Pakaian Ihram: Pengertian, Aturan Memakai, dan Ketentuan bagi Pria & Wanita
Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pakaian ihram merupakan bagian penting dari ibadah haji dan umrah. Setiap jamaah wajib memahami aturan serta makna di balik pakaian ihram agar pelaksanaan ibadah berjalan sesuai tuntunan. Artikel ini membahas pengertian, aturan, dan ketentuan pakaian ihram, termasuk perbedaan untuk pria dan wanita.
Pengertian Pakaian Ihram dalam Islam
Definisi Ihram secara Syariat
Pakaian ihram adalah busana khusus yang digunakan ketika seseorang memasuki niat haji atau umrah. Dalam syariat Islam, ihram tidak sekadar merujuk pada pakaian, tetapi juga pada kondisi suci dan niat menunaikan ibadah di tanah suci. Menurut penjelasan dalam buku IHRAM: Seri Fikih Haji & Umrah (2017), karya Ahmad Sarwat Lc. MA, ihram merupakan keadaan di mana seorang muslim membatasi diri dari beberapa hal yang dilarang selama pelaksanaan haji dan umrah.
Fungsi dan Makna Spiritual Pakaian Ihram
Pakaian ihram memiliki makna kesederhanaan dan persamaan di hadapan Allah. Seluruh jamaah, tanpa membedakan status sosial, mengenakan busana sederhana yang seragam. Hal ini bertujuan menciptakan suasana khidmat dan fokus pada ibadah. Selain itu, pakaian ihram menjadi simbol kesiapan untuk meninggalkan segala urusan duniawi selama beribadah.
Menurut Ahmad Sarwat, Lc. MA, penggunaan pakaian ihram menandai dimulainya larangan-larangan tertentu sesuai tuntunan syariat. Pada saat itu, seseorang telah memasuki fase sakral dalam menjalani ibadah haji atau umrah.
Aturan Memakai Pakaian Ihram: Bolehkah Pakai Celana Dalam?
Larangan Pakaian Jahit bagi Laki-laki
Bagi laki-laki, aturan berpakaian ihram sangat spesifik. Syariat melarang penggunaan pakaian yang dijahit atau berbentuk seperti baju, celana, serta penutup kepala. Jamaah laki-laki hanya diperbolehkan memakai dua lembar kain tak berjahit, yaitu satu untuk menutupi bagian bawah dan satu lagi untuk bagian atas tubuh.
Penjelasan Mengenai Celana Dalam saat Ihram
Berdasarkan penjelasan di buku Ihram, penggunaan celana dalam bagi laki-laki selama ihram juga dilarang. Hal ini karena celana dalam termasuk pakaian yang dijahit dan membentuk tubuh. Jamaah laki-laki perlu memastikan tidak memakai apapun yang tergolong pakaian jahit, baik di bagian luar maupun dalam.
Ketentuan Mengenai Pakaian Tambahan
Ada beberapa kelonggaran untuk benda tambahan seperti sabuk, dompet kecil, atau tas pinggang. Atribut tersebut diperbolehkan selama tidak menyerupai pakaian dan tidak digunakan untuk menutupi bagian tubuh yang wajib terbuka saat ihram. Fungsinya lebih pada menyimpan barang penting seperti uang atau dokumen.
Pakaian Ihram bagi Wanita: Ketentuan dan Perbedaannya
Batasan dan Pilihan Pakaian Ihram Wanita
Untuk wanita, syariat tidak mewajibkan bentuk pakaian ihram khusus. Jamaah perempuan tetap memakai pakaian yang menutup aurat sesuai ketentuan syariat, yaitu menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Warna dan bentuk baju bisa disesuaikan, namun diutamakan busana longgar dan tidak membentuk lekuk tubuh.
Perbedaan Ihram Pria dan Wanita
Menurut uraian oleh Ahmad Sarwat, Lc. MA, perbedaan utama terletak pada model dan aturan pakaian. Pria wajib memakai kain ihram tanpa jahitan, sedangkan wanita cukup mengenakan pakaian syar’i yang biasa. Selain itu, wanita tidak diperbolehkan memakai cadar atau sarung tangan selama ihram.
Tata Cara Berpakaian Ihram untuk Wanita
Wanita disarankan memilih baju yang nyaman dan mudah dipakai saat beraktivitas di tanah suci. Kain sebaiknya ringan namun tidak menerawang. Selain itu, wanita perlu memperhatikan kenyamanan dan keamanan, seperti memastikan pakaian tidak mudah tersingkap saat berjalan atau berdesakan di keramaian.
Kesimpulan
Pakaian ihram adalah simbol kesiapan dan kesucian dalam menjalankan ibadah haji serta umrah. Setiap jamaah, baik pria maupun wanita, wajib memahami aturan penggunaan pakaian ihram, termasuk larangan penggunaan pakaian jahit, celana dalam, dan atribut tertentu selama ihram.
Memahami aturan pakaian ihram sesuai syariat sangat penting agar ibadah sah dan diterima. Seperti dijelaskan dalam buku IHRAM: Seri Fikih Haji & Umrah, memberikan panduan jelas mengenai tata cara berpakaian ihram sehingga jamaah dapat menunaikan ibadah dengan tenang serta penuh kekhusyukan.
Reviwed by Doel Rohim S.Hum.