Konten dari Pengguna

Tata Cara Ziarah Kubur yang Benar Sesuai Tuntunan Islam

R

Ruang Kajian

Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seseorang oenunggu makam foto by Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Seseorang oenunggu makam foto by Pexels

Ziarah kubur merupakan kegiatan yang dianjurkan dalam Islam dengan tujuan mulia. Praktik ini bukan sekadar berkunjung ke makam, tetapi menjadi sarana untuk merenungi kehidupan akhirat sekaligus mendoakan orang yang telah meninggal.

Namun, masih banyak umat Islam yang belum memahami tata cara ziarah kubur yang benar sesuai tuntunan syariat. Padahal, pelaksanaan yang tepat akan membawa manfaat spiritual bagi yang melakukannya. Oleh karena itu, penting untuk mengenal adab dan doa yang sesuai ajaran Rasulullah SAW.

Pengertian dan Tujuan Ziarah Kubur dalam Islam

Ziarah kubur berasal dari bahasa Arab az-ziyarah yang berarti kunjungan atau berkunjung. Dalam konteks Islam, aktivitas ini dilakukan dengan niat yang benar untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Menurut buku Panduan Ziarah Kubur: Halaqoh Malam Kamis (2015) karya Sutejo Ibnu Pakar, ziarah kubur memiliki beberapa tujuan utama yang sangat bermanfaat bagi kehidupan spiritual umat Islam. Tujuan tersebut mencakup pengingat akan kematian, mendoakan ahli kubur, dan mengambil pelajaran dari kehidupan yang fana.

Berikut tujuan utama ziarah kubur dalam Islam:

1. Mengingat kematian dan kehidupan akhirat sebagai pengingat kefanaan dunia

2. Mendoakan ahli kubur agar mendapat ampunan dan rahmat Allah SWT

3. Mengambil pelajaran dan ibrah dari kematian untuk memperbaiki diri

4. Menjalin silaturahmi dengan kerabat yang telah meninggal

Rasulullah SAW bersabda: Aku pernah melarang kalian berziarah kubur, sekarang berziarahlah kalian kepadanya karena sesungguhnya ziarah kubur itu dapat melunakkan hati, membuat mata berlinang air mata dan mengingatkan kepada akhirat. Dan janganlah kalian mengucapkan kata-kata kotor (HR. Al-Hakim).

Hadis ini menunjukkan bahwa ziarah kubur awalnya dilarang pada masa awal Islam. Larangan tersebut dilakukan karena kekhawatiran umat masih terpengaruh kebiasaan jahiliyah. Namun setelah akidah kaum muslimin menguat, Rasulullah SAW memperbolehkan bahkan menganjurkannya.

Adab dan Tata Cara Pelaksanaan Ziarah Kubur

Pelaksanaan ziarah kubur memiliki adab dan tata cara yang harus diperhatikan agar sesuai tuntunan syariat. Langkah-langkah ini mencakup persiapan sebelum berangkat hingga doa yang dibaca di depan makam.

Persiapan Sebelum Ziarah

Sebelum melakukan ziarah kubur, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Pertama adalah berniat ikhlas karena Allah SWT untuk mengingat mati dan mendoakan ahli kubur. Niat yang benar menjadi kunci diterimanya amalan ini.

Selain itu, menjaga kesucian dengan bersuci dan mengenakan pakaian yang bersih juga sangat penting. Waktu yang baik untuk berziarah adalah hari Jumat atau hari-hari besar Islam, meski tidak ada larangan pada hari lainnya.

Ketika Memasuki Area Pemakaman

Saat memasuki area pemakaman, ucapkan salam dengan bacaan: Assalamu alaikum ahlad diyari minal mu minina wal muslimina, wa inna insyaa Allah bikum lahiqun, nas alullaha lana walakumul afiyah.

Artinya: Keselamatan atas kalian wahai penghuni kubur dari kaum mukminin dan muslimin, dan sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian, kami mohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan kalian.

Bacaan ini menjadi pembuka yang menunjukkan adab dan rasa hormat kepada ahli kubur. Setelah itu, berjalan dengan tenang dan penuh khusyuk tanpa menginjak atau melangkahi kuburan.

Di Depan Makam yang Diziarahi

Saat berada di depan makam, posisikan diri menghadap ke arah kubur dengan berdiri atau duduk yang sopan. Bacakan doa ziarah kubur dan Al-Fatihah untuk ahli kubur tersebut.

Doa yang dibaca sebaiknya menggunakan bahasa yang dipahami atau doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW. Hindari perbuatan yang menyimpang dari ajaran Islam seperti meminta sesuatu kepada ahli kubur, sebab hal itu termasuk kesyirikan.

Menariknya, ziarah kubur juga memberi dampak bagi yang melakukannya. Hati menjadi lebih lembut dan sadar akan kehidupan akhirat yang kekal. Oleh karena itu, lakukan dengan penuh khusyuk dan tadabbur.

Revewed by Doel Rohim S.Hum