Sedekah: Pengertian, Contoh Sedekah yang Tidak Diterima, dan Keutamaannya
Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sedekah sering menjadi amalan yang dianjurkan, terutama saat Ramadhan. Banyak orang berlomba-lomba memberi kebaikan, tetapi belum tentu semua sedekah diterima Allah. Oleh sebab itu, penting memahami pengertian, syarat, dan keutamaan sedekah menurut ajaran Islam.
Apa yang Dimaksud dengan Sedekah?
Sedekah dalam Islam memiliki makna luas dan tidak terbatas pada pemberian harta. Menurut penjelasan dalam buku Fiqih, Zakat, Sedekah, dan Wakaf karya Dr. Qodariah Barkah dkk, sedekah adalah perbuatan memberikan sesuatu yang bermanfaat, baik berupa materi maupun non-materi, secara sukarela karena Allah SWT. Konsep ini menekankan pentingnya niat dan ketulusan dalam beramal.
Pengertian Sedekah Menurut Istilah Fikih
Para ulama sepakat bahwa sedekah berarti memberikan sebagian harta atau sesuatu yang bermanfaat kepada orang lain dengan tujuan mencari ridha Allah. Tidak ada paksaan dalam bersedekah, sehingga tindakan ini benar-benar datang dari keikhlasan hati. Bahkan senyum kepada sesama pun termasuk sedekah dalam arti yang luas.
Perbedaan Sedekah, Zakat, dan Wakaf
Meskipun sama-sama amalan sosial, sedekah, zakat, dan wakaf berbeda dari sisi hukum dan tujuan. Sedekah bersifat sukarela, bisa dilakukan kapan saja, dan objeknya sangat luas. Zakat adalah kewajiban dengan aturan khusus, baik dari segi waktu maupun jumlah. Sementara itu, wakaf lebih fokus pada pemanfaatan harta secara berkelanjutan untuk kepentingan umum.
Contoh Sedekah yang Tidak Diterima Allah
Tidak semua bentuk sedekah diterima di sisi Allah. Sebagian amalan bisa tertolak jika tidak memenuhi ketentuan syariat. Dalam buku Fiqih, Zakat, Sedekah, dan Wakaf karya Dr. Qodariah Barkah dkk, dijelaskan sedekah yang tidak diterima adalah sedekah yang tidak didasari niat karena Allah, berasal dari harta haram, atau menyakiti penerima.
3 Contoh Sedekah yang Tidak Diterima Allah
Ada beberapa contoh sedekah yang tidak diterima menurut ajaran Islam:
Sedekah dengan niat riya atau ingin dipuji orang lain.
Sedekah yang berasal dari harta haram, seperti hasil penipuan atau riba.
Sedekah yang disertai dengan ucapan atau perbuatan menyakiti hati penerima, misalnya mengungkit-ungkit pemberian.
Syarat Agar Sedekah Diterima
Agar sedekah diterima, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi:
Niatkan sedekah hanya untuk Allah, bukan mencari pujian atau popularitas.
Pastikan harta atau barang yang disedekahkan berasal dari sumber yang halal.
Berikan sedekah dengan cara yang baik tanpa menyakiti perasaan penerima.
Sikap rendah hati dan tidak mengungkit-ungkit sangat dianjurkan.
Keutamaan Sedekah dalam Islam
Sedekah memegang posisi istimewa dalam ajaran Islam. Banyak ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi yang menyebut keutamaan sedekah. Bahkan disebutkan, sedekah dapat membuka pintu rezeki dan menjadi pelindung dari musibah.
Keutamaan Sedekah Menurut Al-Qur’an
Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman bahwa sedekah dapat menghapus dosa dan menjadi penyebab turunnya rahmat. Hal itu ditegaskan dalam Surat Al-Baqarah Ayat 261:
"Matsalulladzîna yunfiqûna amwâlahum fî sabîlillâhi kamatsali ḫabbatin ambatat sab‘a sanâbila fî kulli sumbulatim mi'atu ḫabbah, wallâhu yudlâ‘ifu limay yasyâ', wallâhu wâsi‘un ‘alîm"
Artinya: Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah Ayat 261)
Keutamaan Sedekah Menurut Hadis
Nabi Muhammad juga bersabda bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah, sebagai dorongan agar umat Islam gemar berbagi. Sedekah tidak hanya membawa kebaikan di dunia, tetapi juga menjadi tabungan pahala di akhirat.
"Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu. Dan sebaik-sebaik sedekah adalah yang dikeluarkan dari orang yang tidak membutuhkannya. Barangsiapa menjaga kehormatan dirinya maka Allâh akan menjaganya dan barangsiapa yang merasa cukup maka Allâh akan memberikan kecukupan kepadanya.” (HR. muttafaq ‘alaih)
Manfaat Sedekah Bagi Pemberi dan Penerima
Selain menolong sesama, sedekah memiliki manfaat besar bagi pemberi. Terlebih, sedekah dapat menjadi sarana pembersihan jiwa dan harta, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di masyarakat. Bagi penerima, sedekah menjadi penopang kebutuhan hidup dan sumber harapan di masa sulit.
Kesimpulan
Sedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, dengan syarat utama keikhlasan dan sumber yang halal. Tidak semua bentuk sedekah otomatis diterima, sehingga penting memperhatikan niat dan cara memberi.
Selain memberikan manfaat secara sosial, sedekah juga bernilai ibadah yang besar. Hikmah sedekah terasa baik bagi pemberi maupun penerima, memperkuat solidaritas dan membersihkan hati dari sifat kikir. Menjadikan sedekah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari akan membawa keberkahan, terutama di bulan Ramadhan.
Reviewed by Ajid Fuad Muzaki S.Th.I