Konten dari Pengguna

Taurat: Isi Kitab dan Nabi yang Menerimanya

R

Ruang Kajian

Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Al quran sebuah kitam agama Islam foto by Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Al quran sebuah kitam agama Islam foto by Pixabay

Kitab Taurat dikenal luas sebagai salah satu kitab suci utama dalam tradisi samawi. Kitab ini memiliki sejarah panjang serta isi ajaran yang masih sering menjadi bahan kajian hingga saat ini. Dalam pembahasan kali ini, kita akan menelusuri pengertian, isi, serta posisi Taurat dalam pandangan Islam secara ringkas dan mudah dipahami.

Pengertian dan Sejarah Kitab Taurat

Kitab Taurat menjadi bagian penting dalam sejarah agama-agama samawi. Menurut buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Kelas VIII (2017) oleh Sumiyati & Muhammad Ahsan, taurat diyakini sebagai wahyu yang diturunkan Allah kepada Nabi Musa a.s., khususnya sebagai petunjuk hidup bagi Bani Israil.

Apa Itu Kitab Taurat?

Taurat adalah kitab suci yang memuat pedoman dan aturan hidup. Kitab ini berisi pesan moral dan hukum yang diharapkan menjadi panduan bagi umatnya dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Sejarah Penurunan Kitab Taurat kepada Nabi Musa a.s.

Taurat pertama kali diterima oleh Nabi Musa a.s. di kawasan Bukit Sinai. Dalam tradisi Islam, kitab ini diberikan sebagai tuntunan bagi Bani Israil agar mereka memiliki aturan hidup yang jelas dan terarah.

Isi Kitab Taurat

Membahas isi kitab Taurat tidak bisa dilepaskan dari ajaran-ajaran pokok yang terkandung di dalamnya. Kitab ini berisi sejumlah pedoman yang masih menjadi rujukan hingga kini.

Pokok-Pokok Ajaran dalam Kitab Taurat

Kitab Taurat menekankan ajaran tauhid, hukum-hukum sosial, dan norma kehidupan. Ajaran ini menjadi dasar moral dan hukum yang berlaku di kalangan umat penerimanya seperti termuat dalam judul artikel jurnal Al-Qur’an dan Tiga Kitab Suci Samawi Lainnya (Jurnal Asy-Syukriyyah, Vol. 18 No. 1, Th. 2017) yang ditulis oleh Lasmana dan Suhendra).

Struktur dan Kandungan Utama Taurat

Secara struktur, Taurat terdiri dari lima kitab utama yang dikenal dengan istilah Pentateukh. Setiap kitab memiliki tema dan pokok bahasan yang berbeda, mulai dari sejarah penciptaan hingga tata cara ibadah.

Kitab Taurat dalam Pandangan Islam

Dalam Islam, Taurat menempati posisi khusus sebagai salah satu kitab suci yang diakui. Keberadaannya menjadi bagian dari rangkaian wahyu yang diturunkan sebelum Al Quran.

Posisi Taurat sebagai Kitab Suci Samawi

Taurat diakui sebagai wahyu Allah yang diberikan pada Nabi Musa a.s. sebelum datangnya Al Quran. Pengakuan ini memperlihatkan adanya kesinambungan ajaran samawi yang berlaku sejak masa nabi-nabi terdahulu.

Hubungan Taurat, Injil, dan Al Quran

Tiga kitab samawi yaitu Taurat, Injil, dan Al Quran memiliki keterkaitan erat dalam menyampaikan nilai tauhid dan moral. Masing-masing membawa inti ajaran yang sejalan, yakni mengajak manusia pada penyembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menjalani hidup bermoral.

Kesimpulan

Kitab Taurat memuat ajaran pokok, hukum, dan pedoman sosial yang menjadi rujukan bagi Bani Israil serta diakui dalam Islam. Taurat diberikan kepada Nabi Musa a.s. dan membentuk bagian penting dari sejarah wahyu samawi. Hubungannya dengan Injil dan Al Quran memperlihatkan kesinambungan pesan tauhid dan moral bagi umat manusia.

Revewed by Doel Rohim S.hum.