Konten dari Pengguna

Sarjana Bukan Lagi Garansi Dapat Kerja: Apa yang Dicari Dunia Kerja?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari MUHAMAD RUDI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber ilustrasi: Dokumentasi penulis, dibuat menggunakan AI.
zoom-in-whitePerbesar
Sumber ilustrasi: Dokumentasi penulis, dibuat menggunakan AI.

Selama bertahun-tahun, kuliah dan mendapatkan gelar sarjana sering dianggap sebagai salah satu jalan utama menuju dunia kerja. Tidak sedikit mahasiswa yang sejak awal kuliah sudah membayangkan bahwa setelah wisuda, mereka akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan.

Namun, mendapatkan gelar sarjana tidak otomatis membuat seseorang langsung mendapatkan pekerjaan. Dunia kerja memiliki kebutuhan yang lebih luas. Perusahaan tidak hanya melihat latar belakang pendidikan, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan, pengalaman, cara berkomunikasi, hingga kemampuan seseorang dalam menyelesaikan masalah.

Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Sakernas Februari 2026 menyediakan data ketenagakerjaan yang antara lain mencakup pendidikan, jenis pekerjaan, serta karakteristik pekerja. Data tersebut menunjukkan bahwa kondisi pasar kerja perlu dilihat secara lebih luas, bukan hanya dari jumlah lulusan perguruan tinggi.

Ijazah Tetap Penting, Tetapi Bukan Satu-Satunya Modal

Gelar sarjana tetap memiliki fungsi penting. Untuk sejumlah posisi, pendidikan formal bahkan menjadi salah satu persyaratan dalam proses rekrutmen.

Namun, ijazah pada dasarnya menunjukkan bahwa seseorang telah menyelesaikan pendidikan tertentu. Perusahaan kemudian perlu mengetahui apakah pengetahuan tersebut dapat diterapkan dalam pekerjaan.

Seorang lulusan Akuntansi, misalnya, tidak cukup hanya memahami teori debit dan kredit. Ketika masuk dunia kerja, kemampuan menggunakan perangkat lunak akuntansi, mengolah data, membuat laporan, memahami perpajakan, dan menjelaskan hasil analisis juga dapat menjadi bagian dari kemampuan yang dibutuhkan.

Artinya, pendidikan memberikan dasar. Sementara keterampilan membantu seseorang menerapkan dasar tersebut dalam situasi nyata.

Pengalaman Bisa Menjadi Pembeda

Salah satu tantangan yang sering dihadapi fresh graduate adalah persoalan pengalaman.

Di satu sisi, perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan. Di sisi lain, lulusan baru belum memiliki pengalaman kerja yang panjang.

Karena itu, pengalaman tidak selalu harus berasal dari pekerjaan formal. Magang, organisasi, proyek kampus, kegiatan sukarela, kepanitiaan, maupun proyek pribadi dapat menjadi ruang untuk membangun kemampuan.

Misalnya, mahasiswa yang pernah menjadi bendahara organisasi dapat memiliki pengalaman mengelola pemasukan dan pengeluaran. Mahasiswa yang pernah mengerjakan proyek penelitian dapat menunjukkan kemampuan mengolah data. Sementara mahasiswa yang aktif dalam organisasi dapat memiliki pengalaman bekerja dalam tim.

Hal-hal tersebut dapat menjadi bagian dari cerita yang dibawa ketika memasuki proses rekrutmen.

Kemampuan Komunikasi Juga Berperan

Kemampuan teknis memang penting, tetapi seseorang juga perlu mampu menyampaikan apa yang dikerjakannya.

Bayangkan seorang kandidat memiliki kemampuan mengolah data dengan baik, tetapi kesulitan menjelaskan hasil pekerjaannya kepada orang lain. Dalam lingkungan kerja yang membutuhkan kolaborasi, kemampuan tersebut dapat menjadi tantangan.

Karena itu, komunikasi menjadi salah satu kemampuan yang perlu dibangun sejak mahasiswa.

Kemampuan menyampaikan pendapat, membuat presentasi, menulis dengan jelas, mendengarkan orang lain, dan bekerja dalam tim merupakan keterampilan yang dapat digunakan dalam berbagai bidang pekerjaan.

Dunia Kerja Terus Mengalami Perubahan

Perubahan teknologi juga membuat kebutuhan perusahaan ikut berkembang. Kemampuan menggunakan teknologi, memahami data, dan beradaptasi dengan perangkat baru semakin relevan dalam berbagai pekerjaan.

Karena itu, belajar tidak seharusnya berhenti ketika seseorang mendapatkan ijazah.

Bagi mahasiswa, masa kuliah dapat digunakan untuk membangun portofolio sekaligus mencoba berbagai pengalaman. Tidak harus selalu sesuatu yang besar. Proyek sederhana yang menunjukkan kemampuan nyata pun dapat menjadi bagian dari perjalanan profesional.

Jadi, Apa yang Dicari Dunia Kerja?

Tidak ada satu daftar kemampuan yang berlaku untuk seluruh perusahaan dan semua jenis pekerjaan. Setiap posisi memiliki kebutuhan yang berbeda.

Namun, ada satu hal yang dapat menjadi perhatian mahasiswa: jangan hanya mempersiapkan diri untuk mendapatkan gelar, tetapi juga persiapkan kemampuan yang dapat dibuktikan.

Gelar menunjukkan perjalanan pendidikan. Pengalaman menunjukkan apa yang pernah dilakukan. Keterampilan menunjukkan apa yang mampu dikerjakan.

Pada akhirnya, mendapatkan gelar sarjana bukan garis akhir. Justru setelah itu, seseorang mulai menghadapi dunia yang menuntut kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan memberikan kontribusi.

Bagi mahasiswa yang masih berada di bangku kuliah, mungkin pertanyaannya bukan hanya

“Kapan saya lulus?,” tetapi juga,"Setelah lulus, apa yang bisa saya lakukan?”