Sejarah Perkembangan Islam di Iran: Aliran dan Transformasi Sosial
Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Islam memiliki perjalanan panjang dan penuh warna dalam sejarah Iran. Negara ini dikenal luas sebagai pusat kebudayaan Islam yang unik, dengan karakteristik keislaman yang berbeda dari negara-negara muslim lain. Artikel ini membahas sejarah perkembangan Islam di Iran, aliran yang dianut mayoritas penduduk, persentase pemeluk Islam, serta dampak sosial budaya yang ditimbulkan.
Awal Masuknya Islam ke Iran
Awal mula perkembangan Islam di Iran berkaitan erat dengan jatuhnya kekaisaran Persia. Pergeseran besar terjadi setelah penaklukan wilayah Persia oleh pasukan Arab. Transformasi ini menjadi salah satu titik balik sejarah Iran yang sangat menentukan wajah masyarakatnya hingga kini.
Sebelum Islam masuk, Persia dikenal sebagai pusat peradaban besar dengan agama resmi Zoroastrianisme. Setelah kekaisaran Persia ditaklukkan oleh pasukan Islam pada abad ke-7, tatanan politik dan agama di kawasan ini perlahan berubah mengikuti nilai-nilai Islam.
Menurut buku Sejarah Perkembangan Islam di Iran (2004) karya Muhammad Rais, proses Islamisasi di Iran berlangsung bertahap dan tidak selalu berjalan mulus. Banyak masyarakat Persia awalnya mempertahankan keyakinan lama, namun seiring waktu, ajaran Islam semakin diterima berkat peran ulama dan adaptasi budaya lokal.
Aliran Islam yang Dianut Mayoritas Penduduk Iran
Iran terkenal sebagai negara dengan mayoritas penganut Syiah. Identitas keagamaan ini sangat berpengaruh terhadap kebijakan negara dan kehidupan masyarakat sehari-hari. Selain itu, perbedaan antara Syiah dan Sunni di Iran memberikan warna tersendiri dalam dinamika keagamaan setempat.
Berdasarkan penjelasan Muhammad Rais dalam karyanya, mazhab Syiah Dua Belas Imam (Itsna Asyariah) menjadi mazhab resmi dan paling banyak dianut di Iran. Pemerintah dan sistem hukum di Iran pun mengacu pada prinsip-prinsip utama mazhab ini, seperti kepemimpinan agama dan otoritas ulama.
Perbedaan Syiah di Iran dengan Sunni
Syiah di Iran menekankan pentingnya garis keturunan Nabi Muhammad melalui Imam Ali dan para imam berikutnya. Sedangkan, Sunni lebih berfokus pada kepemimpinan yang dipilih oleh komunitas. Hal ini memunculkan perbedaan tradisi keagamaan dan praktik ibadah sehari-hari antara kedua kelompok tersebut.
Sebagian besar penduduk Iran menganut agama Islam, dan negara ini dikenal sebagai salah satu negara dengan persentase muslim tertinggi di dunia. Namun, di samping populasi muslim, masih ada kelompok minoritas agama lain yang hidup berdampingan.
Seperti disampaikan Muhammad Rais dalam bukunya ia menyebutkan, sekitar 99 persen penduduk Iran beragama Islam. Dari jumlah tersebut, mayoritas mutlak menganut Syiah, sementara Sunni dan kelompok lain membentuk persentase yang sangat kecil.
Tidak hanya Islam, terdapat kelompok minoritas seperti Kristen, Yahudi, Zoroastrian, dan Baha’i yang hidup di Iran. Mereka memiliki tempat ibadah dan sistem kepercayaan yang diakui secara resmi, meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan umat Islam.
Transformasi Sosial dan Budaya Akibat Perkembangan Islam
Islam tidak hanya mengubah keyakinan masyarakat Iran, tetapi juga mempengaruhi pola hidup, tradisi, dan kebudayaan. Berbagai aspek kehidupan sehari-hari diwarnai oleh ajaran Islam, mulai dari seni, hukum, hingga pendidikan.
Dalam banyak hal Islam memperkaya budaya Iran melalui integrasi nilai-nilai baru dalam seni, sastra, dan perayaan keagamaan. Tradisi seperti peringatan Asyura dan perayaan Nowruz mengalami penyesuaian agar selaras dengan ajaran Islam yang berkembang di masyarakat.
Saat ini Iran dikenal sebagai salah satu pusat pengaruh dunia Islam, terutama melalui peran aktifnya dalam geopolitik dan dakwah Syiah. Negara ini kerap menjadi rujukan dalam hal pemikiran keislaman dan pengembangan pendidikan agama di kawasan Timur Tengah. Tidak hanya itu berkat kemajuan teknologinya yang pesat di Iran. Saat ini negara ini menjadi kekuatan militer yang menjadi penentang utama zionis Israil.
Maka bisa disimpulkan bahwa perkembangan Islam di Iran membentuk identitas masyarakat dan negara secara mendalam. Dari awal masuknya melalui penaklukan hingga terbentuknya dominasi Syiah, sejarah ini menjadi fondasi penting bagi kehidupan sosial dan budaya Iran saat ini.
Pengetahuan tentang sejarah Islam di Iran tidak hanya relevan bagi masyarakat lokal, tetapi juga penting bagi dunia modern. Pemahaman ini membantu menyoroti keragaman tradisi Islam dan memperkuat dialog antar budaya global.
Reviwed Doel Rohim S.Hum