Beli Rumah Murah Pakai KPR, Masa Cicilan Lebih Lama Ternyata Banyak Untungnya
Tulisan dari Rumah Murah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Membeli rumah murah secara mencicil KPR atau Kredit Pemilikan Rumah, dilakukan hampir sebagian besar masyarakat, sekalipun yang dibeli masuk kategori rumah murah. Pasalnya, harga rumah murah setidaknya berada di kisaran ratusan juta rupiah.
Data Bank Indonesia mengungkapkan, hanya seperempat konsumen yang membeli rumah secara tunai sekali bayar lunas. Hal itu mengacu pada survei harga properti residensial yang dikeluarkan oleh BI, sebanyak 76,02 persen konsumen pada kuartal III-2019 memilih membeli hunian dengan cara ini.
Membeli rumah melalui KPR sendiri, punya banyak keleluasaan. Mulai dari pengaturan uang muka, besar angsuran, hingga masa cicilan. Jika ingin beban cicilan ringan, tentu opsinya memperbesar uang muka. Demikian sebaliknya.
Lantas bagaimana dengan masa cicilan KPR? Ada anggapan, semakin panjang masa cicilan KPR, maka lebih menguntungkan. Apa alasannya?
Nilai Uang Turun, Nilai Rumah Naik
Dalam jangka waktu panjang, nilai uang cenderung turun akibat tergerus inflasi. Cicilan KPR sebesar Rp 1,5 juta saat ini misalnya, akan terasa lebih ringan pada lima tahun mendatang.
Sebaliknya, nilai rumah yang kita cicil cenderung akan meningkat terus dalam jangka panjang.
Cicilan Lebih Ringan
Dengan jangka waktu cicilan KPR yang lebih panjang, maka akan mendapatkan nilai angsuran yang lebih rendah. Hal ini membuat beban keuangan bulanan menjadi lebih ringan. Bagi bank sendiri, strategi mengecilkan nilai cicilan, merupakan cara untuk menjangkau nasabah kelas menengah ke bawah yang lebih banyak.
Uang Muka Lebih Rendah
Dengan masa cicilan KPR yang lebih panjang dan nilainya lebih rendah, pada saat yang sama nasabah juga bisa mendapatkan beban pembayaran uang muka atau down payment (DP) yang lebih kecil. Dengan DP yang lebih kecil, bank juga bisa lebih banyak menjual produk KPR-nya.
Lebih Leluasa Mengatur Keuangan
Dengan beban cicilan yang ringan dan DP pembelian rumah melalui KPR yang rendah, tentu nasabah juga jadi lebih leluasan mengatur keuangan rumah tangganya.
KPR tenor panjang bisa dibilang cocok digunakan oleh para pekerja dengan mendapat penghasilan rutin atau bulanan. Pekerja yang memiliki pola gaji seperti ini diantaranya buruh, pegawai kantoran, atau PNS.
Ada Juga Risikonya
Meski demikian, masa cicilan KPR yang lebih panjang juga bukan berarti tanpa risiko. Salah satunya adalah beban psikologis yang lebih lama, karena harus menanggung beban utang KPR. Risiko lainnya adalah rentang terhadap gejolak ekonomi jangka panjang.

