh. Ia dikenal karena perannya dalam pengembangan ilmu agama serta literasi di Kesultanan Aceh. Menurut catatan dalam kitab tersebut, Nuruddin ar-Raniri menulis Bustanussalatin atas permintaan Sultan Iskandar Tsani.
Penulisan kitab ini berlangsung di bawah perlindungan Sultan Iskandar Tsani pada tahun 1638 M. Saat itu, Aceh menjadi pusat ilmu pengetahuan di kawasan Melayu, sehingga karya seperti Bustanussalatin lahir sebagai bagian dari tradisi keilmuan istana. Kitab ini memperkuat posisi Aceh sebagai pusat intelektual dan budaya.
Isi dan Struktur Kitab Bustanussalatin
Bustanussalatin memiliki struktur yang teratur, terdiri atas bab dan fasal dengan tema-tema yang beragam. Setiap bab mengurai topik tertentu, mulai dari sejarah, agama, hingga ilmu pengetahuan praktis yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kitab ini terdiri dari tujuh bab utama. Masing-masing bab dibagi lagi menjadi beberapa fasal. Setiap fasal membahas topik spesifik, seperti silsilah raja, prinsip keagamaan, hingga pengetahuan duniawi. Struktur ini memudahkan pembaca untuk memahami isi kitab secara sistematis.
Dalam bab ketujuh fasal ketiga, Bustanussalatin membahas ilmu tashrih (anatomi) dan ilmu tibb (kedokteran). Nuruddin ar-Raniri menjelaskan pentingnya memahami tubuh manusia dan kesehatan sebagai bagian dari pengetahuan yang bermanfaat. Ia juga merujuk pada prinsip-prinsip ilmu pengobatan yang berkembang pada masa itu, sehingga menambah dimensi praktis dalam kitab ini.
Menurut Tengku Iskandar dalam naskah Bustanussalatin Bab Ketujuh Fasal Ketiga, terdapat penjelasan rinci tentang pembagian anggota tubuh manusia dan cara menjaga kesehatan. Salah satu kutipannya menyebutkan, “Maka diketahui oleh manusia akan keajaiban ciptaan Allah pada dirinya, dan dengan itu ia dapat menjaga kesehatannya.” Kutipan tersebut menunjukkan integrasi antara pengetahuan medis dan nilai keagamaan.
Pengaruh dan Nilai Bustanussalatin bagi Kesultanan Aceh
Kitab Bustanussalatin memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan keilmuan dan peradaban Melayu. Selain sebagai sumber sejarah, kitab ini juga menjadi inspirasi bagi penulis-penulis berikutnya di kawasan Nusantara.
Dalam hal ini kitab Bustanussalatin berperan penting dalam memperluas wawasan masyarakat Aceh terhadap ilmu pengetahuan dunia. Karya ini mencerminkan semangat intelektual yang diusung oleh Kesultanan Aceh pada masa itu. Selain itu, kitab ini menjadi rujukan utama dalam pengajaran di lingkungan istana dan pesantren.
Relevansi Bustanussalatin dalam Sejarah Melayu
Di kawasan Melayu, Bustanussalatin dikenal sebagai salah satu karya sastra dan keilmuan paling berpengaruh. Kitab ini tidak hanya mendokumentasikan sejarah, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan keagamaan masyarakat Melayu. Sampai hari ini, isi Bustanussalatin masih menjadi bahan kajian di dunia akademis dan budaya.
Akhirnya bisa disimpulan bahwa kitab Bustanussalatin menjadi salah satu karya penting dalam sejarah keilmuan Nusantara. Kitab ini menyatukan sejarah, agama, dan ilmu pengetahuan dalam satu naskah yang komprehensif. Pengaruh Bustanussalatin terlihat dari perannya dalam memperkuat tradisi keilmuan di Kesultanan Aceh dan kawasan Melayu.
Melalui pembahasan ilmu tashrih dan tibb, Bustanussalatin menunjukkan betapa pentingnya pengetahuan praktis bagi kehidupan masyarakat. Karya ini tetap relevan untuk dipelajari, baik sebagai sumber sejarah maupun inspirasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Reviwed by Doel Rohim S.Hum