Konten dari Pengguna

Nuruddin Ar-Raniri: Biografi, dan Penentangan terhadap Ajaran Hamzah Fansuri

R

Ruang Kajian

Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seseorang berjalan di pelabuhan Foto by Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Seseorang berjalan di pelabuhan Foto by Pixabay

Nuruddin Ar-Raniri merupakan salah satu ulama besar yang mewarnai sejarah Islam di Nusantara, terutama di Aceh. Kiprahnya dikenal luas sebagai penulis produktif dan tokoh penting dalam dakwah Islam. Artikel ini mengulas profil, karya tulis, dan sikap kerasnya terhadap ajaran Hamzah Fansuri.

Profil Nuruddin bin Ali Ar-Raniri

Nuruddin Ar-Raniri dikenal sebagai ulama yang sangat berpengaruh pada masanya. Ia berasal dari keluarga terpelajar dan menempuh perjalanan intelektual yang cukup panjang sebelum akhirnya berkiprah di Aceh. Menurut artikel Pemikiran dan Gerakan Dakwah Syeikh Nuruddin Ar-Raniry (Jurnal Ilmiah Syi’ar, Vol. 18 No.1 Tahun 2018) oleh Musyaffa, kehadiran Ar-Raniri membawa perubahan besar dalam tradisi keilmuan dan dakwah Islam di kerajaan Aceh.

Latar Belakang Keluarga dan Asal Usul

Nuruddin Ar-Raniri lahir dari keluarga yang memiliki perhatian besar terhadap pendidikan agama. Lingkungan keluarganya turut membentuk pandangan keagamaannya yang tegas. Ia tumbuh dalam tradisi keilmuan yang kuat, sehingga sejak muda sudah akrab dengan pelajaran agama.

Perjalanan ke Aceh dan Pengangkatan sebagai Ulama Kerajaan

Perjalanan Ar-Raniri ke Aceh bermula dari dorongan untuk mencari pusat-pusat keilmuan Islam di Asia Tenggara. Setibanya di Aceh, reputasinya sebagai cendekiawan segera menarik perhatian istana. Ia pun diangkat sebagai ulama kerajaan dan dipercaya menjadi penasehat spiritual Sultan Iskandar Tsani.

Peran dan Pengaruh dalam Pemerintahan Sultan Iskandar Tsani

Keberadaan Nuruddin Ar-Raniri di lingkungan kerajaan memperkuat posisi ulama dalam pemerintahan. Ia aktif memberikan fatwa serta membimbing masyarakat melalui dakwah dan pengajaran. Perannya berdampak besar dalam menata kembali kehidupan keagamaan di Aceh pada masa itu.

Karya Tulis Nuruddin Ar-Raniri dan Pengaruhnya dalam Dunia Islam

Selain dikenal sebagai ulama, Nuruddin Ar-Raniri juga tercatat sebagai penulis yang sangat produktif. Ia menghasilkan banyak karya penting yang hingga kini masih sering dijadikan rujukan dalam studi Islam di Nusantara. Berdasarkan jurnal di Neliti, karya-karya Ar-Raniri memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan pemikiran Islam lokal.

Daftar Karya Tulis Terpenting Nuruddin Ar-Raniri

Beberapa karya monumental yang ditulis oleh Ar-Raniri antara lain:

  • Bustan as-Salatin

  • Tibyan fi Ma’rifat al-Adyan

  • Sirat al-Mustaqim

  • Asrar al-Insan

  • Durrat al-Faraid

Tema-tema Utama dalam Karya Nuruddin Ar-Raniri

Karya-karya Ar-Raniri banyak membahas soal akidah, tasawuf, hukum Islam, hingga sejarah. Ia menaruh perhatian besar pada pentingnya pemurnian ajaran dan penolakan terhadap praktik-praktik yang dianggap menyimpang. Selain itu, ia juga menulis tentang etika, kepemimpinan, dan peran ulama dalam masyarakat.

Dampak Karya Ar-Raniri Terhadap Pemikiran Islam di Nusantara

Tulisan-tulisannya menjadi rujukan utama bagi para ulama dan pelajar di wilayah Melayu. Gagasan Ar-Raniri turut membentuk pemahaman masyarakat tentang ajaran Islam yang moderat namun tegas dalam prinsip. Pemikirannya mendorong lahirnya tradisi intelektual Islam yang lebih sistematis di Aceh.

Penentangan Nuruddin Ar-Raniri terhadap Ajaran Hamzah Fansuri

Salah satu bab penting dalam kehidupan Ar-Raniri adalah penolakannya terhadap ajaran tasawuf Hamzah Fansuri. Ia menganggap terdapat perbedaan mendasar yang perlu diluruskan demi menjaga kemurnian ajaran Islam di wilayah Aceh.

Latar Belakang Perbedaan Pemikiran Tasawuf

Hamzah Fansuri dikenal membawa paham wahdatul wujud yang menekankan kesatuan antara makhluk dan Tuhan. Pemikiran ini mendapat kritik keras dari Ar-Raniri, yang menilai perlu ada batas tegas antara manusia dan Sang Pencipta. Perbedaan ini memicu perdebatan dalam tradisi keilmuan di Aceh.

Alasan Penolakan dan Kritik Ar-Raniri terhadap Wahdatul Wujud

Ar-Raniri menilai ajaran wahdatul wujud tidak sejalan dengan prinsip tauhid sebagaimana yang dijelaskan dalam Alquran. Ia menegaskan pentingnya menjaga kemurnian akidah dan menolak pemahaman yang berpotensi menimbulkan penyelewengan. Dalam karya Musyaffa, dijelaskan bahwa Ar-Raniri memandang ajaran Hamzah Fansuri bisa menyesatkan masyarakat.

Implikasi Penentangan terhadap Perkembangan Islam di Aceh

Penentangan Ar-Raniri berujung pada upaya pembaruan ajaran dan pembersihan literatur yang dianggap menyimpang. Langkahnya ini menimbulkan pergeseran besar dalam praktik tasawuf dan pemikiran keislaman di Aceh. Namun, perdebatan tersebut juga membuka ruang dialog dan dinamika intelektual yang berkembang hingga kini.

Kesimpulan

Nuruddin Ar-Raniri memberikan kontribusi besar dalam sejarah Islam di Nusantara, khususnya melalui karya tulis dan peranannya sebagai ulama kerajaan. Ia tegas menjaga kemurnian ajaran sambil tetap mendorong pengembangan ilmu pengetahuan.

Pemikiran dan strategi dakwah Ar-Raniri tetap relevan dalam konteks Islam kontemporer. Nilai-nilai yang ia usung menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya dalam menjaga prinsip dan etika keagamaan.

Revewed by Doel Rohim S.Hum.