Orang Fasik Adalah: Pengertian dan Sifat-Sifatnya dalam Al-Qur'an
Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memahami istilah fasik dalam Islam menjadi penting agar umat dapat mengenali perilaku yang perlu dihindari. Orang fasik adalah seseorang yang keluar dari ketaatan kepada Allah melalui perbuatan dosa besar, namun tidak sampai pada tingkat kekafiran.
Al-Qur'an menjelaskan karakteristik orang fasik secara rinci, terutama dalam QS. al-Baqarah ayat 26-27. Dengan mengenali sifat-sifat tersebut, setiap Muslim dapat memperbaiki diri dan menjaga ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.
Pengertian Orang Fasik Menurut Al-Qur'an
Kata fasik berasal dari bahasa Arab fasaqa yang secara harfiah berarti keluar dari ketaatan. Dalam terminologi agama, orang fasik adalah mereka yang melakukan dosa besar tetapi belum sampai pada tingkat kafir atau munafik.
Menurut skripsi karya Ahadi Syawal berjudul Sifat-Sifat Fasik dalam Al-Qur’an (Kajian Tahlili QS. al-Baqarah/2: 26–27) (2016) fasik berbeda dengan kafir yang mengingkari keimanan dan munafik yang menyembunyikan kekufuran di balik keislamannya. Orang fasik masih mengakui keimanannya, namun perilakunya menyimpang dari perintah Allah.
Al-Qur'an menjelaskan orang fasik dalam QS. al-Baqarah ayat 26-27. Allah berfirman:
Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka. Tetapi mereka yang kafir mengatakan: Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan? Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu pula banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik, yaitu orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah kepada mereka untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
Ayat ini turun sebagai respons terhadap orang-orang yang mempertanyakan perumpamaan Allah tentang nyamuk. Dalam konteks ini, Allah menjelaskan bahwa kesesatan hanya menimpa mereka yang fasik karena perbuatan mereka sendiri.
Sifat-Sifat Orang Fasik Berdasarkan QS. Al-Baqarah 26-27
QS. al-Baqarah ayat 27 menyebutkan tiga sifat utama orang fasik yang perlu diwaspadai. Memahami ketiga sifat ini dapat membantu umat Islam untuk menghindari perilaku yang menjerumuskan pada kefasikan.
1. Melanggar perjanjian dengan Allah
Sifat pertama adalah melanggar perjanjian dengan Allah setelah ikatan itu diteguhkan. Perjanjian ini mencakup komitmen tauhid dan ketaatan yang telah disepakati sejak fitrah manusia diciptakan.
Pelanggaran perjanjian bisa berupa meninggalkan kewajiban ibadah seperti salat, puasa, atau zakat. Selain itu, bisa juga berbentuk melanggar janji kepada sesama manusia yang sebenarnya juga merupakan bentuk ketaatan kepada Allah.
2. Memutuskan hubungan yang diperintahkan Allah
Sifat kedua adalah memutuskan apa yang Allah perintahkan untuk disambungkan. Ini mencakup memutus silaturahmi dengan keluarga, mengabaikan hak sesama Muslim, dan meninggalkan perintah berbuat baik.
Allah memerintahkan manusia untuk menjaga hubungan baik dengan sesama. Ketika seseorang memutus silaturahmi tanpa alasan yang dibenarkan syariat, ia telah menunjukkan sifat kefasikan yang perlu segera diperbaiki.
3. Membuat kerusakan di muka bumi
Sifat ketiga adalah membuat kerusakan di muka bumi. Kerusakan ini bisa berbentuk kerusakan moral seperti menyebarkan kemaksiatan, atau kerusakan sosial seperti menghasut perpecahan di masyarakat.
Perbuatan yang merusak tatanan kehidupan yang telah Allah ciptakan dengan baik termasuk dalam kategori ini. Menyeru kepada kebatilan atau merusak lingkungan juga merupakan bentuk ifsad fi al-ardh yang disebutkan dalam ayat.
Konsekuensi menjadi orang fasik sangat serius. Allah menegaskan dalam ayat tersebut bahwa orang fasik akan mendapat kesesatan sebagai akibat dari perbuatannya sendiri. Mereka juga disebut sebagai orang-orang yang rugi karena telah menyia-nyiakan potensi kebaikan yang Allah berikan.
Oleh karena itu, mengenali sifat-sifat fasik dapat menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk senantiasa menjaga ketaatan dan memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Revewed by Doel Rohim S.Hum.