Konten dari Pengguna

Metode Sorogan dalam Tradisi Pembelajaran Islam

R

Ruang Kajian

Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seseorang mengaji foto by Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Seseorang mengaji foto by Pixabay

Dalam tradisi pesantren, metode sorogan dikenal sebagai salah satu cara pembelajaran klasik yang masih dipraktikkan hingga sekarang. Banyak santri mengenal metode sorogan karena pendekatannya yang personal dan efektif dalam memperdalam pemahaman agama, termasuk kitab kuning dan Al Quran. Untuk memahami metode sorogan lebih lanjut, penting menelaah bagaimana teknik ini bekerja, perbedaannya dengan metode wetonan, serta dampaknya dalam pembelajaran kitab kuning.

Pengertian Metode Sorogan

Metode sorogan menjadi salah satu strategi utama dalam pembelajaran keagamaan di pesantren. Cara ini menekankan pembelajaran tatap muka antara guru dan murid secara individual, sehingga pengawasan dan bimbingan berlangsung intensif. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Iys Nur Handayani, Metode Sorogan dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al Quran, (Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini, Vol. 3, No. 2, th. 2018), pada Anakmetode ini telah terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Alquran pada anak.

Definisi Metode Sorogan Menurut Para Ahli

Metode sorogan adalah proses belajar di mana santri membaca atau mempresentasikan materi secara langsung di hadapan guru. Guru akan membenarkan, meluruskan, serta memberikan penjelasan secara langsung terhadap bacaan murid. Cara ini memungkinkan pembelajaran berjalan lebih personal sesuai kebutuhan setiap santri.

Tujuan dan Karakteristik Utama Metode Sorogan

Sorogan bertujuan membentuk kemandirian dan ketelitian dalam memahami teks agama. Ciri khas utama metode ini adalah proses belajar bersifat satu per satu, sehingga guru bisa memantau perkembangan dan kendala murid secara spesifik. Dalam praktiknya, sorogan mengajarkan disiplin dan kesungguhan dalam mempelajari kitab kuning maupun Al Quran.

Perbedaan Metode Sorogan dan Wetonan

Banyak pesantren di Indonesia menerapkan dua metode sekaligus, yaitu sorogan dan wetonan. Meski sama-sama digunakan dalam pembelajaran agama, masing-masing memiliki pendekatan dan tujuan yang berbeda.

Penjelasan Metode Wetonan

Wetonan adalah metode belajar kelompok di mana seorang guru membacakan kitab atau materi pelajaran secara langsung di depan banyak santri. Santri mendengarkan, mencatat, dan bertanya bila ada hal yang belum dipahami. Metode ini lebih menekankan pada penyampaian materi secara massal.

Tabel Perbandingan: Sorogan vs Wetonan

Sorogan:

  • Proses belajar individual (satu murid, satu guru)

  • Guru membimbing langsung bacaan murid

  • Cocok untuk memperdalam pemahaman detail dan memperbaiki kesalahan

Wetonan:

  • Proses belajar massal (satu guru, banyak murid)

  • Guru membacakan materi, murid menyimak

  • Efisien dalam menyampaikan pelajaran kepada banyak orang sekaligus

Keunggulan dan Kekurangan Masing-Masing Metode

Sorogan unggul dalam membangun pemahaman mendalam dan memperbaiki bacaan secara spesifik. Namun, metode ini memerlukan waktu lebih banyak karena dilakukan satu per satu. Sementara itu, wetonan lebih efisien untuk kelompok besar, tetapi pengawasan terhadap pemahaman dan bacaan setiap individu menjadi lebih terbatas.

Penerapan Metode Sorogan pada Kitab Kuning

Kitab kuning menjadi bagian tak terpisahkan dari pembelajaran Islam di pesantren. Penggunaan metode sorogan dalam mempelajari kitab kuning telah menjadi tradisi turun-temurun yang masih relevan hingga kini.

Proses Pembelajaran Kitab Kuning dengan Sorogan

Santri membawa kitab kuning yang akan dipelajari secara langsung kepada guru. Bacaan santri dikoreksi, dijelaskan, dan diperdalam maknanya. Guru juga membimbing dalam memahami makna kata, struktur kalimat Arab, hingga kandungan hukum agama dari kitab tersebut.

Dampak Metode Sorogan terhadap Kemampuan Membaca Alquran Anak

Penerapan metode sorogan mampu membangun kepercayaan diri dan ketelitian dalam membaca Alquran. Karena bimbingan berlangsung secara personal, setiap kesalahan dapat langsung diperbaiki dan pemahaman akan ayat-ayat suci semakin kuat.

Menurut penelitian Metode Sorogan dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Alquran pada Anak oleh Iys Nur Handayani, terbukti bahwa metode ini dapat meningkatkan kemampuan membaca Alquran anak secara signifikan karena adanya interaksi langsung antara guru dan murid, serta koreksi yang bersifat real-time.

Kesimpulan

Metode sorogan memiliki peran penting dalam tradisi pendidikan Islam, khususnya di pesantren. Dengan keunggulan berupa pendekatan individual, metode ini mampu meningkatkan pemahaman kitab kuning dan kemampuan membaca Al Quran secara efektif. Perbedaan mencolok antara metode sorogan dan wetonan terletak pada cara penyampaian dan intensitas pengawasan terhadap murid.

Penerapan metode sorogan dalam pembelajaran kitab kuning dan Alquran memberikan manfaat jangka panjang, terutama dalam membangun kemandirian dan ketelitian belajar. Dengan demikian, metode ini masih menjadi pilihan utama dalam mendidik generasi penerus yang memahami agama dengan baik.

Reviwed by Doel Rohim S.Hum