Konten dari Pengguna

Niat Shalat Sunnah Rawatib: Tata Cara untuk Ashar dan Dzuhur

R

Ruang Kajian

Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Umat muslim sedang menjalankan sholat di Masjid. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Umat muslim sedang menjalankan sholat di Masjid. Foto: Pixabay

Shalat sunnah rawatib menjadi amalan pendamping shalat wajib yang sering dianjurkan dalam Islam. Banyak orang mencari tahu bacaan niat shalat sunnah rawatib, terutama untuk waktu Ashar dan Dzuhur. Artikel ini membahas tata cara, bacaan niat, serta keutamaan shalat rawatib berdasarkan sumber terpercaya.

Pengertian Shalat Sunnah Rawatib

Shalat sunnah rawatib adalah shalat yang dikerjakan sebelum atau sesudah shalat wajib sebagai pelengkap ibadah harian. Banyak umat Islam meyakini bahwa rawatib dapat menjadi penambah pahala dan pelindung dari kekurangan dalam shalat wajib. Menurut buku 23 Shalat Sunnah Penjelasan dan Tata Cara Pelaksanaannya karya Arief Rachman Badrudin, shalat rawatib merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan karena keutamaannya.

Definisi dan Keutamaan Rawatib

Rawatib berarti shalat yang mengiringi shalat wajib, baik dilakukan sebelumnya (qabliyah) maupun sesudahnya (ba’diyah). Keutamaannya antara lain mendapatkan perlindungan dan tambahan pahala dari Allah SWT.

Dalil Anjuran Shalat Rawatib

Anjuran melaksanakan shalat rawatib didasarkan pada beberapa hadits Nabi Muhammad SAW yang menekankan pentingnya melengkapkan shalat wajib dengan shalat sunnah sebelum dan sesudahnya. Salah satu hadits yang menjadi dalil adalah:

“Barang siapa yang menjaga shalat sunnah sebelum dan sesudah shalat fardhu, maka dia akan mendapatkan tempat di surga yang penuh cahaya." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Shalat Sunnah Rawatib Ashar

Banyak yang bertanya mengenai pelaksanaan dan niat shalat sunnah rawatib ashar, apakah ada anjurannya dan bagaimana bacaan niatnya.

Apakah Ada Rawatib Sebelum atau Sesudah Ashar?

Shalat rawatib tidak dianjurkan dilakukan khusus sebelum atau sesudah Ashar. Namun, tetap dianjurkan memperbanyak shalat sunnah seperti qabliyah Ashar (sebelum Ashar) dua rakaat, meskipun tidak termasuk rawatib muakkad.

Niat Shalat Rawatib Dzuhur: Sebelum dan Sesudah

Shalat rawatib pada waktu Dzuhur dikenal paling banyak jumlah rakaatnya, baik sebelum maupun sesudah shalat wajib.

Jumlah Rakaat Rawatib Dzuhur

Pada umumnya, rawatib Dzuhur dilaksanakan empat rakaat sebelum Dzuhur dan dua rakaat setelahnya. Ini termasuk rawatib muakkad yang sangat dianjurkan.

Bacaan Niat Shalat Rawatib Sebelum Dzuhur

Niat shalat sunnah rawatib sebelum Dzuhur bisa dibaca:

Ushalli sunnatan qabliyata azh-zhuhri rak’ataini lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat shalat sunnah sebelum Dzuhur dua rakaat karena Allah Ta’ala.

Bacaan Niat Shalat Rawatib Sesudah Dzuhur

Bacaan niat shalat rawatib setelah dzuhur:

Ushalli sunnatan ba’diyata azh-zhuhri rak’ataini lillahi ta’ala.

Artinya: Saya niat shalat sunnah sesudah Dzuhur dua rakaat karena Allah Ta’ala.

Penutup: Praktik dan Keutamaan Melaksanakan Shalat Rawatib

Niat shalat sunnah rawatib untuk Ashar dan Dzuhur berbeda tergantung waktu pelaksanaannya. Bacaan niat cukup singkat, dilafalkan di dalam hati, dan menyesuaikan waktu shalat. Agar bisa rutin mengamalkan shalat sunnah rawatib, tentukan waktu khusus, baca niat dengan penuh keyakinan, dan pahami keutamaannya. Dengan disiplin, manfaat spiritual dari rawatib akan makin terasa dalam kehidupan sehari-hari.

Reviewed by Ajid Fuad Muzaki S.Th.I