4 Tips Punya Rumah Usia Muda: Beli Tanahnya Saat Anda Masih Kuliah

Tulisan dari Rumahku tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Saat masih kuliah, ada baiknya Anda mulai pikirkan masa depan, salah satunya rencana untuk memiliki rumah. Anda bisa beli rumah jadi atau bentuk tanah kemudian dibangun rumah. Anak muda selalu diidentikkan dengan gaya hidup yang santai dan menikmati waktu dengan banyak bersenang-senang dan menghabiskan uang. Namun, tidak semua anak muda harus menjalani kehidupan yang glamor dan bermewah-mewahan. Sebagian dari anak muda di Indonesia, ada yang sudah memiliki rencana jauh ke depan mengenai taraf perekonomian yang ingin mereka capai. Target mereka biasanya adalah untuk bisa bebas secara finansial dan memiliki tempat tinggal yang layak huni ataupun tanah.

Sumber: fadilza.com
Tips Beli Tanah dari Usia Muda
Sebenarnya membeli tanah baik untuk dibangun rumah atau untuk investasi di masa depan, tidak harus menunggu jika sudah berkeluarga atau punya anak. Siapapun bisa membeli tanah, bahkan pada saat masih berkuliah. Sudah bukan rahasia jika harga tanah akan semakin naik dari tahun ke tahun. Apalagi jika lokasinya sangat strategis dan dekat dengan berbagai fasilitas yang memudahkan keseharian kita.
Membeli tanah dari usia muda justru sangat disarankan, karena usia yang masih sangat muda, maka bisa mengambil tenor untuk jangka waktu yang lama, bisa sampai 25 tahun. Bayangkan jikalau mengambil kredit pada saat usia 35 tahun, maka usia 60 tahun baru dapat sertifikat. Agar bisa mengambil KPR tanah pada saat masih berkuliah, maka ikutilah tips-tips di bawah ini.
Atur pengeluaran
KPR mensyaratkan pembayaran angsuran setiap bulannya. Jika terjadi tunggakan, maka bisa jadi akan terkena penalti dan masu ke dalam blacklist di Bank Indonesia. Oleh karena itu, penting untuk bisa mengatur pengeluaran bulanan kita. Anda bisa menggunakan rumus pengeluaran seperti berikut, yakni 30 persen total penghasilan untuk bayar cicilan, 10 persen untuk perlindungan asuransi, 20 persen untuk tabungan dan investasi dan 40 persen untuk kebutuhan rutin bulanan.
Patok target
Untuk merealisasikan tujuan anda mendapatkan tanah, maka anda perlu membuat target. Untuk menentukan target, perlu mengetahui lokasi tanah yang ingin dibeli dan kisaran harganya. Baru setelah memiliki target, maka kita harus berusaha untuk mengumpulkan dana agar cukup untuk membeli target berupa tanah yang ingin dibeli.
Keinginan yang tidak didukung dengan target biasanya sulit untuk tercapai. Dengan target orang akan lebih mudah menentukan arah perekonomiannya, sehingga terfokus untuk bisa membeli tanah dan tidak tergoda untuk menjajakan uang untuk keperluan yang lain.
Optimistis sekaligus realistis
Memupuk rasa optimis harus dilakukan manakala sudah menetapkan target tujuan. Namun juga perlu bersikap realistis, agar tidak terlalu muluk-muluk dalam bermimpi. Misalnya saja, dengan pendapatan sebesar 5 juta, tapi berharap bisa membeli tanah di lokasi yang elit atau dengan luas yang harganya terlampau tinggi.
Tetap bermimpi namun juga disesuaikan dengan kondisi finansial yang ada. Maka dari itu penting untuk menghitung kemampuan finansial pribadi yang dicocokkan dengan target tanah yang ingin dibeli.
Jika dengan tips beli tanah ini anda berhasil membeli tanah yang anda impikan, maka bukan tidak mungkin anda bisa meraih kehidupan yang lebih baik dan tentu akan membanggakan orang tua bukan?
