Konten dari Pengguna

Syadzarwan: Pengertian, Bagian dan Fungsinya pada Ka'bah

R

Ruang Kajian

Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Potret Kakbah foto by Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Potret Kakbah foto by Pixabay

Syadzarwan menjadi salah satu istilah yang kerap muncul ketika membahas detail arsitektur Ka'bah. Meski tidak sepopuler Hajar Aswad atau Multazam, Syadzarwan memegang peranan khusus dalam struktur bangunan suci ini. Artikel ini akan membahas pengertian, sejarah, serta posisi Syadzarwan di antara bagian-bagian penting Ka'bah.

Pengertian Syadzarwan

Syadzarwan dikenal sebagai bagian bangunan yang menonjol di dasar Ka'bah. Dalam buku Menasik Umrah (2021) karya Dr. H. Darwin Zainuddin, Lc. MA, dijelaskan bahwa Syadzarwan adalah semacam pelipit atau lengkungan yang mengelilingi kaki Ka'bah. Bagian ini menempel di sisi bawah dinding dan terlihat jelas saat thawaf.

Keberadaan Syadzarwan sudah ada sejak masa pembangunan Ka'bah. Menurut referensi yang sama, Syadzarwan dibuat untuk memperkuat struktur dan memberikan perlindungan tambahan terhadap air hujan yang mengalir di sekitar Ka'bah.

Syadzarwan dalam Struktur Ka'bah

Syadzarwan terletak melingkar di dasar Ka'bah, tepat di bawah dinding bangunan utama. Ciri khasnya berupa bentuk menonjol yang lebar dan datar, sehingga mudah dikenali di antara bagian lain. Situs Bersejarah Makkah–Madinah menyebutkan, Syadzarwan berfungsi membantu aliran air hujan agar tidak langsung mengenai fondasi Ka'bah. Selain itu, bentuknya yang kokoh juga menambah estetika dan kestabilan konstruksi.

Fungsi Syadzarwan tidak hanya berkaitan dengan fisik bangunan, namun juga menjadi penanda batas antara Ka'bah dengan area sekitarnya. Saat proses pembersihan atau perawatan, Syadzarwan sering dijadikan patokan untuk memulai atau mengakhiri aktivitas.

Bagian-Bagian Ka'bah dan Fungsinya

Setiap sisi Ka'bah memiliki bagian khusus dengan makna dan sejarah. Menurut repository.uinsu.ac.id, bagian-bagian utama Ka'bah meliputi:

  • Hajar Aswad: batu hitam di sudut timur Ka'bah yang menjadi titik awal thawaf.

  • Multazam: area antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah, dikenal sebagai tempat berdoa.

  • Maqam Ibrahim: batu tempat berdirinya Nabi Ibrahim saat membangun Ka'bah.

  • Hijir Ismail: area setengah lingkaran di sebelah utara yang dianggap bagian dari Ka'bah.

  • Syadzarwan: pelipit di sekeliling dasar Ka'bah yang memperkuat struktur dan melindungi fondasi.

Selain itu, Ka'bah juga memiliki pintu, talang emas (mizab), dan kiswah atau kain penutup yang menjadi ciri khasnya.

Kesimpulan

Syadzarwan merupakan bagian penting dari arsitektur Ka'bah, baik dari sisi fungsi maupun simbolis. Kehadirannya melengkapi keindahan dan kekokohan bangunan suci ini, sekaligus membantu menjaga struktur dari kerusakan akibat air hujan.

Memahami Syadzarwan dan bagian-bagian Ka'bah lainnya dapat memperkaya pengetahuan tentang sejarah dan makna setiap elemen yang ada di Masjidil Haram. Pengetahuan ini juga membantu jamaah dalam mengenali nilai spiritual di balik detil arsitektur Ka'bah.

Revewed by Doel Rohim S.Hum.