Konten dari Pengguna

Inovasi Mahasiswa UNDIP: Pakan Fermentasi Molase-EM4 jadi diversifikasi produk

ruby rizky Aulia

ruby rizky Aulia

mahasiswa perikanan Universitas Diponegoro

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ruby rizky Aulia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Semarang, 05 Juli 2025

Mahasiswa KKN-T 104, Pedurungan Kidul, Semarang 2025
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa KKN-T 104, Pedurungan Kidul, Semarang 2025

Budidaya lele dalam galon di Pedurungan Kidul menjadi salah satu kegiatan yang berpeluang besar untuk di optimalkan, tetapi beberapa warga yang mengembangkan budidaya lele masih memiliki kendala seperti ikan yang cepat mati dan harga pakan untuk ikan lele yang relatif mahal. sebagai solusi mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) memberikan sebuah edukasi dan demonstrasi kepada masyarakat Pedurungan Kidul tentang proses pembuatan larutan fermentasi yang menggunakan molase dan EM4 untuk digabungkan dengan pakan pelet ikan dalam usaha budidaya lele. Aktivitas ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pakan serta pertumbuhan ikan lele secara berkelanjutan.

Mahasiswa UNDIP Ruby Rizky Aulia, Semarang 20 Juli 2025

Mahasiswa UNDIP mengenalkan metode fermentasi pakan ikan dengan menggunakan bahan-bahan seperti molase (tetes tebu) dan EM4 (Mikroorganisme Efektif 4). Larutan fermentasi ini dicampurkan dengan pelet ikan untuk meningkatkan kandungan gizi dan mempercepat pertumbuhan lele.

Kegiatan ini di inisiasikan oleh mahasiswa KKN-T 104 UNDIP Ruby Rizky Aulia dari prodi Perikanan yang dibimbing oleh ibu Riris Tiani, S.S., M.Hum., dan bapak Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum. Edukasi dan demonstrasi pembuatan cairan ini berlangsung apda tanggal 20 juli 2025 sebagai slaah satu kegiatan pengabdian masyarakat. kegiatan ini berlangsung di Pedurungan Kidul, Semarang

solusi mengenai cairan fermentasi untuk dicampurkan ke pelet yang menjadi pakan ikan lele ini memiliki manfaat seperti meningkatkan kecernaan nutrisi, mengurangi bau amonia, dan menekan biaya pakan. Selain itu, metode ini ramah lingkungan karena memanfaatkan mikroorganisme alami. cara pembuatan dari cairan fermentasi ini adalah sebagai berikut:

  • Siapkan molase, EM4, dan air dengan perbandingan (Molase 1-3 tutup botol molasenya, 1 tutup botol EM4 berwarna pink (Perikanan), dan air 1 botol yang hampir full disisakan tempat di deket tutup botol sedikit)

  • Campurkan semua bahan dan fermentasikan atau di tunggu selama beberapa hari hingga cairan nya beraroma asam-manis

  • Campurkan cairan dan ditambahkan air biasa (sebaiknya menghindari penggunaan air PDAM) tersebut dengan pelet sebelum diberikan ke ikan lele.

Inovasi ini mampu mendorong peningkatan hasil budidaya lele masyarakat Pedurungan Kidul secara mandiri dan berkelanjutan. Inovasi ini juga menjadi diversifikasi produk pakan ikan lele yang sejalan dengan tema besar KKN-T 104 yaitu "Peningkatan Kapasitas Produksi UMKM melalui Diversifikasi Produk sebagai Upaya Penguatan Ketahanan Pangan." masyarakat bisa menggunakan diversifikasi produk ini menjadi bahan yang bisa dijadikan usaha jual beli pakan untuk masyarakat yang ingin membudidaya kan lele dalam galon.

dengan inovasi yang ada diharapkan pakan fermentasi ini tidak berhenti dibuat atau diproduksi pada saat KKN saja tetapi juga menjadi suatu kegiatan atau yang bisa menghasilkan dan meingkatkan produktivitas dalam budidaya lele dan bisa menjual hasil lele tersebut dan bisa menjadi UMKM bagi masyarakat Pedurungnan Kidul.

Kontak Narasumber:

Ruby Rizky Aulia

081287889140/ruby.aulia.rr@gmail.com