Konten dari Pengguna

Pengertian Wahyu dalam Islam dan Dalilnya

R

Ruang Kajian

Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seseorang membaca Al-Qur'an. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Seseorang membaca Al-Qur'an. Foto: Pixabay

Wahyu menjadi bagian penting dalam ajaran Islam karena menjadi sumber utama pedoman hidup bagi umat Muslim. Istilah ini sering disebut dalam pembahasan Al Quran maupun hadis, namun maknanya kerap menimbulkan pertanyaan bagi banyak orang. Artikel ini akan membahas pengertian wahyu dalam Islam, pandangan ulama, serta dalil yang mendasarinya.

Apa Itu Wahyu dalam Islam

Wahyu dalam Islam merujuk pada petunjuk atau pesan yang Allah sampaikan kepada para nabi dan rasul. Menurut jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur’an Perspektif Manna’ Al-Qathan karya Abdul Malik Qimanullah dan Siti Sanah, wahyu secara bahasa berarti isyarat atau pesan yang disampaikan dengan cepat dan tersembunyi. Sedangkan secara istilah, wahyu adalah komunikasi Ilahi yang ditujukan khusus kepada utusan Allah, dan menjadi dasar hukum bagi umat manusia.

Wahyu memiliki fungsi utama sebagai pedoman hidup, penjelas aturan agama, dan sumber moral bagi manusia. Melalui wahyu, umat Islam mendapatkan petunjuk yang jelas untuk menjalani kehidupan sesuai ajaran Tuhan.

Jenis-jenis Wahyu

Dalam tradisi Islam, wahyu ada yang disampaikan langsung oleh Allah kepada nabi, dan ada pula yang melalui perantara malaikat. Wahyu langsung biasanya berupa ilham atau inspirasi yang tiba-tiba hadir dalam hati seorang nabi. Sedangkan wahyu melalui malaikat, seperti yang dialami Nabi Muhammad saat menerima Al Quran melalui Malaikat Jibril, menjadi bentuk yang paling dikenal dalam sejarah Islam.

Hakikat Wahyu

Wahyu merupakan bentuk komunikasi khusus dari Allah kepada para nabi dan rasul sebagai petunjuk bagi manusia. Penyampaian wahyu terjadi dengan cara yang telah Allah tetapkan, seperti melalui Malaikat Jibril, ilham yang benar, atau secara langsung tanpa perantara, sebagaimana yang dialami oleh sebagian nabi. Wahyu bersifat pasti kebenarannya dan terjaga dari kesalahan, karena berasal dari Allah Yang Maha Benar.

Hakikat wahyu bukan hanya sebagai informasi, tetapi sebagai pedoman hidup yang mengarahkan manusia kepada tauhid, ketaatan, dan akhlak mulia. Oleh karena itu, wahyu menjadi sumber utama ajaran agama yang wajib diimani, diyakini, dan diamalkan oleh umat manusia sebagai jalan menuju keselamatan dunia dan akhirat.

Dalil Tentang Wahyu dalam Islam

Al Quran sendiri secara tegas menyebut wahyu sebagai sumber ajaran. Salah satu ayat yang menjelaskan tentang wahyu adalah Surat An-Najm ayat 4:

in huwa illâ waḫyuy yûḫâ

Ia (Al-Qur’an itu) tidak lain, kecuali wahyu yang disampaikan (kepadanya)

Ayat tersebut menegaskan bahwa Al-Qur’an bukanlah hasil pemikiran atau perkataan Nabi Muhammad semata, melainkan murni wahyu dari Allah yang disampaikan melalui perantaraan Malaikat Jibril. Hal ini menjadi dalil kuat bahwa ajaran Islam bersumber dari wahyu ilahi yang terjaga kebenarannya, sehingga wajib diimani dan dijadikan pedoman hidup oleh seluruh umat Islam.

Selain itu, ayat ini juga menolak anggapan bahwa Nabi berbicara berdasarkan hawa nafsu dalam urusan agama. Segala yang beliau sampaikan terkait ajaran Islam bersumber dari wahyu, baik yang tertulis dalam Al-Qur’an maupun yang dijelaskan melalui sunnah. Dengan demikian, wahyu menjadi landasan utama dalam akidah, ibadah, dan akhlak dalam Islam.

Kesimpulan

Wahyu dalam Islam bukan sekadar pesan, melainkan pedoman hidup yang bersumber langsung dari Allah. Dengan memahami pengertian wahyu, jenis, serta dalilnya, umat Muslim dapat lebih yakin dalam menjalankan ajaran agama. Penjelasan para ulama juga memperkuat bahwa wahyu adalah komunikasi sakral yang menjadi landasan utama keimanan dan amal dalam Islam.

Reviewed by Ajid Fuad Muzaki S.Th.I