Konten dari Pengguna

Modest Fashion dalam Islam: Pandangan Al-Qur’an dan Tafsir Modern

R

Ruang Kajian

Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pasar yang menjual baju-baju perempuan. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Pasar yang menjual baju-baju perempuan. Foto: Pixabay

Perkembangan modest fashion semakin terasa di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Istilah ini sering terhubung dengan gaya berpakaian sopan yang tetap menonjolkan identitas dan nilai-nilai Islam. Konsep modest fashion dalam Islam tidak hanya sekadar tren, melainkan bagian dari ajaran yang berpijak pada Al-Qur’an dan penafsiran para ulama.

Konsep Modest Fashion dalam Islam

Modest fashion dalam Islam merujuk pada cara berpakaian yang memenuhi standar kesopanan sebagaimana diatur dalam ajaran agama. Menurut Farah Nurfadhilah dalam penelitian berjudul Modest Fashion Dalam Perspektif Al-Quran, modest fashion adalah gaya berpakaian yang menjaga aurat dan menyesuaikan diri dengan norma syariat, tanpa meninggalkan unsur estetika dan keindahan.

Baca juga: Ramadhan: Ensiklopedia Lengkap Bulan Suci dalam Tradisi Islam dan Budaya Dunia

Pengertian Modest Fashion Menurut Al-Qur’an

Modest fashion memiliki makna khusus dalam Al-Qur’an. Pakaian tidak hanya berfungsi melindungi tubuh, tetapi juga mencerminkan kepribadian dan akhlak seseorang. Ayat-ayat seputar aurat dan busana menegaskan pentingnya menjaga kehormatan serta adab dalam berpenampilan.

Landasan Syariat Berpakaian Sopan

Syariat Islam menekankan batasan aurat bagi laki-laki maupun perempuan. Selain itu, busana yang digunakan tidak boleh transparan, terlalu ketat, atau menarik perhatian berlebihan. Prinsip ini menjaga agar penampilan tetap sopan, sekaligus memberikan ruang untuk mengekspresikan diri secara positif.

Jenis Pakaian yang Diperbolehkan dalam Islam

Jenis pakaian yang diperbolehkan dalam Islam mengacu pada ketentuan syar’i yang bersumber dari Al-Qur’an dan diperjelas oleh para ahli tafsir. Setiap muslim dan muslimah dianjurkan untuk memakai pakaian yang menutupi aurat dan tidak menimbulkan fitnah di lingkungan sosial.

Kriteria Pakaian Syar’i bagi Muslim dan Muslimah

Pakaian syar’i bagi wanita biasanya meliputi hijab, gamis, atau busana longgar yang menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Sedangkan untuk pria, batasan aurat adalah antara pusar hingga lutut. Kain yang dikenakan sebaiknya tidak tipis, tidak memperlihatkan bentuk tubuh, dan tidak mengundang perhatian yang berlebihan.

Perbedaan Penafsiran Wahbah al-Zuhaili dan M. Quraish Shihab

Berdasarkan penelitian Farah Nurfadhilah berjudul Modest Fashion Dalam Perspektif Al-Quran, pakaian yang diperbolehkan menurut penafsiran Wahbah al-Zuhaili adalah yang benar-benar menutup aurat, sederhana, serta tidak menyerupai busana lawan jenis.

Sementara menurut M. Quraish Shihab, pakaian syar’i juga harus mempertimbangkan norma sosial dan budaya selama tidak melanggar prinsip dasar syariat. Dengan begitu, pilihan busana tetap bisa disesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai agama.

Hukum Fashion Show dalam Islam

Fenomena fashion show atau pertunjukan busana kian marak digelar, termasuk yang menampilkan koleksi modest fashion. Namun, dalam Islam, praktik ini perlu memenuhi syarat tertentu agar tidak keluar dari koridor syariat.

Perspektif Al-Qur’an tentang Pertunjukan Busana

Al-Qur’an memang tidak menyebutkan secara spesifik tentang fashion show. Namun, prinsip yang ditekankan adalah menjaga adab, tidak mempertontonkan aurat, dan tidak menimbulkan fitnah. Setiap aktivitas yang berpotensi melanggar nilai-nilai tersebut sebaiknya dihindari.

Syarat Fashion Show yang Diperbolehkan

Fashion show diperbolehkan selama pesertanya tetap menjaga aurat, tidak memperlihatkan bagian tubuh yang dilarang, serta tidak memicu syahwat penonton. Selain itu, suasana pertunjukan harus kondusif, tidak mengandung unsur maksiat, dan dihadiri oleh audiens yang bisa menjaga pandangan. Syarat ini menjaga agar pertunjukan tetap berada dalam batas etika Islam.

Kesimpulan: Relevansi Modest Fashion dengan Nilai Islam Masa Kini

Modest fashion dalam Islam menjadi bagian penting dari identitas dan ekspresi diri seorang muslim. Prinsip dasarnya adalah menjaga aurat, kesopanan, dan tidak bertentangan dengan ajaran Al-Qur’an maupun penafsiran ulama. Dalam praktiknya, pilihan busana maupun kegiatan seperti fashion show tetap bisa dilakukan dengan syarat memenuhi aturan syariat.

Menariknya, modest fashion justru semakin relevan di tengah perubahan zaman. Gaya berpakaian ini mampu mengakomodasi kebutuhan spiritual dan sosial, sekaligus menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas. Dengan pemahaman yang tepat, setiap muslim dapat tetap berbusana modis tanpa meninggalkan nilai Islam.

Reviewed by Ajid Fuad Muzaki S.Th.I