Dari Balik Rutan, Warga Binaan Magetan Tumbuhkan Semangat Nasionalisme

salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Rutan Kelas IIB Magetan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

MAGETAN – Dari balik lingkungan Rutan, semangat nasionalisme terus ditumbuhkan melalui berbagai kegiatan pembinaan. Salah satunya terlihat dalam pelaksanaan Upacara Hari Kesadaran Nasional yang diikuti seluruh Warga Binaan Rutan Kelas IIB Magetan di lapangan Rutan Magetan, Kamis (17/9). Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan khidmat.
Tidak hanya menjadi peserta, seluruh petugas dalam pelaksanaan upacara juga berasal dari Warga Binaan. Keterlibatan tersebut memberikan kesempatan bagi Warga Binaan untuk mengambil peran, menjalankan tanggung jawab, serta belajar menerapkan kedisiplinan selama kegiatan berlangsung.
Bagi Warga Binaan, keterlibatan sebagai petugas maupun peserta upacara menjadi bagian dari proses pembentukan karakter. Kepercayaan untuk menjalankan tugas dalam upacara dapat menjadi bekal untuk membangun sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan percaya diri yang diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala Rutan Magetan, Hadi Wijaya, menyampaikan bahwa momentum Hari Kesadaran Nasional memiliki makna bagi seluruh pihak di lingkungan Rutan Magetan. “Ada momen kesadaran Nasional ini merupakan momentum bagi kita semua, bukan hanya kami petugas, tapi seluruh warga binaan sebagai warga negara Indonesia”
Bagi Warga Binaan berinisial A, mengikuti Upacara Hari Kesadaran Nasional menjadi pengingat bahwa status sebagai Warga Binaan tidak menghilangkan kesempatan untuk terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik. “Mengikuti upacara seperti ini membuat kami kembali mengingat bahwa kami tetap bagian dari warga negara Indonesia. Ini menjadi pengingat untuk terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik dan menghargai negara,” ujar A.
Momentum tersebut sekaligus menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran kebangsaan di tengah proses pembinaan. Menghormati simbol negara, mengikuti kegiatan dengan tertib, menjalankan tanggung jawab, serta mematuhi aturan menjadi nilai-nilai yang diharapkan terus melekat dalam diri Warga Binaan sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat.
Rutan Magetan berkomitmen menjadikan setiap kegiatan pembinaan sebagai kesempatan bagi Warga Binaan untuk mengembangkan karakter dan potensi diri. Melalui kegiatan yang menanamkan nilai nasionalisme, kedisiplinan, dan tanggung jawab, proses pemasyarakatan diharapkan tidak hanya membentuk kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga mempersiapkan Warga Binaan untuk kembali menjalankan peran positif sebagai bagian dari masyarakat dan warga negara Indonesia. (Humas Rutan Magetan)
