Takdir dalam Islam: Pengertian, Jenis, dan Contoh Takdir yang Tidak Bisa Diubah
Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Takdir merupakan salah satu konsep penting dalam ajaran Islam yang sering menjadi bahan perenungan. Pemahaman tentang takdir tidak hanya berkaitan dengan nasib, tetapi juga erat hubungannya dengan keimanan. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang mencari jawaban tentang apa yang dimaksud dengan takdir, jenis-jenisnya, serta mana saja takdir yang tidak bisa diubah.
Dalam konteks bulan Ramadhan, pembahasan terkait hal ini dapat ditelusuri lebih lanjut melalui ruang kajian ramadhan ensiklopedia lengkap bulan suci.
Pengertian Takdir dalam Islam
Takdir dalam ajaran Islam memiliki pengertian yang mendalam dan menjadi bagian dari rukun iman. Menurut Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah: Takdir Dalam Islam (Suatu Kajian Tematik) karya Iril Admizal, M.A, takdir adalah ketetapan Allah terhadap segala sesuatu yang terjadi di alam semesta, baik besar maupun kecil. Konsep ini berarti bahwa setiap aspek kehidupan sudah ditetapkan oleh Allah berdasarkan ilmu-Nya yang sempurna.
Pada dasarnya, takdir merupakan salah satu dari enam rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap Muslim. Dalam Alquran, keyakinan terhadap takdir ditegaskan sebagai bentuk keimanan kepada Allah dan rencana-Nya yang tidak bisa disamakan dengan kehendak makhluk. Kepercayaan ini menumbuhkan keyakinan bahwa segala yang terjadi pasti memiliki hikmah di baliknya.
Definisi Takdir Menurut Pandangan Islam
Takdir dipahami sebagai keputusan dan ketetapan Allah yang meliputi seluruh ciptaan. Tidak ada satu pun kejadian yang luput dari pengetahuan-Nya. Pandangan ini mengajarkan bahwa manusia sebaiknya menerima dengan lapang dada apa yang sudah ditetapkan, sembari tetap berusaha menjalani kehidupan sebaik mungkin.
Takdir sebagai Rukun Iman
Takdir menduduki posisi penting dalam rukun iman. Meyakini takdir berarti memahami bahwa segala sesuatu, baik yang menyenangkan maupun yang kurang baik, merupakan bagian dari ujian dan kasih sayang Allah. Seseorang yang benar-benar beriman kepada takdir akan lebih mudah bersyukur dan bersabar menghadapi kenyataan hidup.
Jenis-Jenis Takdir: Mubram dan Muallaq
Pembahasan tentang takdir dalam Islam tidak lepas dari dua istilah utama, yaitu takdir mubram dan takdir muallaq. Keduanya memiliki ciri khas dan contoh yang berbeda dalam kehidupan sehari-hari.
Apa Itu Takdir Mubram?
Takdir mubram adalah takdir yang sifatnya mutlak dan tidak dapat diubah oleh usaha atau doa manusia. Menurut penjelasan Iril Admizal, M.A, dalam Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah: Takdir Dalam Islam (Suatu Kajian Tematik), takdir mubram diartikan sebagai ketetapan Allah yang sudah pasti terjadi tanpa adanya kemungkinan berubah. Misalnya, waktu kematian seseorang atau peristiwa besar yang telah ditetapkan sejak awal penciptaan.
Ciri-ciri takdir mubram antara lain tidak bisa dihindari, pasti terjadi, serta tidak bergantung pada ikhtiar manusia. Contoh nyatanya adalah kelahiran dan kematian. Kejadian-kejadian ini merupakan ketentuan final dari Allah yang tidak bisa ditunda atau dipercepat oleh siapapun.
Apa Itu Takdir Muallaq?
Berbeda dengan mubram, takdir muallaq adalah takdir yang bisa berubah tergantung pada usaha, doa, atau kondisi tertentu. Iril Admizal, M.A dalam Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah: Takdir Dalam Islam (Suatu Kajian Tematik) juga menyebutkan bahwa takdir muallaq ialah ketetapan Allah yang masih bisa berubah sesuai dengan ikhtiar dan permohonan hamba. Misalnya, rezeki yang bisa bertambah melalui kerja keras dan doa, atau kesehatan yang dapat dijaga melalui pola hidup sehat.
Ciri-ciri takdir muallaq adalah fleksibel dan dipengaruhi oleh sebab-akibat. Contohnya, seseorang yang berdoa dan berusaha dapat mengalami perubahan dalam hidupnya, seperti mendapatkan pekerjaan atau sembuh dari penyakit.
Empat Takdir yang Tidak Bisa Diubah
Dalam tradisi Islam dikenal adanya empat takdir tetap yang tidak bisa diubah oleh siapapun. Keempat hal ini sudah digariskan sejak awal dan menjadi ketetapan yang harus diterima.
Daftar Empat Takdir Tetap
Kelahiran
Kematian
Rezeki
Jodoh
Menurut Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah: Takdir dalam Islam (Suatu Kajian Tematik) karya Iril Admizal, M.A, disebutkan ada empat takdir yang tidak bisa diubah, yaitu kelahiran, kematian, rezeki, dan jodoh. Keempat aspek ini merupakan bagian dari rencana Allah yang sudah tertulis di Lauhul Mahfuz.
Penjelasan Singkat Masing-Masing Takdir
Kelahiran menunjukkan kapan dan di mana seseorang akan lahir, termasuk keluarga serta latar belakangnya. Kematian merupakan waktu berpulangnya seseorang yang sudah ditetapkan sejak sebelum lahir.
Rezeki menyangkut segala hal yang menjadi bagian seseorang, baik berupa materi, kesehatan, maupun kesempatan dalam hidup. Sedangkan jodoh berkaitan dengan siapa yang akan menjadi pasangan hidup, termasuk proses pertemuan hingga akhirnya bersama.
Kesimpulan: Memahami Takdir sebagai Bagian dari Iman
Menyadari pentingnya takdir dalam Islam dapat membantu seseorang menjalani hidup dengan lebih tenang dan ikhlas. Keyakinan terhadap takdir mendorong manusia untuk tetap berusaha tanpa merasa khawatir berlebihan terhadap hasil akhir.
Hikmah Memahami Takdir
Dengan memahami takdir, seseorang dapat menerima setiap kondisi dengan jiwa besar. Selain itu, kepercayaan ini juga mengajarkan untuk tidak mudah putus asa, karena usaha dan doa tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan.
Refleksi Keimanan terhadap Takdir
Sebagaimana disampaikan Iril Admizal, M.A, dalam Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah: Takdir dalam Islam (Suatu Kajian Tematik), memahami takdir dapat meningkatkan keimanan seseorang karena menyadari bahwa segala sesuatu berada dalam kuasa Allah. Hal ini membentuk sikap sabar, tawakal, dan optimis dalam menghadapi berbagai ujian hidup.
Reviewed by Ajid Fuad Muzaki S.Th.I