Sarung: Asal Usul, Nama Lain, dan Sejarahnya dalam Perspektif Hadis
Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sarung menjadi salah satu pakaian yang lekat dengan budaya masyarakat Indonesia, khususnya saat Ramadhan. Benda ini sering digunakan untuk beribadah hingga aktivitas sehari-hari. Tidak sedikit yang penasaran tentang asal usul, nama lain, hingga makna sarung dalam Islam.
Apa Itu Sarung?
Sarung memiliki sejarah dan makna yang panjang dalam kehidupan masyarakat Indonesia dan dunia Islam. Sarung telah lama menjadi bagian dari tradisi berpakaian di berbagai daerah Nusantara. Ia digunakan dalam kehidupan sehari-hari, upacara adat, ritual keagamaan, hingga pernikahan.
Definisi Sarung
Sarung adalah sehelai kain berbentuk persegi panjang yang kedua ujungnya dijahit membentuk tabung. Kain ini biasanya dililitkan di pinggang hingga menutupi bagian bawah tubuh. Selain praktis, sarung mudah dipakai dalam berbagai aktivitas, terutama kegiatan keagamaan.
Nama Lain dari Sarung
Di berbagai daerah, sarung dikenal dengan nama berbeda. Beberapa menyebutnya kain pelikat, kain sarung, atau bahkan 'lipa' di wilayah Bugis Makassar. Sarung juga dikenal dengan beberapa istilah lokal seperti kain pelikat, kain sarung, dan sebagainya. Keragaman istilah ini menunjukkan betapa sarung sangat akrab di berbagai budaya Nusantara.
Fungsi dan Penggunaan Sarung
Sarung memiliki fungsi yang beragam. Selain dipakai untuk sholat, sarung juga digunakan dalam acara adat, tidur, hingga aktivitas santai di rumah. Saat Ramadhan, sarung menjadi pilihan utama banyak laki-laki saat beribadah, menghadiri pengajian, atau sekadar bersantai.
Asal-Usul dan Sejarah Sarung
Asal usul sarung tidak terlepas dari perjalanan panjang peradaban di kawasan Asia Tenggara. Kain ini telah digunakan sejak masa lampau dan menyebar ke berbagai komunitas, baik di Indonesia maupun negara-negara lain yang mayoritas berpenduduk Muslim.
Dari Mana Asal Sarung?
Sarung diyakini telah menjadi bagian dari busana masyarakat Asia sejak ratusan tahun lalu. Maria Nala Damajanti dalam jurnal Budaya Bersarung Masyarakat Kontemporer menjelaskan bahwa asal-usul sarung telah digunakan sejak zaman dahulu dan berkembang di berbagai wilayah Nusantara. Meski tidak ada catatan pasti tentang kapan tepatnya sarung mulai digunakan, bukti sejarah menunjukkan keberadaan sarung sejak masa kerajaan di kawasan Asia Tenggara.
Negara Apa yang Menciptakan Sarung?
Belum ada satu negara yang secara resmi diakui sebagai pencipta sarung. Namun, banyak yang meyakini kain ini berasal dari wilayah sekitar India, Yaman, dan menyebar ke Asia Tenggara. Di Indonesia, sarung berkembang pesat dan menjadi bagian penting dari tradisi lokal. Persebaran sarung juga terjadi di negara-negara lain seperti Malaysia, Brunei, dan sebagian wilayah Afrika Timur. Setiap tempat punya motif, warna, dan cara penggunaan yang khas.
Sarung dalam Perspektif Hadis Nabi
Dalam Islam, berpakaian sederhana merupakan anjuran utama yang tercantum dalam banyak hadis. Sarung menjadi salah satu wujud nyata kesederhanaan tersebut dan kerap dipilih oleh umat Muslim dalam berbagai kegiatan ibadah.
Kesederhanaan Berpakaian dalam Hadis
Rasulullah SAW mencontohkan gaya berpakaian yang sederhana dan tidak berlebihan. Prinsip ini tercermin dalam penggunaan sarung, di mana pakaian penutup badan dipilih yang mudah, bersih, dan tidak mencolok. Sikap ini sejalan dengan pesan Alquran mengenai pentingnya kesopanan dan kesederhanaan dalam berpakaian.
Siti Aisyah ra pernah menyaksikan Rasulullah keluar rumah dengan mengenakan kain yang terbuat dari wol bulu hitam. (HR Muslim, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi).
Peran Sarung dalam Tradisi Islami
Sarung memiliki makna yang lebih dalam bagi komunitas Muslim. Sarung menjadi lambang kesederhanaan dan ketaatan dalam berpakaian menurut ajaran Nabi. Selain sebagai pelengkap ibadah, sarung juga menjadi identitas budaya yang memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat Muslim, terutama saat Ramadhan.
Kesimpulan
Sarung merupakan pakaian yang sarat makna, baik secara sejarah maupun nilai spiritual dalam Islam. Nama lain sarung yang beragam di berbagai daerah menunjukkan betapa pentingnya benda ini dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat Ramadhan.
Selain fungsinya yang praktis dan nyaman, sarung juga melambangkan kesederhanaan dan kepatuhan pada ajaran agama, seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Melalui sarung, nilai-nilai tradisi dan ibadah tetap terjaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Reviewed by Ajid Fuad Muzaki S.Th.I