Zabur: Pengertian, Dalil, dan Keutamaannya dalam Keimanan kepada Kitab Allah
Kumpulan artikel yang membahas seputar agama Islam.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ruang Kajian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Zabur adalah salah satu kitab suci yang diyakini umat Islam sebagai wahyu Allah sebelum Al Quran. Kitab ini punya kedudukan penting dalam sejarah keimanan, khususnya terkait keyakinan terhadap kitab-kitab Allah. Pemahaman tentang apa itu Zabur, dalil yang menyertainya, serta keutamaannya, menjadi bagian penting dalam memperkuat iman seorang Muslim.
Pengertian Zabur dalam Islam
Menurut jurnal Keutamaan Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah Dalam Membangun Ketakwaan dan Ketaatan karya Mauizah Hanifah dkk, Zabur adalah kitab suci yang diturunkan Allah kepada Nabi Daud. Kitab ini menjadi salah satu dari empat kitab utama dalam Islam, selain Taurat, Injil, dan Al Quran.
Definisi Zabur
Secara bahasa, Zabur berarti kitab atau tulisan. Dalam istilah agama, Zabur merujuk pada wahyu Allah yang khusus diberikan kepada Nabi Daud sebagai pedoman bagi Bani Israil pada masanya.
Siapa yang Menerima Zabur?
Zabur diberikan kepada Nabi Daud, seorang nabi yang dikenal bijak dan memiliki suara indah. Kitab ini menjadi petunjuk bagi umatnya, sebagaimana Al Quran bagi umat Nabi Muhammad.
Isi Pokok dan Bahasa Zabur
Zabur berisi nasihat, pujian, dan doa kepada Allah. Bahasa yang digunakan diyakini adalah bahasa Ibrani, yang merupakan bahasa kaum Nabi Daud saat itu.
Dalil tentang Zabur dalam Al-Qur’an
Keberadaan Zabur ditegaskan dalam beberapa ayat Al Quran dan hadis. Dalil ini memperkuat keyakinan umat Islam terhadap kitab-kitab Allah yang diturunkan sebelum Al Quran.
Dalil Zabur dalam Al-Qur’an
Salah satu ayat yang menyebutkan Zabur adalah QS. Al Isra’ ayat 55:
wa rabbuka a‘lamu biman fis-samâwâti wal-ardl, wa laqad fadldlalnâ ba‘dlan-nabiyyîna ‘alâ ba‘dliw wa âtainâ dâwûda zabûrâ
Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang di langit dan di bumi. Sungguh, Kami telah melebihkan sebagian nabi-nabi atas sebagian (yang lain) dan Kami anugerahkan Zabur kepada Daud. (QS. Al-Isra':55)
Kedudukan dan Keutamaan Beriman kepada Zabur
Zabur memiliki kedudukan penting di antara kitab-kitab Allah. Beriman kepada Zabur merupakan bagian dari rukun iman, sekaligus menegaskan keesaan Allah dalam menyampaikan petunjuk kepada umat manusia.
Kedudukan Zabur di antara Kitab Allah
Zabur menjadi salah satu kitab suci yang wajib diimani. Meskipun isinya tidak lagi dibaca secara luas seperti Al Quran, keyakinan terhadap eksistensinya tetap menjadi bagian dari keimanan seorang Muslim.
Keutamaan Beriman kepada Kitab-Kitab Allah
Beriman kepada kitab-kitab Allah termasuk Zabur, menumbuhkan ketakwaan dan ketaatan. Sikap ini membentuk karakter pribadi yang taat dan menghargai petunjuk Allah sepanjang sejarah kenabian.
Ringkasan dan Hikmah Beriman kepada Zabur
Memahami Zabur sebagai salah satu kitab Allah mengingatkan manusia akan kelanjutan risalah Ilahi sebelum Al Quran. Keimanan pada Zabur menumbuhkan sikap hormat pada seluruh wahyu Allah dan memperkuat keyakinan terhadap kebenaran risalah para nabi.
Beriman kepada Zabur sekaligus menjadi pengingat bahwa Allah selalu menurunkan petunjuk sesuai kebutuhan umat di setiap zaman. Dengan demikian, keimanan kepada kitab-kitab Allah, termasuk Zabur, menjadi pondasi utama dalam membangun kehidupan yang taat dan bertakwa.
Reviewed by Ajid Fuad Muzaki S.Th.I