Niat Shalat Tarawih: Panduan Praktis untuk Berjamaah dan Sendirian
Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Shalat tarawih menjadi salah satu ibadah yang banyak dinantikan saat Ramadan. Agar ibadah ini semakin bermakna, memahami niat shalat tarawih baik secara berjamaah maupun sendirian sangat penting. Berikut panduan ringkas dan praktis seputar niat shalat tarawih, beserta tata cara dan tips pelaksanaannya.
Pengertian dan Keutamaan Shalat Tarawih
Shalat tarawih dikenal sebagai ibadah sunnah yang dikerjakan pada malam-malam bulan Ramadan. Berdasarkan buku Tuntunan Singkat Shalat Tarawih dan Shalat Witir di Bulan Ramadhan karya Misbah Khussurur, M.S.I, shalat terawih memiliki keutamaan tinggi dan sangat dianjurkan untuk dikerjakan selama Ramadan. Pelaksanaan shalat tarawih memberikan kesempatan memperbanyak ibadah malam dan mempererat kebersamaan di bulan suci.
Definisi Shalat Tarawih
Shalat tarawih merupakan shalat sunnah yang dilakukan setelah shalat Isya selama Ramadan. Ibadah ini biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid, namun juga sah ketika dikerjakan sendiri di rumah.
Keutamaan Melaksanakan Shalat Tarawih di Bulan Ramadan
Melaksanakan shalat tarawih menjadi amalan khusus di bulan Ramadan. Keutamaannya antara lain memperoleh pahala besar, memperbanyak doa, dan meningkatkan kualitas spiritual. Selain itu, ibadah ini juga menjadi momen memperkuat hubungan dengan sesama muslim.
Niat Shalat Tarawih Berjamaah
Niat shalat tarawih berjamaah perlu dipahami agar ibadah menjadi sah dan khusyuk. Bacaan niat dapat disesuaikan baik ketika menjadi makmum maupun imam. Dalam buku Tuntunan Singkat Shalat Tarawih dan Shalat Witir di Bulan Ramadhan karya Misbah Khussurur, M.S.I dijelaskan, niat diucapkan sebelum takbiratul ihram.
Bacaan Niat Shalat Tarawih Berjamaah
Niat shalat tarawih berjamaah untuk makmum:
Ushollī sunnatat-tarāwīḥ rak‘ataini ma’mūman lillāhi ta‘ālā
Artinya: Saya niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta‘ala
Sedangkan untuk imam:
Ushollī sunnatat-tarāwīḥ rak‘ataini imāman lillāhi ta‘ālā
Artinya: Saya niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta‘ala.
Tata Cara Niat saat Menjadi Makmum dan Imam
Saat berjamaah, makmum menyebut status sebagai makmum, sedangkan imam menyesuaikan dengan posisinya. Niat dibaca dalam hati sesaat sebelum memulai shalat.
Bacaan Niat Shalat Tarawih Sendirian
Niat shalat tarawih sendirian:
Ushollī sunnatat-tarāwīḥ rak‘ataini (munfaridan) lillāhi ta‘ālā
Artinya: Saya niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat sendirian karena Allah Ta‘ala.
Tips Meluruskan Niat Shalat Tarawih
Menjaga niat menjadi kunci utama agar shalat tarawih benar-benar diterima sebagai ibadah. Selain bacaan, sikap batin saat berniat juga penting diperhatikan. Niat yang ikhlas berarti meluruskan tujuan hanya karena Allah, bukan karena ingin dilihat orang lain. Keikhlasan membuat ibadah terasa ringan dan penuh makna.
Memahami Lafal dan Tekad dalam Niat
Selain melafalkan niat, pastikan hati sepenuhnya mantap untuk melaksanakan shalat tarawih. Tekad dari dalam hati menjadi pelengkap bacaan niat yang diucapkan.
Kesimpulan
Niat shalat tarawih baik secara berjamaah maupun sendirian memiliki perbedaan pada lafal dan status pelaksanaannya. Memahami niat dapat membantu menjalankan ibadah dengan lebih yakin dan tenang. Dengan niat yang lurus dan ikhlas, shalat tarawih di bulan Ramadan akan menjadi amalan bermakna.
Reviewed by Ajid Fuad Muzaki S.Th.I