Konten dari Pengguna

WBP Rutan Gresik Memeluk Islam, Prosesi Syahadat Dipandu Ketua MUI Gresik

Rutan Gresik

Rutan Gresik

Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Gresik

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rutan Gresik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

WBP Rutan Gresik Memeluk Islam, Prosesi Syahadat Dipandu Ketua MUI Gresik
zoom-in-whitePerbesar

GRESIK – Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti Aula Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Gresik ketika seorang warga binaan memutuskan untuk memeluk agama Islam. Prosesi pengucapan dua kalimat syahadat dipandu langsung oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik, KH. Ainur Rofiq Thoyyib, Jumat (01/08).

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Rutan Gresik, Yuliawan Dwi Nugroho, beserta jajaran pejabat struktural, serta sejumlah pengurus MUI Kabupaten Gresik. Dengan penuh keyakinan, warga binaan tersebut mengucapkan syahadat:

"Saya bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah," ucapnya dengan suara bergetar, disaksikan oleh para hadirin.

Sebagai bentuk dukungan atas langkah spiritual ini, prosesi dilanjutkan dengan penyerahan seperangkat alat salat dari Ketua Umum MUI dan Kepala Rutan Gresik kepada warga binaan yang baru saja memeluk Islam.

Kepala Rutan Gresik, Yuliawan Dwi Nugroho, menyampaikan bahwa Rutan tidak hanya berperan sebagai tempat pembinaan bagi mereka yang pernah berbuat kesalahan, tetapi juga menjadi ruang untuk menemukan jalan hidayah.

"Kami di sini tidak hanya melakukan pembinaan agar warga binaan kembali ke masyarakat dengan lebih baik, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Momen ini menjadi bukti bahwa hidayah bisa datang kapan saja, termasuk di dalam Rutan," ungkapnya.

Ketua MUI Kabupaten Gresik, KH. Ainur Rofiq Thoyyib, turut memberikan nasihat dan doa agar warga binaan tersebut istiqamah dalam menjalani kehidupan barunya sebagai seorang muslim.

Dengan adanya mualaf baru ini, Rutan Gresik berharap dapat terus menjadi wadah pembinaan yang tidak hanya menekankan pada aspek kedisiplinan dan hukum, tetapi juga pembinaan mental dan spiritual, sehingga warga binaan dapat menemukan arah hidup yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat. (Humas Rutan Gresik)