Perbarui Manajemen dan Mitigasi Bencana,Rupbasan Mojokerto Ikuti Penyusunan

Rupbasan Moker
Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara Kelas II Mojokerto Kantor Wilayah Jawa Timur Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
Konten dari Pengguna
29 Juni 2022 12:09 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Rupbasan Moker tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kasubsi Rupbasan Mojokerto Ikuti Penyusunan Perbarui Manajemen dan Mitigasi Bencana
zoom-in-whitePerbesar
Kasubsi Rupbasan Mojokerto Ikuti Penyusunan Perbarui Manajemen dan Mitigasi Bencana
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
SURABAYA - Lapas/ rutan menjadi obyek vital yang punya risiko besar saat terjadi bencana. Untuk itu, Kanwil Kemenkumham Jatim kembali menyusun mitigasi bencana di lapas/ rutan jajaran. Kasubsi Pengelolaan dan Administrasi Rupbasan Mojokerto, Budi Haryono, hadir secara langsung.
ADVERTISEMENT
Penyusunan mitigasi itu dikemas dalam kegiatan Bimbingan Teknis Manajemen Mitigasi Bencana itu digelar hari ini (28/6). Kegiatan yang digelar di Hotel Ibis Surabaya itu menghadirkan beberapa narasumber berasal dari Basarnas, Polda Jatim dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Peserta kegiatan ini adalah seluruh Kepala Kesatuan Pengamanan pada jajaran pemasyarakatan se-Jawa Timur.
Dalam laporannya, Ketua Panitia sekaligua Kepala Bidang Keamanan Slamet Supartono menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan adalah untuk melakukan deteksi dini bencana alam. Selain itu guna terciptanya keamanan dan ketertiban yang kondusif di UPT Pemasyarakatan Jawa Timur. "Adapun tema pada kegiatan pagi hari ini dengan Manajemen Mitigasi Bencana Mewujudkan Pemasyarakatan Jawa Timur Yang Kondusif dan BerAKHLAK," ujar Slamet.
Kadiv Pemasyarakatan Teguh Wibowo yang mewakili Kakanwil Kemenkunham Jatim berharap agar peserta memperhatikan materi yang disampaikan oleh narasumber. Sehingga nantinya akan mampu melaksanakan tugas tentang manajemen mitigasi bencana di Unit Pelasana Teknis masing-masing.
ADVERTISEMENT
Teguh menjelaskan bahwa penyusunan mitigasi risiko ini sudah dijelaskan dalam target kinerja. Sudah jelas jenjangnya bahwa pada B08 sampai dengan B10, satker harus mampu mengimplementasikan manajemen mitigasi bencana yang dimaksud. "Dan pada B11 sudah mempunyai data statistik yang akurat," terangnya.
Ditambah juga harapan kadivpas adalah agar semua risiko bencana yang akan terjadi bisa dideteksi secara dini. Sehingga meminimalisir korban ataupun kerusakan yang terjadi.
Dalam rangkaian kegiatan hari ini, kadivpas mengadakan diskusi kelompok terkait membahas beberapa strategi atau cara untuk menanggulangi segala macam gangguan keamanan dan tata tertib.
Ada tiga fokus masalah yang harus dibahas. Yaitu strategi penanganan di masing masing UPT apabila terjadi kebakaran pada malam hari. Kedua strategi penanganan peredaran gelap narkoba atau handphone guna mewujudkan lapas/ rutan yang bebas dari halinar. Serta strategi penanganan apabila terjadi pelarian yang terjadi didalam lapas dan rutan atas kelalaian petugas.
ADVERTISEMENT
Ketiga hal ini memang sengaja dibahas pada forum ini dikarenakan kadivpas ingin mengetahui sejauh mana ketanggapan maupun pengetahuan seluruh jajaran terutama Kepala Kesatuan Pengamanan di Lapas dan Rutan Jawa Timur ini. "Karena kalian lah ujung tombak bagus tidaknya suatu Lapas atau Rutan. Jadi kalian juga harus mempunyai jiwa Cerdik dalam memimpin jajaran pengamanan," tutup Teguh.
#KumhamSemakinPASTI
#Ditjenpas
#Pemasyarakatan
#RupMokerPrima
#WBKPasti
#menpanrb
#rupbasan
#rupbasanmojokerto
#jatimpastihebat
@kemenkumhamri
@Ditjenpas
@kumhamjatim
@sipp_menpan
@anugerahasn_menpan
@diary_kemenkumham
@rbkunwas