Qadha dan Qadhar dalam Hukum Islam: Pengertian dan Contoh
Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Qadha dan qadhar merupakan dua konsep penting dalam hukum Islam yang seringkali menjadi bahan diskusi. Kedua istilah ini berkaitan erat dengan keyakinan terhadap takdir dan peran Allah dalam kehidupan manusia. Memahami perbedaan, contoh, dan makna qada serta qadar membantu setiap muslim menjalani hidup dengan sikap yang lebih bijak.
Pengertian Qadha dan Qadhar
Pembahasan mengenai qada dan qadar dalam hukum Islam sangat relevan untuk memahami bagaimana manusia memaknai peristiwa dalam hidupnya. Menurut buku Qadha dan Qadar:Ulasan Tuntas Masalah Takdir karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, kedua istilah ini memiliki makna yang saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
Definisi Qadha menurut Ulama
Qadha diartikan sebagai ketetapan Allah yang sudah pasti terjadi pada waktu dan tempat tertentu. Para ulama menjelaskan bahwa qada merupakan keputusan final dari Allah yang tidak bisa diganggu gugat, seperti kelahiran dan kematian seseorang.
Definisi Qadar menurut Ulama
Qadar adalah ukuran atau proses penetapan dari suatu ketentuan Allah. Qadar mencakup segala upaya dan proses yang mengiringi terjadinya sebuah peristiwa. Dalam perspektif ini, qadar menjadi bagian dari perjalanan seseorang sampai akhirnya qada Allah berlaku atasnya.
Dalil-dalil tentang Qada dan Qadar dalam Al-Qur’an dan Hadis
Al-Qur’an banyak membahas tentang qada dan qadar, di antaranya dalam Surah Al-Qamar ayat 49 yang menyebutkan bahwa segala sesuatu diciptakan menurut ukuran atau takaran yang telah ditetapkan. Selain itu, hadis Nabi Muhammad SAW juga menegaskan pentingnya iman terhadap qada dan qadar sebagai rukun iman.
innâ kulla syai'in khalaqnâhu biqadar
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu sesuai dengan ukuran (Surah Al-Qamar: 49)
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam Qadha dan Qadar:Ulasan Tuntas Masalah Takdir, menjelaskan bahwa qadha adalah keputusan yang telah Allah tetapkan sejak azali, sedangkan qadar adalah rincian atau realisasi keputusan tersebut dalam kehidupan manusia sehari-hari.
Contoh Qadha dan Qadhar dalam Kehidupan Sehari-hari
Agar lebih mudah dipahami, qadha dan qadhar bisa dilihat melalui berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan manusia. Kedua konsep ini saling berhubungan dan tidak terpisahkan dalam praktiknya.
Contoh Qada: Peristiwa yang Sudah Ditetapkan
Contoh qada adalah kematian seseorang pada waktu yang sudah ditentukan oleh Allah. Tidak ada satu pun makhluk yang dapat mengubah waktu kematian itu, karena telah menjadi keputusan Allah sejak awal.
Contoh Qadar: Ketentuan yang Mengiringi Proses
Qadar bisa terlihat dari usaha seseorang dalam menjalani kehidupannya. Misalnya, seseorang yang belajar sungguh-sungguh untuk meraih prestasi. Segala usaha, rintangan, dan peluang yang dilalui merupakan bagian dari qadar, sementara hasil akhirnya adalah qada.
Hubungan Qada dan Qadar dalam Takdir Manusia
Qadha dan qadhar bekerja secara beriringan. Qadhar menjadi proses dalam kehidupan, sementara qada adalah titik akhir yang menjadi keputusan Allah. Hubungan ini menunjukkan bahwa setiap usaha manusia tetap berada dalam lingkup kehendak dan ketetapan Allah. Qadhar merupakan perwujudan dari ketetapan Allah yang berjalan secara bertahap dan berproses, hingga akhirnya qada berlaku sebagai keputusan yang pasti.
Perbedaan Qada, Qadar, dan Takdir dalam Islam
Membedakan antara qada, qadar, dan takdir sangat penting agar tidak terjadi kekeliruan dalam memahami konsep dasar dalam Islam. Setiap istilah memiliki ciri khas dan peran tersendiri dalam kehidupan.
Pengertian Takdir dalam Perspektif Islam
Takdir adalah keseluruhan rencana Allah yang meliputi qadha dan qadhar. Takdir menjadi jalinan antara ketetapan dan proses yang telah digariskan Allah untuk setiap makhluk-Nya.
Perbandingan Qada, Qadar, dan Takdir
Perbandingan antara qadha, qadhar, dan takdir dapat dipahami dari makna dan ciri khas masing-masing. Qadha adalah keputusan Allah yang bersifat final dan tidak dapat diubah. Qadhar merupakan proses atau ukuran yang telah ditetapkan Allah, di mana di dalamnya terdapat ruang bagi usaha dan ikhtiar manusia. Sementara itu, takdir adalah rencana Allah secara menyeluruh yang mencakup qada dan qadar sebagai satu kesatuan.
Penjelasan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah tentang Qada, Qadar, dan Takdir
Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, qadar berkaitan dengan ketentuan dan ukuran Allah sejak azali, sedangkan qada adalah terwujudnya ketentuan tersebut dalam kenyataan. Adapun takdir dipahami sebagai istilah umum yang mencakup qada dan qadar secara keseluruhan.
Ibnu Qayyim menegaskan bahwa pemahaman yang benar terhadap qada dan qadar akan menumbuhkan sikap lapang dada, keteguhan iman, serta keyakinan penuh terhadap kekuasaan dan hikmah Allah, tanpa meniadakan kewajiban manusia untuk berusaha.
Kesimpulan
Qadha dan qadar dalam hukum Islam merupakan dua konsep yang saling berkaitan erat dan menjadi inti dari keyakinan terhadap takdir. Qadha adalah keputusan final Allah, sedangkan qadar mencakup segala proses dan ukuran yang mengiringinya.
Meyakini qadha dan qadhar menjadi bagian penting dalam membangun sikap tawakal dan ikhtiar bagi setiap muslim. Keyakinan ini menumbuhkan rasa syukur, sabar, dan optimisme dalam menerima segala ketentuan hidup.
Reviewed by Ajid Fuad Muzaki S.Th.I