Ketua DWP Rutan Demak : Senam Bersama Ciptakan Ikatan Erat

Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Demak
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Rutan Demak tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

WONOSOBO - Dalam semangat kebersamaan yang penuh kehangatan, Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) dan Pengayoman Jawa Tengah menggelar pertemuan rutin, Rabu (27/12). Berlangsung di Agrowisata Tambi, pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Penasihat PIPAS dan Persatuan Ibu-Ibu Pengayoman Jateng, Sri Susilarti Tejo dan seluruh pengurus serta anggota Persatuan Ibu-Ibu Pengayoman se-Jawa Tengah.
Penasihat Persatuan Ibu-Ibu Pengayoman dan PIPAS Jawa Tengah, Sri dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema pertemuan rutin kali ini ialah “Peran Strategis Perempuan dalam Pembangunan Berkelanjutan dalam Suasana Penuh Kebersamaan”.
"Melihat tema yang kita angkat, harapannya di tahun politik ini ibu-ibu bisa netral dengan tidak mempengaruhi siapapun untuk memilih Paslon, karena kita harus menjaga kedudukan suami kita yang bertugas di pemerintahan," ujar Sri.
Acara ini bertujuan untuk menggarisbawahi peran penting perempuan dalam memajukan sektor pemasyarakatan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Selanjutnya, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah Tejo Harwanto yang juga merupakan Pelindung Dharma Wanita Persatuan Kemenkumham Jateng berkesempatan memberikan sambutannya.
"Ibu ibu itu membawa barakah. Keseimbangan peran antara bapak dan ibu harus dipertahankan dalam keluarga," ungkap Tejo.
Salah satu sorotan acara adalah lomba senam antar unit pelaksana teknis per eks-karesidenan. Ibu-ibu yang menjadi perwakilan dari berbagai wilayah menampilkan kekreatifitasan dan semangat melalui gerakan senam yang memukau. Lomba senam tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk memupuk rasa persaudaraan di antara para peserta.
Ketua DWP Rutan Demak, Oktiana Indi Heri yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan senam bersama menjadi momen akrab yang menghubungkan para peserta melalui gerakan-gerakan yang mengandung nilai-nilai kebersamaan dan keharmonisan.
"Selain memberikan manfaat kesehatan, senam bersama menciptakan ikatan yang erat di antara ibu-ibu yang hadir, mencerminkan solidaritas dalam membangun lingkungan yang lebih baik," terang Indi.
Tidak ketinggalan, agenda outbond menjadi pelengkap yang menyenangkan dalam pertemuan ini. Peserta diajak untuk mengeksplorasi kemampuan diri dan meningkatkan rasa kebersamaan melalui serangkaian kegiatan outdoor yang penuh tantangan. Momen outbond dijadikan kesempatan untuk mempererat hubungan sosial dan menciptakan kenangan indah di antara para ibu-ibu pemasyarakatan.
Lebih lanjut, Indi menyatakan peran strategis perempuan sebagai agen perubahan di dalam dan di luar pemasyarakatan. Adanya pertemuan ini tidak hanya menjadi momentum bersenang-senang, tetapi juga menjadi panggung untuk merumuskan langkah-langkah konkret menuju pemberdayaan perempuan di bidang pemasyarakatan.
Pertemuan ini tidak hanya sukses menyemarakkan semangat kebersamaan, tetapi juga meninggalkan jejak positif dalam perjalanan perempuan di sektor pemasyarakatan. Harapannya, momentum ini akan terus memberi inspirasi dan dorongan bagi perempuan untuk aktif berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih adil dan harmonis.
