Pengertian Qisas, Jenis, dan Perbedannya dengan Diyat
Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Qisas menjadi salah satu konsep penting dalam hukum Islam, terutama dalam mengatur keadilan atas tindak pidana berat seperti pembunuhan atau penganiayaan. Memahami makna qisas, jenis hukumnya, serta bagaimana hukuman qisas dan diyat diterapkan akan membantu siapa saja mengenal lebih dekat prinsip keadilan dalam ajaran Islam.
Apa yang Dimaksud dengan Qisas?
Qisas menjadi bagian utama dalam hukum pidana Islam yang menekankan keadilan setimpal. Konsep ini sering muncul ketika membahas kasus pembunuhan atau penganiayaan berat, dan sudah diatur secara jelas dalam sumber utama syariat.
Definisi Qisas dalam Hukum Islam
Qisas berasal dari bahasa Arab, yaitu “qasasa”, yang bermakna membalas atau memberikan tindakan setimpal atas suatu perbuatan. Dalam hukum Islam, qisas adalah pembalasan yang setara terhadap pelaku kejahatan, khususnya dalam kasus pembunuhan atau luka berat.
Menurut penjelasan Dr. Paisol Burlian dalam buku Implementasi Konsep Hukuman Qishash, qisas berarti tindakan hukum yang memberikan hak kepada korban atau keluarganya untuk menuntut balasan setimpal atas perbuatan pelaku.
Dalil dan Dasar Hukum Qisas
Dasar hukum qisas bersumber dari Al-Qur’an dan hadis. Salah satu ayat yang menjadi rujukan adalah QS. Al-Baqarah: 178, ayat tersebut menjelaskan kewajiban menerapkan qisas dalam kasus pembunuhan.
yâ ayyuhalladzîna âmanû kutiba ‘alaikumul-qishâshu fil-qatlâ, al-ḫurru bil-ḫurri wal-‘abdu bil-‘abdi wal-untsâ bil-untsâ, fa man ‘ufiya lahû min akhîhi syai'un fattibâ‘um bil-ma‘rûfi wa adâ'un ilaihi bi'iḫsân, dzâlika takhfîfum mir rabbikum wa raḫmah, fa mani‘tadâ ba‘da dzâlika fa lahû ‘adzâbun alîm
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepadamu (melaksanakan) kisas berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh. Orang merdeka dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya, dan perempuan dengan perempuan. Siapa yang memperoleh maaf dari saudaranya hendaklah mengikutinya dengan cara yang patut dan hendaklah menunaikan kepadanya dengan cara yang baik. Yang demikian itu adalah keringanan dan rahmat dari Tuhanmu. Siapa yang melampaui batas setelah itu, maka ia akan mendapat azab yang sangat pedih (QS. Al-Baqarah: 178)
Ketentuan ini juga didukung hadis Nabi Muhammad yang menegaskan pentingnya keadilan dan keseimbangan dalam memberi hukuman atas kejahatan berat. Qisas merupakan pilar penting dalam sistem keadilan Islam, karena menyeimbangkan hak korban dan pelaku.
Hukum Qisas
Penerapan qisas diatur melalui klasifikasi dan syarat yang cukup ketat. Setiap bentuk qisas punya prosedur dan objek hukum berbeda, tergantung jenis kejahatan yang dilakukan.
Klasifikasi Hukum Qisas
Secara umum, hukum qisas dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu qisas atas jiwa dan qisas atas anggota tubuh. Qisas atas jiwa berlaku pada kasus pembunuhan yang disengaja, sedangkan qisas anggota tubuh diterapkan jika terjadi penganiayaan berat yang menyebabkan cacat fisik. Tiap kategori memiliki aturan khusus yang disesuaikan dengan tingkat keparahan tindak pidana.
Syarat dan Ketentuan Penerapan Qisas
Agar qisas dapat dijalankan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, di antaranya: kejahatan dilakukan secara sengaja, korban meninggal atau mengalami luka berat, dan pelaku terbukti melakukan tindak pidana tersebut.
Selain itu, keluarga korban memiliki hak untuk menuntut qisas atau memaafkan dengan syarat tertentu. Proses pelaksanaan qisas harus melalui otoritas hukum yang sah agar tidak terjadi pelanggaran hak asasi.
Contoh Kasus Qisas
Beberapa kasus nyata qisas terjadi pada tindak pidana pembunuhan yang disengaja. Qisas umumnya diterapkan pada kasus di mana bukti dan saksi cukup kuat, sehingga pelaku dijatuhi hukuman setimpal sesuai syariat. Dalam praktiknya, penerapan qisas tetap mengedepankan prinsip keadilan dan perlindungan hak kedua belah pihak.
Apa Itu Hukuman Qisas dan Diyat?
Hukuman qisas dan diyat menjadi dua konsep yang saling melengkapi dalam hukum pidana Islam. Keduanya diatur untuk mengembalikan keadilan dan menjaga ketertiban masyarakat.
Pengertian Hukuman Qisas
Hukuman qisas dilaksanakan sebagai balasan setimpal, misalnya pelaku pembunuhan dihukum mati jika keluarga korban menuntut. Jika kejahatan berupa penganiayaan berat, pelaku dapat dikenai hukuman yang sama dengan luka yang ditimpakan pada korban. Pelaksanaan qisas selalu diawasi oleh otoritas hukum agar keadilan tetap terjaga.
Pengertian dan Fungsi Diyat
Diyat adalah kompensasi berupa pembayaran materi yang diberikan oleh pelaku kepada keluarga korban sebagai ganti qisas. Diyat biasanya diterapkan jika keluarga korban memilih memaafkan pelaku atau tidak menuntut balas. Fungsi diyat adalah memberikan alternatif penyelesaian secara damai tanpa menghilangkan hak keadilan korban.
Perbedaan Qisas dan Diyat
Qisas bersifat balasan fisik setimpal, sedangkan diyat adalah pembayaran ganti rugi. Jika qisas lebih menitikberatkan pada keadilan dan pembalasan, diyat menekankan pada penyelesaian damai. Qisas wajib jika keluarga korban tidak memaafkan, namun diyat dapat diterapkan jika ada kesepakatan antara kedua pihak.
Kesimpulan
Qisas merupakan salah satu unsur penting dalam hukum pidana Islam yang menekankan keadilan setimpal atas tindak kejahatan berat. Jenis hukum qisas meliputi pembalasan atas jiwa atau anggota tubuh, dengan syarat dan prosedur yang ketat agar tidak terjadi pelanggaran hak.
Di sisi lain, diyat hadir sebagai alternatif penyelesaian damai antara pelaku dan korban. Kehadiran qisas dan diyat menunjukkan bahwa Islam memiliki mekanisme keadilan yang tegas serta sekaligus membuka ruang maaf.
Reviewed by Ajid Fuad Muzaki S.Th.I