Sholat Sunnah Hajat: Panduan Tata Cara dan Keutamaannya
Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.
ยทwaktu baca 4 menit
Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap Muslim pasti pernah menghadapi situasi sulit yang membutuhkan pertolongan Allah SWT. Sholat sunnah hajat menjadi salah satu ibadah yang dapat dilakukan ketika seseorang memiliki keperluan tertentu, baik urusan dunia maupun akhirat. Ibadah ini merupakan bentuk ikhtiar spiritual sekaligus wujud ketawakalan kepada Allah.
Menurut buku Implementasi dan Keutamaan Ibadah Shalat Hajat (2022) karya Drs. Edy Yusuf Nur Samsu Santosa, sholat hajat memiliki keutamaan khusus sebagai sarana memohon pertolongan Allah dalam berbagai urusan kehidupan. Dengan melaksanakannya secara benar dan khusyuk, umat Islam dapat merasakan ketenangan sekaligus mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Pengertian dan Dasar Hukum Sholat Sunnah Hajat
Sholat sunnah hajat adalah ibadah yang dilakukan ketika seseorang memiliki keperluan atau hajat kepada Allah SWT. Ibadah ini termasuk dalam kategori sholat sunnah ghairu muakkad, artinya tidak wajib namun sangat dianjurkan untuk dilakukan.
Dasar hukum pelaksanaannya bersumber dari hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah. Dalam hadits tersebut, Rasulullah mengajarkan kepada umat Islam tentang tata cara sholat dan doa ketika memiliki hajat tertentu kepada Allah atau kepada sesama manusia.
Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa yang bersuci kemudian menyempurnakan wudhunya, lalu sholat dua rakaat dengan sempurna, niscaya Allah akan mengabulkan apa yang dimintanya, baik disegerakan maupun ditangguhkan (HR. Ibnu Majah).
Jenis hajat yang boleh dimohonkan sangat beragam. Keperluan duniawi seperti rezeki, jodoh, kesembuhan dari penyakit, atau pekerjaan yang layak dapat dipanjatkan. Di sisi lain, keperluan ukhrawi seperti ampunan dosa, kemudahan dalam beribadah, dan keistiqamahan juga dapat menjadi niat dalam melaksanakan sholat ini.
Yang terpenting adalah niat harus ikhlas karena Allah SWT. Hindari niat yang tercampur dengan kesyirikan atau meminta sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Islam. Keikhlasan menjadi kunci agar ibadah ini bernilai di sisi Allah dan harapan dapat dikabulkan.
Tata Cara Pelaksanaan Sholat Sunnah Hajat yang Benar
Sebelum melaksanakan sholat hajat, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan. Pertama adalah berwudhu dengan sempurna sambil menjaga kekhusyukan. Memilih waktu yang mustajab seperti sepertiga malam terakhir atau antara adzan dan iqamah juga sangat dianjurkan. Waktu-waktu tersebut merupakan saat-saat dikabulkannya doa.
Jumlah rakaat dalam sholat hajat cukup fleksibel. Bisa dilakukan 2 rakaat, 4 rakaat, 8 rakaat, atau 12 rakaat sesuai kemampuan. Yang paling umum dilakukan adalah 2 rakaat. Dalam setiap rakaat, setelah membaca Al-Fatihah, dianjurkan membaca surat Al-Ikhlas atau ayat Kursi.
Setelah salam, dilanjutkan dengan membaca dzikir dan doa khusus sholat hajat. Doa tersebut dimulai dengan pujian kepada Allah, dilanjutkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, baru kemudian menyampaikan hajat yang diinginkan.
Teks doa sholat hajat yang masyhur adalah: Laa ilaaha illallaahul haliimul kariim, subhaanallaahi rabbil 'arsyil 'azhiimi, alhamdulillaahi rabbil 'aalamiina. As-aluka muujibaati rahmatika wa 'azaa-ima maghfiratika wal ghaniimata min kulli birrin wassalaamata min kulli itsminn. Laa tada' lii dzanban illaa ghafartahu wa laa hamman illaa farrajtahu wa laa haajatan hiya laka ridhan illaa qadhaytahaa yaa arhamar raahimiin.
Artinya: Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Mulia. Maha Suci Allah, Tuhan yang memiliki Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Aku memohon kepada-Mu segala sebab yang mendatangkan rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kemenangan dalam setiap kebaikan, dan keselamatan dari setiap dosa. Janganlah Engkau tinggalkan bagiku dosa kecuali Engkau ampuni, kesusahan kecuali Engkau hilangkan, dan hajat yang Engkau ridhai kecuali Engkau kabulkan, wahai Dzat Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih.
Adab berdoa juga perlu diperhatikan. Menghadap kiblat sambil mengangkat tangan, memulai dengan pujian kepada Allah dan shalawat, menyampaikan hajat dengan penuh keyakinan, lalu menutup dengan tasbih, tahmid, dan tahlil. Yakinlah bahwa Allah akan mengabulkan dengan cara dan waktu terbaik menurut-Nya.
Keutamaan melaksanakan sholat hajat secara konsisten adalah menguatkan hubungan spiritual dengan Allah. Ibadah ini mengajarkan bahwa setiap urusan harus diserahkan kepada Allah sambil tetap berikhtiar. Dengan begitu, hati menjadi tenang dan tawakal kepada Allah semakin kokoh.
revewed by Doel Rohim S.Hum.