Konten dari Pengguna

Huchenghe, Sungai Buatan Berusia Ratusan Tahun di Beijing

Rudy Chen

Rudy Chen

Penulis adalah orang Indonesia yang sudah tinggal di Beijing sejak tahun 2015.

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rudy Chen tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jika berjalan-jalan ke Beijing, ibukota Tiongkok, yang langsung terlintas di benak kebanyakan turis adalah Tembok Besar Tiongkok dan Lapangan Tian'anmen. Tapi jika traveler ingin melihat lebih dekat kehidupan warga lokal Beijing, sungai Huchenghe adalah tempat yang layak dikunjungi.

Sungai Huchenghe di musim panas
zoom-in-whitePerbesar
Sungai Huchenghe di musim panas

Huchenghe, yang dalam bahasa Indonesia berarti Sungai Pelindung Kota, adalah sungai buatan yang dibangun pada masa pemerintah Dinasti Ming (1368-1644). Seperti namanya, sungai buatan ini awalnya digali dengan tujuan untuk melindungi kota Beijing kuno dari serbuan musuh. Pada zaman kuno, benteng kota juga dibangun di sepanjang aliran sungai, sayangnya, hanya sebagian kecil dari bagian benteng yang tersisa saat ini.

Warga setempat mendayung kayak di Sungai Huchenghe

Huchenghe Beijing dibagi menjadi dua bagian yaitu Huchenghe Utara dan Huchenghe Selatan. Kali ini, saya berkesempatan mengunjungi Huchenghe Selatan, yang membentang sepanjang 15,5 kilometer, dimulai dari Xibianmen di barat Beijing hingga Tonghuihe di timur Beijing. Kini, Huchenghe telah disulap menjadi salah satu tempat rekreasi favorit bagi warga Beijing yang tinggal di sekitar tempat tersebut. Di kedua sisi aliran sungai, dibangun berbagai fasilitas olahraga dan rekreasi seperti trek lari, tempat duduk santai dan lain-lain.

Trek lari dibangun di kedua sisi Sungai Huchenghe

Setiap musim panas, banyak sekali warga Beijing yang datang ke sini untuk melakukan berbagai aktivitas dimulai dari berlari, berenang, memancing, mendayung kayak ataupun sekadar berjalan-jalan santai.

Warga Beijing berenang di Sungau Huchenghe

Begitu banyak pohon yang ditanam di kedua sisi sungai membuat tempat ini terasa sejuk dan asri di bawah terik matahari di musim panas.

Penghijauan di sepanjang tepi Sungai Huchenghe

Berjalan ke sisi tenggara Huchenghe, terdapat Menara Sudut Zuo'anmen, yang dulunya berfungsi sebagai tempat untuk memantau pergerakan musuh. Menara Zuo'anmen dibangun pada abad ke-15, namun bangunan aslinya telah runtuh pada tahun 1955, kemudian dibangun kembali sesuai bentuk aslinya pada tahun 2011 silam. Kini Menara Zuo'anmen telah dialihfungsikan menjadi perpustakaan.

Menara Zuo'anmen yang telah dialihfungsikan menjadi perpustakaan

Memang, cara pemerintah Tiongkok dalam merevitalisasi sungai layak diacungi jempol. Saat ini, Huchenghe tidak hanya menjadi tempat rekreasi warga lokal, juga menjadi saksi dari perkembangan kota Beijing selama berabad-abad.