Konten dari Pengguna

Mustasyar: Mengenal Pimpinan Tertinggi NU, Perbedaan Syuriah dan Tanfidziyah

R

Ruang Kajian

Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banser NU sedang berbaris Foto bay Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Banser NU sedang berbaris Foto bay Pixabay

Mustasyar memiliki peran penting dalam Nahdlatul Ulama sebagai bagian dari struktur kepemimpinan. Banyak yang ingin tahu bagaimana posisi mustasyar dibandingkan pimpinan lain, serta apa perbedaan antara syuriah dan tanfidziyah dalam organisasi ini. Artikel ini akan mengulas tuntas posisi mustasyar, perbedaan dua badan utama NU, hingga rincian tugas tanfidziyah.

Siapa Pimpinan Tertinggi Nahdlatul Ulama?

Struktur organisasi Nahdlatul Ulama dikenal luas di kalangan masyarakat muslim Indonesia. Dalam tubuh NU, posisi mustasyar memiliki peran sebagai penasehat tertinggi dan dihormati oleh seluruh jajaran. Menurut Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU hasil Keputusan Muktamar ke-34 di Lampung, struktur pimpinan tertinggi meliputi mustasyar, syuriah, dan tanfidziyah.

Pengertian Mustasyar dalam Struktur NU

Mustasyar adalah kelompok ulama dan tokoh senior yang berperan sebagai dewan penasehat di lingkungan NU. Mereka dipilih karena keilmuan, pengalaman, dan ketokohan dalam masyarakat. Mustasyar dapat memberikan arahan, pertimbangan, serta masukan strategis dalam pengambilan keputusan penting.

Hubungan Mustasyar dengan Rais ‘Aam dan Ketua Umum

Rais ‘Aam adalah pemimpin tertinggi Syuriah, sementara Ketua Umum berada di pucuk Tanfidziyah. Mustasyar berada di posisi penasehat bagi kedua badan ini, sehingga memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah kebijakan NU. Dengan demikian, setiap kebijakan strategis biasanya tetap meminta pertimbangan dari para mustasyar.

Dalam AD/ART Nahdlatul Ulama Keputusan Muktamar ke-34 NU di Lampung dijelaskan bahwa mustasyar menempati posisi khusus sebagai dewan penasehat, sedangkan Rais ‘Aam dan Ketua Umum menjalankan tugas eksekutif dan kepemimpinan struktural di Syuriah dan Tanfidziyah.

Apa Perbedaan Syuriah dan Tanfidziyah di NU?

Pembagian tugas antara Syuriah dan Tanfidziyah menjadi ciri khas tersendiri dalam struktur NU. Keduanya memiliki peran dan fungsi berbeda, namun saling melengkapi dalam menjalankan roda organisasi.

Definisi dan Fungsi Syuriah

Syuriah adalah badan yang memegang otoritas keagamaan di Nahdlatul Ulama. Anggotanya terdiri dari para ulama dan kiai yang diakui keilmuannya dalam bidang agama Islam. Syuriah bertanggung jawab menetapkan kebijakan keagamaan, fatwa, serta menjaga nilai-nilai ajaran Islam di lingkungan NU.

Definisi dan Fungsi Tanfidziyah

Tanfidziyah merupakan badan yang menjalankan fungsi eksekutif dan administratif. Anggotanya berasal dari kalangan profesional, pengurus, dan kader yang memiliki keterampilan manajerial. Tanfidziyah mengelola kegiatan harian, kebijakan organisasi, serta memastikan program kerja berjalan sesuai arahan Syuriah.

Perbedaan Utama antara Syuriah dan Tanfidziyah

Perbedaan utama terletak pada wewenang dan fokus kerja. Syuriah lebih banyak berperan di bidang keagamaan, sedangkan Tanfidziyah fokus pada manajemen dan pelaksanaan program. Dengan pembagian ini, NU dapat menjaga keseimbangan antara aspek agama dan administrasi organisasi.

Berdasarkan Buku Saku (AD/ART) NU 2022, Syuriah bertugas menetapkan kebijakan keagamaan dan menjaga kemurnian aqidah, sedangkan Tanfidziyah menjalankan keputusan yang telah ditetapkan oleh Syuriah serta mengelola seluruh aktivitas organisasi.

Apa Saja Tugas Tanfidziyah?

Tanfidziyah memegang peran penting sebagai penggerak organisasi. Tugasnya tidak hanya administratif, tetapi juga strategis dalam memastikan NU dapat melayani umat dan masyarakat luas.

Tugas Pokok Tanfidziyah Menurut (AD/ART)

Tanfidziyah bertanggung jawab melaksanakan keputusan yang dihasilkan Syuriah dan Mustasyar, serta mengelola administrasi, keuangan, dan program kerja organisasi. Selain itu, mereka wajib menjalankan hasil musyawarah dan menjaga sinergi antar bidang dalam NU.

Penjabaran Wewenang dan Tanggung Jawab Tanfidziyah

Wewenang Tanfidziyah meliputi pembentukan program kerja, pengelolaan sumber daya, serta pelaksanaan kebijakan. Tanfidziyah juga berwenang mengatur organisasi, membina anggota, serta menjaga hubungan baik dengan lembaga lain, baik di dalam maupun di luar NU.

Contoh Implementasi Tugas Tanfidziyah

Dalam praktiknya, Tanfidziyah sering terlibat dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan dakwah. Mereka mengkoordinasi pelatihan kader, pengelolaan zakat, serta program pemberdayaan ekonomi umat. Semua ini dilaksanakan agar visi dan misi NU tetap berjalan relevan di tengah masyarakat.

Mengacu pada Keputusan Muktamar ke-34 NU di Lampung, Tanfidziyah memiliki mandat jelas untuk memastikan semua kebijakan Syuriah dapat diimplementasikan secara efektif, serta menjaga kelancaran administrasi dan program organisasi.

Kesimpulan

Mustasyar adalah penasehat utama yang memegang peran kunci dalam struktur tertinggi Nahdlatul Ulama. Dengan demikian, posisi ini menjadi rujukan penting bagi Rais ‘Aam dan Ketua Umum dalam setiap keputusan besar. Sementara itu, Syuriah dan Tanfidziyah menjalankan tugas berbeda namun saling melengkapi, menjaga keseimbangan antara prinsip keagamaan dan pengelolaan organisasi.

Tanfidziyah menjadi ujung tombak pelaksanaan program dan administrasi di Nahdlatul Ulama. Seluruh tugas dan wewenang yang dimiliki Tanfidziyah sudah diatur secara jelas dalam AD/ART dan Keputusan Muktamar, sehingga peran mereka sangat vital bagi keberlanjutan NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.

Reviwed by Doel Rohim. S.Hum.