Berbagai Teknologi Tepat Guna Terus Diaplikasikan Rumah Amal

Rumah Amal adalah Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang telah berdiri sejak Tahun 2007 untuk menghimpun dan menyalurkan Zakat, Infak, Sedekah melalui berbagai program.
Konten dari Pengguna
21 Maret 2022 9:51
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Rumah Amal Salman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Berbagai Teknologi Tepat Guna Terus Diaplikasikan Rumah Amal (30942)
zoom-in-whitePerbesar
ADVERTISEMENT
(Rumah Amal Salman, Bandung) - Sahabat Amal, Rumah Amal Salman (ITB) terus mengembangkan dan mengaplikasikan Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk berbagai kebutuhan masyarakat. Pengembangan dan penerapan TTG tersebut, Rumah Amal bekerjasama dengan berbagai Prodi di ITB, dan lembaga lain di luar kampus, termasuk dengan masyarakat.
ADVERTISEMENT
Hal itu terungkap dalam webinar perdana social innovation hub dengan tema 'Merdeka Belajar, dari Kampus Ciptakan 1001 Inovasi Sosial untuk Masyarakat' yang digelar Rumah Amal, Sabtu (19/3/2022).
"Rumah Amal memiliki program-program berbasis pendidikan dan teknologi, salah satunya teknologi tepat guna - inovasi sosial. Dalam perjalannya, program ini diharapkan bisa berguna bagi masyarakat" ujar Direktur Rumah Amal, Muhammad Kamal Muzakki.
Kamal juga menjelaskan, dalam menjalankan program teraebut, Rumah Amal berkolaborasi dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ITB dan komunitas yang ada di maayarakat.
Webinar 'Social Innovation Hub' menghadirkan tiga pembicara dari ITB yaitu Andri Widyowijatnoko, Muhammad Iqbal dan Sandro Wihardi. Masing-masing nara sumber menjelaskan tentang pengembangan teknologi terapan dalam bidang rancang bangun terkait penanganan pasca bencana, softwere pengelolaah qurban dan penerapan toknologi terapan terkait pertanian.
ADVERTISEMENT
Sebelum sesi materi webinar diisi oleh Keynote Speaker sekaligus penyerahan produk teknologi tepat guna pedesaan oleh Dekan FTMD ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara. Menurutnya Social Innovation Hub ini merupakan sebuah tempat bermain dan belajarnya para dosen dan mahasiswa dalam mengimplementasikan berbagai inovasi langsung kepada masyarakat.
"Di antaranya kita telah menerapkan mesin pencacah plastik kemasan air mineral, perontok jagung dan mesin pengolahan sampah di beberaoa tampat. Alhmadulillah itu sangat berguna, namun beberapa masih perlu pengembangan dan penyempurnaan" ujar Sandro Wihardi dari Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB.
Sedangkan Andri Widyowijatnoko menjelaskan tentang rancangan bangunan dengan teknologi dan bahan sederhana yang sudah diterapkan di beberapa tempat bencana, seperti di beberapa lokasi di Jabar dan luar Jabar. ***
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·