Siapa Nabi Ayyub: Kisah Kesabaran Luar Biasa
Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kisah para nabi selalu memberikan pelajaran berharga bagi umat Islam. Salah satu kisah yang paling mengharukan adalah kisah Nabi Ayyub alaihissalam, seorang nabi yang dikenal dengan kesabarannya yang luar biasa dalam menghadapi ujian dari Allah SWT.
Mengenal sosok Nabi Ayyub dan perjalanan hidupnya dapat memberi inspirasi bagi siapa saja yang sedang menghadapi kesulitan. Kisahnya bahkan diabadikan dalam Al-Quran sebagai teladan bagi seluruh umat manusia.
Profil dan Silsilah Nabi Ayyub Alaihissalam
Nabi Ayyub alaihissalam memiliki nasab yang mulia. Nama lengkapnya adalah Ayyub bin Amush bin Razah bin Al-Ais bin Ishaq bin Ibrahim alaihissalam. Ia adalah keturunan Nabi Ishaq, putra Nabi Ibrahim alaihissalam.
Nabi Ayyub hidup di wilayah Hauran yang berada di kawasan Syam. Di masa hidupnya, ia dikenal sebagai sosok yang memiliki segalanya. Kekayaannya melimpah ruah berupa ternak yang banyak, budak, tanah yang luas, dan keluarga besar yang membanggakan.
Ia menikah dengan perempuan salehah bernama Rahmah binti Afraim bin Yusuf. Pernikahan mereka dikaruniai banyak anak yang menjadi penyejuk mata. Kehidupan mereka tampak sempurna di mata manusia.
Di balik kekayaan dan kemegahannya, Nabi Ayyub memiliki akhlak yang sangat mulia. Ia dikenal sebagai sosok yang dermawan dan selalu membantu orang-orang yang membutuhkan. Fakir miskin, anak yatim, janda, dan siapa saja yang kesusahan selalu mendapat perhatian darinya.
Kedermawanan dan kebaikan hatinya membuat Nabi Ayyub menjadi teladan bagi masyarakat di zamannya. Ia tidak sombong dengan harta yang dimilikinya, justru semakin bersyukur kepada Allah SWT.
Ujian Berat dan Kesabaran Nabi Ayyub
Kehidupan yang sempurna tidak berlangsung selamanya. Allah SWT memberikan ujian berat kepada Nabi Ayyub untuk menguji keimanan dan kesabarannya. Ujian itu datang bertubi-tubi dalam berbagai bentuk yang sangat menyakitkan.
Pertama, seluruh harta benda yang dimiliki Nabi Ayyub lenyap. Ternak, budak, dan tanah yang luas hilang begitu saja. Kemudian, ujian yang lebih berat datang ketika semua anak-anaknya meninggal dunia. Kehilangan ini tentu sangat memukul hati seorang ayah.
Ujian belum berhenti sampai di situ. Tubuh Nabi Ayyub diserang penyakit parah yang tidak kunjung sembuh selama bertahun-tahun. Penyakit itu membuat orang-orang di sekitarnya menjauhinya. Kerabat dan masyarakat yang dulu dekat dengannya kini menghilang satu per satu.
Hanya istrinya, Rahmah, yang tetap setia mendampingi. Bahkan dalam kondisi yang sangat sulit, istri Nabi Ayyub rela menjual rambutnya yang panjang untuk membeli makanan. Kesetiaan ini menjadi bukti cinta dan iman yang mendalam.
Meski menghadapi cobaan yang sangat berat, Nabi Ayyub tidak pernah mengeluh. Ia tidak pernah mengadukan Allah kepada makhluk atau mempertanyakan hikmah di balik ujian tersebut. Sebaliknya, ia tetap bersyukur dan bertasbih kepada Allah SWT.
Ketika rasa sakit sudah sangat parah, Nabi Ayyub berdoa memohon pertolongan Allah. Doanya diabadikan dalam Al-Quran Surah Al-Anbiya ayat 83 yang berbunyi:
Dan ingatlah akan Ayyub ketika ia berseru kepada Tuhannya, Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.
Allah SWT mengabulkan doa hamba-Nya yang sabar itu. Nabi Ayyub diperintahkan untuk menghentakkan kakinya ke tanah. Dari hentakan itu, muncullah mata air yang jernih. Ia diminta untuk mandi dan minum dari air tersebut.
Mukjizat terjadi setelah Nabi Ayyub mandi dan minum dari mata air itu. Penyakit yang selama bertahun-tahun menyiksanya hilang seketika. Tubuhnya kembali sehat seperti sediakala. Bahkan Allah mengembalikan harta benda dan keluarganya dalam jumlah yang berlipat ganda.
Menurut Dr. Amin bin Abdullah asy-Syaqawi dalam Kisah Nabi Ayyub Alaihis Salam (Tahun 2010), semua ujian yang dialami Nabi Ayyub adalah tipu daya syaitan yang diizinkan Allah untuk menguji kesabaran dan keimanan hambanya. Ujian ini bukan karena Allah tidak sayang, justru sebaliknya.
Kisah Nabi Ayyub mengajarkan bahwa ujian adalah bentuk kecintaan Allah kepada hamba yang beriman. Kesabaran dalam menghadapi cobaan akan mendatangkan kemuliaan dan ganjaran yang berlipat ganda. Oleh karena itu, setiap Muslim perlu meneladani sikap sabar Nabi Ayyub dalam kehidupan sehari-hari.
Revewed: Doel Rohim, S.Hum.