Tanda-Tanda Kematian Menurut Islam: Pertanda Akhir Hayat
Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kematian adalah kepastian yang akan dialami setiap makhluk hidup tanpa terkecuali. Dalam Islam, kematian bukan sekadar berhentinya denyut jantung atau napas, melainkan perpindahan dari kehidupan dunia menuju alam barzakh.
Memahami tanda-tanda kematian menurut Islam dapat membantu umat Muslim untuk lebih siap menghadapi peristiwa tersebut. Baik dari sisi fisik maupun spiritual, ada beberapa pertanda yang perlu dipahami agar setiap Muslim dapat memperbanyak bekal amal saleh.
Pengertian Maut dan Tanda-Tanda Kematian dalam Islam
Maut merupakan peristiwa sakral yang telah Allah tetapkan bagi setiap manusia. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman melalui Surah Ali Imran ayat 185:
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ
Artinya: Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Sesungguhnya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
MenurutAtika Heny Artanty Bahana dalam penelitiannya tentang Konsep Maut dalam Al-Qur’an (2016), kematian adalah fase dimana malaikat maut mencabut ruh dari jasad manusia. Proses pencabutan ini berbeda antara orang beriman dan orang kafir.
Tanda-tanda fisik menjelang ajal biasanya ditandai dengan perubahan kondisi tubuh secara nyata. Beberapa di antaranya meliputi lemahnya fungsi organ vital, perubahan warna kulit menjadi pucat, dan keringat dingin yang keluar dari tubuh. Napas mulai tersendat dan tidak teratur sebagai pertanda organ pernapasan mulai melemah.
Dari sisi spiritual, tanda-tanda kematian lebih mendalam dan hanya bisa dirasakan oleh orang yang akan meninggal. Kedatangan Malaikat Maut menjadi pertanda utama bahwa waktu seseorang telah tiba. Allah SWT menjelaskan proses pencabutan nyawa dalam Surah Al-An'am ayat 93:
وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلظَّٰلِمُونَ فِى غَمَرَٰتِ ٱلْمَوْتِ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ بَاسِطُوٓا۟ أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوٓا۟ أَنفُسَكُمُ ۖ ٱلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ ٱلْهُونِ
Artinya: Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya sambil berkata: Keluarkanlah nyawamu. Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan.
Bagi orang beriman, proses pencabutan ruh berlangsung dengan mudah dan penuh ketenangan. Sebaliknya, orang kafir atau yang banyak dosa akan merasakan kesulitan luar biasa saat ruh dicabut dari jasad. Beberapa orang juga melaporkan melihat pertanda dalam mimpi atau merasakan kedamaian yang tidak biasa menjelang ajal.
Persiapan Menghadapi Kematian dan Hikmah di Baliknya
Islam mengajarkan umatnya untuk selalu mengingat kematian atau dzikrul maut. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Tirmidzi:
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ
Artinya: Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan, yaitu kematian. HR. Tirmidzi.
Dengan sering mengingat mati, seorang Muslim akan lebih termotivasi memperbanyak amal saleh dan menjauhi maksiat. Amalan yang sangat dianjurkan menjelang ajal adalah mengucapkan kalimat syahadat, membaca Surah Yasin, dan berdoa memohon husnul khatimah agar mendapat akhir yang baik.
Bagi keluarga yang mendampingi orang yang sedang menghadapi sakratul maut, ada beberapa adab yang perlu dilakukan. Mentalqinkan kalimat tauhid dengan lembut agar orang yang sakit bisa mengucapkannya menjadi prioritas utama. Memposisikan jenazah menghadap kiblat dan membacakan ayat-ayat Al-Qur'an juga sangat dianjurkan untuk meringankan beban orang yang akan berpulang.
Hikmah dari memahami tanda-tanda kematian sangat banyak. Pertama, kesadaran akan kematian mendorong seseorang meningkatkan kualitas ibadah dan amal saleh setiap hari. Kedua, pemahaman ini membantu memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia sebelum terlambat.
Selain itu, mengenal tanda-tanda kematian dapat menghilangkan sifat lalai dan terlena dengan kemewahan dunia. Setiap Muslim didorong mempersiapkan bekal akhirat sejak dini agar tidak menyesal di kemudian hari. Kematian adalah perpindahan menuju alam barzakh, sehingga persiapan yang matang melalui amal saleh menjadi kunci utama kebahagiaan di alam setelah kematian.
Revewed by Doel Rohim S.Hum.