Pelatihan Moralitas “Who Am I” Bersama Yayasan Budi Pekerti Bangsa Indonesia

Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Gresik
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Rutan Gresik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

GRESIK – Dalam rangka memperkuat pembinaan kepribadian dan moral, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik menggelar kegiatan Pelatihan Moralitas bertajuk “Who Am I”, bekerja sama dengan Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia, pada selasa 22 Juni 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Rutan Gresik dengan total peserta sebanyak 95 orang, terdiri dari 15 pegawai dan 80 warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Pelatihan ini bertujuan untuk membangun kesadaran diri (self-awareness), menumbuhkan rasa tanggung jawab pribadi, serta memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual sebagai fondasi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Rutan Gresik, Yuliawan Dwi Nugroho, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan yang menyeluruh.
“Kita tidak hanya membina warga binaan dari sisi keterampilan, tetapi juga dari sisi moral dan kepribadian. Pelatihan ‘Who Am I’ ini menjadi sarana penting untuk refleksi dan transformasi diri, baik bagi WBP maupun pegawai,” ujarnya.
Pelatihan berlangsung dalam suasana hening dan penuh makna. Para fasilitator dari Yayasan Budi Pekerti Bangsa Indonesia mengajak peserta untuk menyelami lebih dalam siapa diri mereka, merenungi perjalanan hidup, menyadari kesalahan masa lalu, serta membangun niat kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Ketua Tim Fasilitator dari Yayasan Budi Pekerti Bangsa Indonesia menyampaikan bahwa pelatihan ini telah dilaksanakan di berbagai lapas dan rutan di Indonesia, dengan tujuan untuk membangkitkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia seperti jujur, bertanggung jawab, serta cinta tanah air.
“Kita tidak bisa membangun bangsa hanya dengan pengetahuan dan keterampilan, tapi harus dimulai dari karakter. Kami hadir untuk membantu proses pemulihan moral, yang sangat relevan bagi warga binaan maupun aparatur negara,” jelasnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan penyampaian komitmen dari peserta untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Suasana haru dan penuh semangat mengiringi akhir pelatihan.
Kepala Rutan Gresik berharap kegiatan serupa bisa terus berlanjut sebagai bagian dari program pembinaan yang berkelanjutan.
“Semoga pelatihan ini menjadi titik balik perubahan, baik bagi pegawai maupun warga binaan. Rutan Gresik akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini,” pungkasnya.
