Konten dari Pengguna

Ketika Investor Bisa Raup Cuan Saat Saham Turun: Mengenal Short Selling

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari MUHAMAD RUDI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber ilustrasi: Dokumentasi penulis, dibuat menggunakan AI.
zoom-in-whitePerbesar
Sumber ilustrasi: Dokumentasi penulis, dibuat menggunakan AI.

Selama ini, sebagian besar investor saham mengenal pola sederhana dalam berinvestasi: membeli saham ketika harganya dianggap menarik, kemudian menjualnya ketika harga naik. Namun, ada mekanisme lain yang memungkinkan investor mengambil posisi ketika harga saham mengalami penurunan, yaitu short selling.

BEI mulai memberlakukan kembali implementasi perdagangan short selling secara bertahap pada 15 September 2026. Kebijakan tersebut sebelumnya sempat ditunda dan kemudian diberlakukan kembali dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur serta pengelolaan risiko.

Apa Itu Short Selling?

Secara sederhana, short selling merupakan transaksi ketika investor menjual efek yang belum dimilikinya dengan mekanisme peminjaman sesuai ketentuan yang berlaku. Investor kemudian berharap harga efek tersebut turun sehingga dapat membelinya kembali dengan harga yang lebih rendah.

Sebagai contoh sederhana, seorang investor melakukan short selling pada harga Rp1.000 per saham. Jika harga kemudian turun menjadi Rp800, investor dapat membeli kembali saham tersebut pada harga yang lebih rendah. Selisih harga tersebut menjadi bagian dari potensi keuntungan, sebelum memperhitungkan biaya transaksi dan kewajiban lainnya.

Namun, mekanismenya juga memiliki risiko yang berbeda dengan transaksi saham biasa.

Mengapa Short Selling menarik untuk dipahami?

Kehadiran kembali short selling menambah pemahaman mengenai bagaimana mekanisme pasar modal bekerja.

Bagi investor, memahami short selling tidak harus berarti ikut melakukan transaksinya. Pengetahuan mengenai mekanisme tersebut dapat membantu investor memahami bahwa pergerakan harga saham dapat menghasilkan konsekuensi yang berbeda tergantung posisi transaksi yang diambil.

Di sisi lain, keberadaan mekanisme short selling juga membuat pentingnya manajemen risiko semakin terlihat. Investor perlu memahami produk, aturan, biaya, jaminan, serta potensi kerugian sebelum mengambil keputusan.

Bukan Sekadar Mengejar Cuan

Short selling memang memungkinkan investor memperoleh keuntungan ketika harga saham turun. Namun, peluang tersebut berjalan bersamaan dengan risiko ketika harga bergerak naik.

Karena itu, memahami mekanismenya menjadi langkah penting sebelum membicarakan keuntungan.

Pada akhirnya, pertanyaan yang lebih penting bukan hanya “berapa besar cuan yang bisa didapat?”, tetapi juga “seberapa besar risiko yang siap ditanggung ketika prediksi ternyata salah?”

Bagi investor pasar modal, memahami dua sisi tersebut menjadi bagian penting dalam mengambil keputusan secara terukur.

Sumber: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).