Siapa Nabi Sulaiman? Profil Lengkap Nabi yang Dikaruniai Kerajaan Agung
Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nabi Sulaiman merupakan salah satu nabi yang paling istimewa dalam sejarah Islam. Keistimewaannya terletak pada kerajaan yang diberikan Allah SWT kepadanya, yang tidak akan pernah dimiliki oleh siapa pun setelahnya. Ia adalah raja sekaligus nabi yang memimpin dengan penuh kebijaksanaan dan keadilan.
Kehidupan Nabi Sulaiman penuh dengan mukjizat dan kisah luar biasa. Dari kemampuan berbicara dengan hewan hingga menguasai bangsa jin, semua itu menjadi bukti kekuasaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya yang bersyukur. Mengenal sosoknya dapat memberikan banyak pelajaran berharga, terutama tentang kepemimpinan dan ketaatan kepada Allah.
Identitas dan Keistimewaan Nabi Sulaiman
Nabi Sulaiman adalah putra dari Nabi Daud AS yang mewarisi tahta Kerajaan Israil setelah ayahnya wafat. Ia merupakan keturunan dari Nabi Ibrahim AS dan diangkat menjadi nabi serta raja untuk memimpin umatnya di tanah Palestina.
Kerajaan yang dimilikinya sangat megah dan tidak tertandingi pada masanya. Hal ini sesuai dengan doa yang pernah beliau panjatkan kepada Allah SWT. Dalam Al-Quran surah Shaad ayat 35, Allah berfirman:
Artinya: Dia berdoa, Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun sesudahku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.
Doa tersebut dikabulkan Allah dengan memberikan berbagai mukjizat yang tidak diberikan kepada nabi lain. Salah satunya adalah kemampuan berbicara dengan hewan, termasuk burung dan semut. Nabi Sulaiman juga dapat memahami bahasa mereka dengan jelas.
Mukjizat lainnya adalah kemampuan menguasai angin untuk transportasi. Pasukan dan singgasananya dapat terbang dengan kecepatan luar biasa menggunakan angin yang tunduk pada perintahnya. Selain itu, bangsa jin bekerja di bawah komandonya untuk membangun istana dan berbagai bangunan megah.
Di antara keistimewaannya yang paling menonjol adalah kebijaksanaan dalam memutuskan perkara. Ia dikenal sebagai pemimpin yang adil dan tidak pernah menyalahgunakan kekuasaan. Reskiawan Rusman dalam penelitiannya menyebutkan bahwa Nabi Sulaiman senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah dan menggunakan kekuasaannya untuk menegakkan tauhid.
Kisah-Kisah Penting dalam Kehidupan Nabi Sulaiman
Salah satu kisah terkenal adalah pertemuan Nabi Sulaiman dengan Ratu Balqis dari Kerajaan Saba. Burung Hud-hud melaporkan kepada Nabi Sulaiman bahwa ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang ratu dan rakyatnya menyembah matahari, bukan Allah SWT.
Nabi Sulaiman kemudian mengirimkan surat melalui burung Hud-hud yang berisi ajakan untuk beriman kepada Allah. Ratu Balqis dan para pembesar kerajaannya akhirnya memutuskan untuk mengunjungi Nabi Sulaiman. Sebelum kedatangannya, Nabi Sulaiman meminta agar singgasana Ratu Balqis dibawa ke istananya.
Seorang yang memiliki ilmu dari Al-Kitab berhasil menghadirkan singgasana tersebut dalam sekejap mata. Ketika Ratu Balqis tiba dan melihat singgasananya sudah berada di istana Nabi Sulaiman, ia sangat takjub. Peristiwa ini membuatnya akhirnya beriman kepada Allah dan meninggalkan keyakinan lamanya.
Menurut Reskiawan Rusman dalam Karya Ilmiah IAIN Palopo (Tahun 2022) berjudul "Kisah Nabi Sulaiman (Studi Perbandingan Al-Qur’an dan Alkitab)", menyebutkan bahwa Nabi Sulaiman juga dikenal sebagai pembangun Masjidil Aqsha. Pembangunan masjid dan istana megah tersebut melibatkan bangsa jin yang bekerja siang malam di bawah pengawasannya. Bangunan-bangunan tersebut menjadi simbol kejayaan kerajaan yang diberikan Allah kepadanya.
Kisah kematian Nabi Sulaiman juga sangat unik. Ketika beliau wafat, tubuhnya tetap berdiri tegak dengan bersandar pada tongkat. Bangsa jin yang bekerja tidak menyadari bahwa Nabi Sulaiman telah meninggal dan terus melanjutkan pekerjaan mereka. Barulah setelah tongkat tersebut dimakan rayap dan tubuh Nabi Sulaiman terjatuh, mereka mengetahui kematiannya.
Kisah ini memberikan pelajaran bahwa jin sebenarnya tidak mengetahui hal gaib. Selain itu, kepemimpinan Nabi Sulaiman mengajarkan pentingnya bersyukur atas setiap nikmat, menegakkan keadilan, dan menggunakan kekuasaan semata-mata untuk menyebarkan tauhid. Semua pencapaiannya tidak membuatnya sombong, melainkan semakin tunduk kepada Allah SWT.
Revewed: Doel Rohim, S. Hum.