Panduan Lengkap Ibadah Umrah: Syarat, Urutan, dan Hukumnya Sesuai Tuntunan Resmi
Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ibadah umrah menjadi salah satu perjalanan spiritual yang istimewa bagi umat Islam. Umrah dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun dan memiliki tata cara yang berbeda dengan haji. Agar perjalanan umrah berjalan lancar dan sah, penting untuk memahami syarat, urutan, serta hukumnya sesuai tuntunan resmi.
Mengenal Ibadah Umrah dan Hukumnya
Pada dasarnya, ibadah umrah adalah amalan yang dilakukan di Tanah Suci dengan rangkaian ritual tertentu. Umrah memiliki keutamaan dan aturan yang sudah dijelaskan dalam Al Quran dan hadis. Menurut Buku Fikih Haji dan Umrah: Perspektif Empat Mazhab (2023) karya Suwarjin, para ulama sepakat bahwa umrah merupakan ibadah yang bernilai tinggi dalam Islam dan memiliki hukum tersendiri.
Umrah berarti berkunjung ke Baitullah untuk menjalankan sejumlah amalan khusus, seperti ihram, tawaf, sa’i, dan tahallul. Makna umrah juga erat dengan penyucian diri dan mendekatkan diri kepada Allah. Ibadah ini bisa dilakukan kapan pun, tidak terbatas waktu seperti haji.
Hukum Ibadah Umrah Menurut Para Ulama
Sebagian besar ulama menetapkan bahwa hukum ibadah umrah adalah sunnah muakkad, yaitu sangat dianjurkan. Namun, ada pendapat lain yang menyatakan hukumnya wajib bagi yang mampu, berdasarkan surah Al-Baqarah ayat 196. Penjelasan detail mengenai perbedaan pandangan ini telah diuraikan dalam Buku Fikih Haji dan Umrah.
Haji dan umrah memang sama-sama dilaksanakan di Makkah, tetapi berbeda dalam waktu dan syaratnya. Haji hanya bisa dilakukan pada bulan-bulan tertentu, sementara umrah bisa kapan saja. Selain itu, rangkaian ritual haji lebih panjang dan kompleks dibandingkan umrah.
Syarat dan Rukun Umrah yang Wajib Diketahui
Agar ibadah umrah sah, ada beberapa syarat dan rukun yang wajib dipenuhi oleh setiap jamaah. Syarat ini mencakup kesiapan fisik, finansial, serta pemahaman tata cara ibadah sesuai syariat. Berdasarkan Tuntunan Haji dan Umroh karya Dr. Johari, & Dr. Johar Arifin, (2019) pengetahuan tentang syarat dan rukun sangat penting untuk menghindari kekeliruan dalam pelaksanaan.
Syarat Wajib Umrah
Beberapa syarat wajib umrah, di antaranya: beragama Islam, baligh, berakal sehat, merdeka, serta mampu secara fisik dan finansial. Selain itu, wanita harus mendapat izin mahram. Semua syarat ini perlu dipenuhi agar ibadah diterima.
Rukun dan Wajib Umrah
Sedangkan rukun umrah terdiri dari: ihram dengan niat, tawaf mengelilingi Ka’bah, sa’i antara Shafa dan Marwah, dan tahallul atau mencukur rambut. Sementara itu, wajib umrah meliputi memulai ihram dari miqat dan menjauhi larangan ihram.
Adapun beberapa hal dapat membatalkan umrah, seperti melakukan hubungan suami-istri saat ihram, meninggalkan salah satu rukun, atau melanggar larangan ihram dengan sengaja.
Urutan Pelaksanaan Ibadah Umrah
Proses ibadah umrah memiliki tahapan yang harus dilakukan secara berurutan. Setiap langkah memiliki makna dan tata cara tersendiri, sehingga penting untuk memahami urutan pelaksanaannya. Mengacu pada Buku Manasik Haji 2025 terbitan Kementerian Agama RI, berikut tahapan utamanya:
Jamaah perlu melakukan persiapan seperti menguatkan niat, menjaga kesehatan, memperbanyak ilmu manasik, serta membawa perlengkapan secukupnya. Persiapan mental dan spiritual juga sangat dianjurkan.
Langkah-langkah Ibadah Umrah
Ihram dilakukan di tempat miqat dengan niat umrah dan mengenakan pakaian ihram khusus. Pada tahap ini, jamaah mulai menjaga diri dari hal-hal yang dilarang selama ihram.
Tawaf di Ka’bah
Tawaf dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran, dimulai dari Hajar Aswad. Pastikan menjaga kekhusyukan dan memperbanyak doa selama tawaf.
Sa’i antara Shafa dan Marwah
Setelah tawaf, jamaah menjalani sa’i, yakni berjalan bolak-balik antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Amalan ini mengingatkan pada perjuangan Siti Hajar mencari air.
Tahallul (Mencukur atau Memotong Rambut)
Usai sa’i, jamaah melakukan tahallul, yaitu mencukur atau memotong sebagian rambut sebagai tanda keluar dari ihram.
Setiap tahapan harus dikerjakan secara berurutan dan tertib agar umrah sah.
Sunnah-Sunnah dalam Umrah
Beberapa sunnah yang dianjurkan antara lain mandi sebelum ihram, memakai wangi-wangian sebelum ihram (khusus pria), serta memperbanyak zikir dan doa.
Persiapan yang matang dan menjaga adab selama ibadah dapat membantu meraih umrah yang mabrur. Berikut beberapa tips yang bisa menjadi panduan.
Menjaga stamina dengan makanan sehat dan istirahat cukup sebelum berangkat. Selain itu, perkuat niat dan hindari stres agar ibadah berjalan lancar.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah selalu jaga sopan santun, tidak berdesakan, dan hindari berkata kasar. Patuhi larangan dalam ihram, seperti tidak mencabut rambut atau memakai parfum setelah niat.
Jamaah sering lupa urutan rukun atau terburu-buru saat tawaf dan sa’i. Ada pula yang kurang menjaga kekhusyukan. Oleh karena itu, pelajari manasik dan konsultasikan bila masih ragu.
Pada akhirnya ibadah umrah mengajarkan makna kepasrahan dan penyucian diri di hadapan Allah. Dengan memahami syarat, urutan, dan hukumnya, setiap jamaah bisa melaksanakan umrah secara sah dan khusyuk. Persiapan dan pengetahuan yang memadai menjadi kunci utama agar ibadah berjalan lancar.
Untuk memastikan pelaksanaan umrah sesuai tuntunan, gunakan referensi resmi seperti Buku Infografis Manasik Haji 2025 dari Kementerian Agama RI, Tuntunan Haji dan Umroh, serta Buku Fikih Haji dan Umrah. Sumber-sumber ini memuat panduan praktis dan hukum yang valid.
Reviwed by Doel Rohim S.Hum