Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.99.1
1 Ramadhan 1446 HSabtu, 01 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten dari Pengguna
Kembali ke Bumi Marapu (part 5)
21 Maret 2018 14:35 WIB
Diperbarui 14 Maret 2019 21:10 WIB
Tulisan dari Ryan Rinaldi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Setelah acara di sekolah selesai kita me repacking kembali barang bawaan karena akan kembali ke Waingapu, selesai berkemas kita ramai - ramai berbincang - bincang di halaman depan rumah sembari menunggu makan siang yang lagi di siapkan, sambil menunggu ada yang mencoba lagi sirih pinang yang memang sudah tradisi hampir seluruh wilayah timur Indonesia semua orang mengunyah sirih pinang. Waktu kepulangan sedikit molor dari jadwal karena menunggu juragan kapal yang sedikit telat datang. tepat jam 2 siang waktu salura kita berangkat menuju katundu, tidak lupa kita mengucapkan terima kasih yang sebesar - besarnya karena sudah di repotkan oleh kedatangan kami semua.

Perjalanan ke katundu kurang lebih 1 jam menggunakan kapal, berbeda dengan keberangkatan yang tidak bisa melihat alam sekitar karena perjalanan malam hari, kali ini kita bisa melihat semua keindahan selama perjalanan menuju katundu, sama seperti keberangkatan idak ada dermaga disini, kita harus berjalan ke tengah pantai seidikit sebelum menaiki kapal.

Sampai ketemu di lain kesempatan Pulau Salura
ADVERTISEMENT
Sampai di Katundu kurang lebih sekitar jm 4 kurang, kita haru jalan lagi dari tengah pantai menuju ke pinggir karena memang tidak ada dermaga disini, langsung saya menuju Yamaha Vixion yang akan saya kendarai, sambil memanaskan saya ke kamar mandi untuk bilas badan karena lengket oleh air laut, sejak isi bensin di spbu waingapu sampai katundu perjalanan kurang lebih 110 kilo dari saya mereset trip speedometer di spbu, komsumsi bahan bakar di Yamaha Vixion yang saya kendarai hanya kurang 1 bar, wow sangat irit sekali menurut saya untuk menerjang jalanan yang rusak parah serta naik turun bukit karena bukaan gas yang kita pelintir pasti tidak setabil.

Setelah semua sudah siap, jalur yang kita lalu sekarang berbalik yang tadinya berangkat turunan sekarang menanjak untuk jalur yang terjal nya, pasti rasanya lebih berat di banding berangkat, tapi Yamaha Vixion yang saya kendarai bisa mengatasi nya walapun harus kerja keras karena jalanan sangat licin sekali.


Alhamdulillah malam hari setelah kurang lebih 6 jam riding kami semua sampai di Hotel Sacca dengan selamat, Selesai beberes dan sarapan yang di sediakan Sacca Hotel kita akhirnya istirahat karena esok harus balik menuju Jakarta.
ADVERTISEMENT