Bekali Keterampilan, 16 Warga Binaan Rutan Magetan Ikuti Pelatihan Barista

salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Rutan Kelas IIB Magetan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

MAGETAN – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Magetan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, melaksanakan Pelatihan Dasar Barista Kopi bagi 16 Warga Binaan pada Selasa (27/10). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kunjungan Rutan Magetan ini merupakan bentuk kerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Surakarta serta Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Magetan dalam mendukung pembinaan kemandirian.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan penyampaian materi dan praktik pembuatan kopi. Melalui pelatihan ini, para peserta mendapatkan kesempatan untuk mengenal keterampilan dasar dalam pengolahan dan penyajian kopi sebagai salah satu bidang keterampilan vokasional yang dapat dikembangkan.
Pelaksanaan pelatihan turut melibatkan Laela Salma Fajarwati, dari BLK Komunitas yang bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Magetan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya mendukung pelaksanaan pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan keterampilan Warga Binaan.
Kepala Rutan Magetan, Hadi Wijaya, menyampaikan bahwa pembinaan keterampilan merupakan salah satu upaya mempersiapkan Warga Binaan agar memiliki bekal yang bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Melalui pelatihan barista ini, kami berharap Warga Binaan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang bisa dikembangkan secara mandiri. Pembinaan seperti ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan mereka agar lebih siap menjalani kehidupan yang produktif setelah menyelesaikan masa pidana.” Ungkap Hadi.
Salah satu peserta pelatihan, Warga Binaan berinisial M, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mempelajari keterampilan baru yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bekal setelah bebas.
“Saya senang bisa mengikuti pelatihan ini karena mendapatkan kesempatan untuk belajar membuat kopi. Semoga keterampilan yang saya pelajari bisa terus dikembangkan dan menjadi bekal untuk bekerja atau membuka usaha setelah bebas nanti.” Ujar M.
Melalui pelatihan dasar barista ini, Rutan Magetan terus mendorong pelaksanaan pembinaan kemandirian yang berorientasi pada pengembangan potensi dan keterampilan Warga Binaan. Diharapkan, bekal keterampilan yang diperoleh dapat menjadi salah satu modal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat. (Humas Rutan Magetan)
